Makassar, 12 Agustus 2026 — PT PLN (Persero) terus memperkuat kesiapsiagaan insan PLN dalam menghadapi potensi gangguan sistem kelistrikan melalui peningkatan pemahaman dan kompetensi terhadap prosedur operasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui rangkaian Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemulihan Sistem dan SOP Komunikasi terbaru yang dilaksanakan di sejumlah Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) dalam wilayah kerja Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan secara sinergis oleh Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar, Pengatur Beban (PB) Sulteng, dan Pengatur Beban (PB) Kendari. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat langsung dalam pengoperasian sistem kelistrikan, khususnya ketika menghadapi kondisi abnormal maupun gangguan sistem.
UP2B Sistem Makassar melaksanakan sosialisasi kepada ULTG Jeneponto pada 11 Agustus 2026 dan dilanjutkan di ULTG Watampone pada 12 Agustus 2026. Pada periode yang sama, PB Sulteng melaksanakan sosialisasi kepada ULTG Palu pada 11 Agustus 2026, sementara PB Kendari melaksanakan kegiatan serupa kepada ULTG Kendari pada tanggal yang sama.
Sosialisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemahaman terhadap prosedur teknis pemulihan sistem, tetapi juga memperkuat keseragaman mekanisme komunikasi antarpetugas dalam menjalankan tugas pengoperasian sistem kelistrikan.
Dengan pemahaman prosedur yang seragam, setiap personel diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat, cepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi gangguan. Kejelasan alur komunikasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan serta mempercepat pemulihan sistem agar dampak gangguan terhadap pelanggan dapat diminimalkan.
Manager UP2B Sistem Makassar menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan salah satu kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap SOP Pemulihan Sistem dan SOP Komunikasi. Dengan kesiapan dan koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.
Rangkaian sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN UIP3B Sulawesi dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk melalui implementasi program Anti Blackout.
Program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pengoperasian sistem, mulai dari pengatur beban hingga unit-unit di lapangan. Oleh karena itu, keseragaman pemahaman terhadap prosedur, ketepatan komunikasi, serta kesiapan personel menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun sistem kelistrikan yang tangguh.
Melalui kolaborasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara UP2B Sistem Makassar, PB Sulteng, PB Kendari, serta seluruh ULTG di wilayah Sistem Sulbagsel, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan operasional dan menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Dengan kesiapan seluruh insan PLN dalam menjalankan prosedur secara konsisten dan terkoordinasi, sistem kelistrikan Sulbagsel diharapkan dapat terus beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan pelayanan kelistrikan terbaik bagi seluruh pelanggan.























