Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Penurunan Daya Beli dan Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat

Zulfia Rahmawati by Zulfia Rahmawati
21 May 2026
in Opini
A A
0
IMG 20260521 145029
863
SHARES
1.3k
VIEWS

Belakangan ini, masyarakat mulai merasakan perubahan kondisi ekonomi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga berbagai kebutuhan sering kali tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan yang seimbang sehingga memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat menjadi salah satu isu penting karena berkaitan dengan tingkat konsumsi dan aktivitas ekonomi. Menurunnya daya beli dapat dilihat dari perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan sekunder. Faktor seperti inflasi, kenaikan harga barang dan jasa, serta pendapatan yang cenderung tetap menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga oleh pelaku usaha yang mengalami penurunan jumlah pembeli. Oleh karena itu, fenomena menurunnya daya beli masyarakat perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Konsumsi rumah tangga juga menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, sehingga perubahan daya beli dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Di lapangan, kondisi tersebut terlihat dari perubahan pola belanja masyarakat, menurunnya pendapatan sebagian pelaku usaha, serta meningkatnya upaya masyarakat untuk menghemat pengeluaran. Banyak masyarakat mulai mengurangi pembelian barang nonprimer dan lebih memilih memenuhi kebutuhan yang dianggap paling penting. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi di beberapa sektor mengalami perlambatan karena tingkat konsumsi masyarakat menurun. Jika keadaan tersebut terus berlangsung, pertumbuhan ekonomi nasional dapat ikut terdampak karena konsumsi masyarakat memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi. Oleh karena itu, fenomena menurunnya daya beli masyarakat perlu dikaji lebih lanjut.

Fenomena menurunnya daya beli masyarakat di Indonesia menjadi salah satu isu ekonomi yang cukup sering dibahas dalam beberapa waktu terakhir. Daya beli masyarakat menggambarkan kemampuan individu dalam membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika daya beli menurun, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya dan hanya memprioritaskan kebutuhan pokok. Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu saja, tetapi juga mulai terasa oleh masyarakat kelas menengah yang sebelumnya relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan ekonomi semakin dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Perubahan situasi ekonomi juga menyebabkan masyarakat mulai mengubah kebiasaan konsumsi agar pengeluaran tetap dapat dikendalikan.

Ada beberapa faktor yang menjadi akar dari masalah ini. Pertama, inflasi terutama pada sektor pangan dan energi terus menekan kemampuan belanja masyarakat. Harga beras, minyak goreng, hingga tarif listrik naik secara bertahap, dan kenaikan itu tidak pernah benar-benar turun ke titik semula. Inflasi merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi daya beli masyarakat karena kenaikan harga barang dan jasa dapat menurunkan kemampuan konsumsi masyarakat (Sitanggang et al., 2025). Kedua, pertumbuhan upah tidak sebanding dengan laju inflasi sehingga pendapatan masyarakat terasa semakin terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketiga, tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi turut memperlemah daya beli secara keseluruhan. Dengan jutaan angkatan kerja yang belum terserap optimal, banyak rumah tangga kehilangan atau kekurangan sumber penghasilan tetap. Kondisi ekonomi global juga turut memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri, seperti meningkatnya harga bahan baku dan melemahnya aktivitas perdagangan. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat menjadi semakin tertekan.

Dampak penurunan daya beli masyarakat juga dirasakan oleh pelaku UMKM, di mana banyak usaha mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya jumlah konsumen. Di sisi lain, banyak masyarakat mulai beralih ke produk yang lebih murah, memilih berbelanja di warung dibandingkan supermarket, atau menunda pembelian barang yang dianggap tidak mendesak. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dalam menyesuaikan kondisi ekonomi. Selain itu, penggunaan pinjaman online serta layanan “beli sekarang bayar nanti” (paylater) juga semakin meningkat, yang mencerminkan sebagian masyarakat masih berusaha mempertahankan pola konsumsi meskipun kondisi keuangan tidak selalu mendukung. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penumpukan utang apabila tidak dikelola dengan bijak. Jika terus terjadi, keadaan tersebut dapat memengaruhi kestabilan keuangan masyarakat dan meningkatkan beban ekonomi rumah tangga di masa depan.

