5 Juni 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani. Kegiatan tersebut menghadirkan penyuluh agama Kristen dari Kementerian Agama Kota Bengkulu, Yohanes, yang memberikan siraman rohani dan penguatan iman kepada warga binaan pada Jumat (5/6).
Bertempat di aula Rutan Bengkulu, kegiatan diikuti dengan antusias oleh warga binaan Nasrani. Dalam pembinaannya, Yohanes menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan, menjaga harapan, serta membangun semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam Rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pemenuhan hak beribadah dan pembinaan sesuai keyakinan masing-masing merupakan bentuk komitmen Rutan Bengkulu dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.
“Setiap warga binaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat memperkuat iman, memperbaiki diri, dan memiliki bekal moral yang baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Tomy.
Ia juga menjelaskan bahwa Rutan Bengkulu secara rutin memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter serta peningkatan kesadaran spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Alkitab, penyampaian materi keagamaan, doa bersama, hingga sesi refleksi dan diskusi. Suasana yang tercipta berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan, mencerminkan semangat pembinaan yang positif di lingkungan Rutan.
Para peserta mengaku mendapatkan motivasi dan ketenangan batin melalui kegiatan tersebut. Mereka merasa pembinaan kerohanian menjadi sarana penting untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui kegiatan pembinaan rohani yang berkelanjutan, Rutan Bengkulu berharap dapat membentuk warga binaan yang tidak hanya taat terhadap aturan, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang kuat sebagai bekal untuk warga binaan.




















