4 Juni 2026 BENGKULU – Dalam rangka menjaga kondisi kesehatan serta mendukung proses adaptasi tahanan baru, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan kebugaran jasmani bagi warga binaan baru yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling), Kamis (4/6). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan kesehatan di awal masa penempatan.
Kondisi tahanan baru yang beragam, baik dari segi fisik maupun psikologis, menjadi perhatian serius petugas Rutan Bengkulu. Perubahan lingkungan, keterbatasan ruang gerak, serta tekanan mental di masa awal penahanan dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas positif.
Petugas Medis Rutan Bengkulu, Wawan Sahadi, menjelaskan bahwa kegiatan kebugaran merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga stabilitas kesehatan warga binaan baru. Menurutnya, aktivitas fisik ringan seperti senam sangat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi tingkat stres.
“Pada masa Mapenaling, kami melakukan pemantauan kesehatan secara lebih intensif. Kondisi lingkungan yang baru bagi tahanan dapat memicu berbagai keluhan fisik maupun psikis, sehingga kegiatan olahraga menjadi salah satu metode untuk menjaga daya tahan tubuh mereka,” ujar Wawan.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan tahanan baru mengikuti senam kebugaran yang dilaksanakan di lapangan dalam Rutan dengan pengawasan petugas medis serta jajaran pengamanan, termasuk Wakil Komandan Regu I, Hendri Kosinje. Gerakan senam yang diberikan bersifat ringan dan disesuaikan dengan kondisi peserta agar dapat diikuti dengan aman dan nyaman.
Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana observasi kesehatan awal. Tim medis melakukan pemantauan sederhana seperti kondisi pernapasan, denyut nadi, serta respon tubuh peserta setelah melakukan aktivitas fisik. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar untuk tindak lanjut apabila ditemukan keluhan kesehatan.
Wawan menambahkan bahwa pendekatan ini dilakukan bukan hanya untuk menangani keluhan yang sudah muncul, tetapi lebih kepada upaya pencegahan sejak dini. “Kami tidak menunggu sakit terjadi, tetapi berupaya mendeteksi lebih awal agar penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan kebugaran ini juga menjadi sarana edukasi bagi tahanan baru untuk mulai menerapkan pola hidup sehat selama menjalani masa penahanan. Banyak di antara mereka yang sebelumnya memiliki kebiasaan hidup kurang teratur, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal pembiasaan yang lebih baik.
“Harapannya, warga binaan dapat memahami bahwa kesehatan merupakan faktor penting dalam menjalani masa pembinaan. Dengan tubuh yang sehat, proses adaptasi di lingkungan rutan akan lebih mudah dan stabil,” tutup Wawan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan preventif.




















