4 Juni 2026 BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai program pemberdayaan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat, Kamis (4/6).
Salah satu inovasi yang terus dikembangkan Rutan Bengkulu adalah Rubero Barbershop, sebuah sarana pelatihan keterampilan cukur rambut yang diperuntukkan bagi warga binaan. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen Rutan Bengkulu dalam memberikan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kemampuan kerja warga binaan.
Melalui Rubero Barbershop, warga binaan mendapatkan pelatihan mengenai teknik dasar hingga lanjutan dalam bidang barbering. Mereka dibimbing untuk memahami berbagai model potongan rambut, penggunaan alat cukur yang benar, teknik pelayanan pelanggan, hingga cara menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja. Pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap sehingga warga binaan dapat menguasai keterampilan secara optimal.
Selain menjadi sarana pembelajaran, Rubero Barbershop juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dalam setiap kegiatan pelayanan, warga binaan diajarkan pentingnya profesionalisme dan etika kerja sebagai bekal dalam memasuki dunia usaha maupun dunia kerja setelah menyelesaikan masa pidananya.
Program ini mendapat antusiasme tinggi dari warga binaan karena keterampilan mencukur rambut memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan dan dapat dijalankan secara mandiri dengan modal yang relatif terjangkau. Dengan bekal keterampilan tersebut, diharapkan warga binaan mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga setelah bebas nantinya.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan perlu dibekali dengan keterampilan yang relevan dan memiliki nilai ekonomis agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik.
“Pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup bagi warga binaan. Melalui Rubero Barbershop, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar, berkembang, dan memiliki harapan baru dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Tomy.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program UMKM seperti Rubero Barbershop merupakan bagian dari upaya Rutan Bengkulu dalam mendukung pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan. Dengan adanya program ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Melalui Rubero Barbershop, Rutan Kelas IIB Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang bermanfaat dan berdampak nyata. Diharapkan program ini dapat melahirkan warga binaan yang terampil, mandiri, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan berdaya saing.





















