12/07/2026 Menongo Sukodadi Lamongan – Semangat pendidikan Islam Berkemajuan kembali bergema di Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi. MTs Muhammadiyah 20 Menongo secara resmi membuka gerbang bagi peserta didik baru kelas 7 pada Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, madrasah ini menegaskan komitmennya sebagai “rumah kedua” yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Sambutan hangat dan Ucapan Selamat Datang disampaikan langsung oleh guru pengampu Sejarah Kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Sami’an, S.Hum., M.Pd.I, yang mengajak seluruh calon generasi hebat untuk memulai perjalanan menuntut ilmu dengan optimisme dan nilai-nilai keislaman.
Generasi Hebat di Bawah Bimbingan Tenaga Pendidik Profesional
Peserta utama dalam momentum ini adalah para murid baru kelas 7 yang disebut sebagai “Calon Generasi Hebat”. Di bawah bimbingan Sami’an, S.Hum., M.Pd.I, serta seluruh guru dan tenaga pendidik Profesional, mereka akan dibimbing menuju visi besar madrasah: “Unggul dalam Prestasi, Anggun dalam Moral dan Intelektual.” Unggul dimaknai bukan sekadar peringkat akademik, melainkan keunggulan akhlak; sedangkan anggun tercermin dari cara berpikir dan bertindak yang bermartabat. Setiap anak diyakini membawa cahaya potensial yang tugas madrasah adalah menjaganya agar semakin terang bersinar.
Awal Perjalanan di Rumah Kedua
Kegiatan penyambutan dan ta’aruf dilaksanakan pada awal masuk Tahun Ajaran 2026/2027, bertempat di lingkungan MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Lokasi ini diposisikan bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan sebagai rumah kedua tempat siswa berkumpul, menempa karakter, mengasah potensi, dan menumbuhkan mimpi. Suasana religius dan kekeluargaan dibangun sejak hari pertama melalui pembiasaan ibadah, menjadikan madrasah sebagai ruang aman bagi pertumbuhan spiritual dan intelektual siswa.
Membentuk Pemimpin Qur’ani yang Tangguh
Penyambutan ini memiliki tujuan strategis jangka panjang. Pertama, membentuk kemandirian dan keuletan melalui alam dan kebersamaan, bukan di ruang ber-AC. Kedua, mencetak pemimpin masa depan yang berani bersuara dan berorasi layaknya Ir. Soekarno melalui wadah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketiga, menyiapkan generasi yang cerdas sekaligus Qur’ani, di mana ilmu yang didapat senantiasa berkah dan diridhoi Allah SWT. Madrasah ingin membuktikan bahwa anak Menongo mampu bersaing di tingkat provinsi, sebagaimana dibuktikan prestasi Juara 2 Pencak Silat Tingkat Jawa Timur, sembari tetap menjaga jati diri bangsa melalui literasi dan wawasan sejarah.
Integrasi Pembelajaran Kelas, Alam, dan Ibadah
Proses pendidikan di MTs Muhammadiyah 20 Menongo dirancang holistik melalui tiga pilar utama:
1. Pengembangan Potensi & Kepemimpinan: Siswa dilatih berorganisasi via IPM dan mengasah bakat olahraga (Futsal, Volly) serta seni bela diri (Pencak Silat).
2. Pembelajaran Kontekstual (Kokurikuler): Belajar tidak berhenti di papan tulis. Siswa diajak melakukan Observasi Masyarakat Pesisir di Paciran, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Lamongan untuk literasi, serta Jelajah Sejarah ke Jogja untuk mengenal akar bangsa. Karakter ditempa lewat kemah Hizbul Wathan (HW) yang mengajarkan ketangguhan.
3. Pembiasaan Akhlak Qur’ani: Hari dimulai dengan Sholat Dhuha berjamaah dan Tadarus Juz 1-30. Khusus Jumat, ada tadarus dan hafalan QS. Al-Kahfi. Puncak program ruhani adalah Munaqosah Tahfidz Qur’an sebagai bukti cinta kepada Kalamullah.
Tahun Untuk Tampil dan Berproses
Guru Sami’an menekankan bahwa Tahun Ajaran 2026/2027 adalah tahun milik para murid baru. Ini adalah waktu untuk tampil, berproses, dan menorehkan prestasi tanpa rasa takut salah atau gagal. Dengan dukungan penuh dari keluarga besar madrasah, MTs Muhammadiyah 20 Menongo berkomitmen mendampingi setiap langkah siswa menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Selamat bergabung di keluarga besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo, madrasah hebat yang bermartabat!


