Dari sudut pandang ekonomi, daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan harga barang. Ketika harga meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan, maka daya beli akan menurun. Hal ini sejalan dengan teori ekonomi Keynesian yang menekankan bahwa konsumsi masyarakat merupakan penggerak utama perekonomian. Ketika konsumsi melemah, dampaknya dapat merambat ke sektor lain seperti produksi, lapangan kerja, hingga investasi (Keynes, 1936). Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan daya beli tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Menurut penulis, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena jika dibiarkan terlalu lama dapat memperlemah pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga dapat semakin menurun apabila tidak ada langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peran dari berbagai pihak. Pemerintah perlu menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan yang terlalu tinggi dan tidak terkendali. Selain itu, pembukaan lapangan pekerjaan baru juga sangat penting agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang lebih baik. Dukungan terhadap UMKM juga bisa menjadi salah satu solusi untuk menggerakkan ekonomi dari bawah. Di sisi lain, masyarakat juga perlu mulai belajar mengatur keuangan dengan lebih bijak agar pengeluaran bisa disesuaikan dengan kondisi pendapatan. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil. Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan kondisi ekonomi menjadi lebih baik.

Fenomena menurunnya daya beli masyarakat di Indonesia merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kenaikan harga barang, inflasi, dan pendapatan masyarakat yang tidak meningkat secara seimbang. Kondisi ini membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya dan lebih fokus pada kebutuhan utama. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh pelaku usaha dan pertumbuhan ekonomi secara umum. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah dapat berperan dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas lapangan kerja, sedangkan masyarakat perlu meningkatkan pengelolaan keuangan agar lebih efektif. Selain itu, dukungan terhadap UMKM dan peningkatan kualitas lapangan pekerjaan juga penting untuk membantu memperkuat perekonomian masyarakat. Dengan adanya langkah yang tepat dan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan kondisi ekonomi dapat menjadi lebih stabil sehingga daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dengan lebih baik.

Zulfia Rahmawati

251010550223

Program Studi Manajemen/Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Universitas Pamulang

Baca Juga

Pertumbuhan ekonomi

Ekonomi Mikro dan Makro: Dua Pilar Utama dalam Ilmu Ekonomi

1 July 2026
IMG 20260701 WA0020

Ekonomi Mikro dan Makro di Indonesia

1 July 2026
IMG 20260630 WA0063

Analisis Ekonomi Mikro Dalam Keputusan Konsumen Dan Produsen

1 July 2026
79e01a18 2319 4a6a b651 a7b28ed5cd9f

“Ummi, MBG Datang Hari Ini?” Antusiasme Anak-Anak TK Menyambut Program Makan Bergizi Gratis

29 June 2026

Sumber

John Maynard Keynes. (1936). The General Theory of Employment, Interest and Money. London: Macmillan.

Sitanggang, I., Habeahan, A., Aritonang, Y., Hutapea, P., & Sitompul, P. (2025). Pengaruh Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 26804–26810.

    Tags: Daya Beli
    Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Rutan Bengkulu Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang Pelaksanaan Fungsi Pengamanan dan Pengawasan Secara Virtual

    Next Post

    Tingkatkan Kewaspadaan dan Pengawasan, Lapas Mojokerto Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan

    Zulfia Rahmawati

    Zulfia Rahmawati

    Saya adalah seseorang yang senang belajar hal-hal baru dan aktif mengikuti berbagai kegiatan volunteer. Terkadang volunteer ini bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga menjadi cara untuk belajar, bertumbuh, dan memahami berbagai realitas sosial di sekitar.

    Related Posts

    Pertumbuhan ekonomi

    Ekonomi Mikro dan Makro: Dua Pilar Utama dalam Ilmu Ekonomi

    1 July 2026
    IMG 20260701 WA0020

    Ekonomi Mikro dan Makro di Indonesia

    1 July 2026
    IMG 20260630 WA0063

    Analisis Ekonomi Mikro Dalam Keputusan Konsumen Dan Produsen

    1 July 2026
    79e01a18 2319 4a6a b651 a7b28ed5cd9f

    “Ummi, MBG Datang Hari Ini?” Antusiasme Anak-Anak TK Menyambut Program Makan Bergizi Gratis

    29 June 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 05 21 at 15.59.14

    Tingkatkan Kewaspadaan dan Pengawasan, Lapas Mojokerto Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan

    WhatsApp Image 2026 05 21 at 10.36.57

    Langkah Nyata Lapas Mojokerto, Penanaman Benih Jadi Awal Penguatan Kemandirian Pangan

    WhatsApp Image 2026 05 21 at 17.23.31

    Paylater Makin Populer, Solusi Praktis Atau Ancaman Keuangan?

    IMG 20260521 WA0055

    Perkuat Komitmen Pengamanan dan Pengawasan, Lapas Bandanaira Ikuti Pengarahan Virtual Dirjenpas

    IMG 20260521 WA0091

    Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur Menindaklanjuti Arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Perkuat Keamanan dan Ketertiban Warga Binaan

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 20260705 WA0380

    Yasir Jakalba Ingatkan Gen Z: Investasi Leher ke AtasAset Termahal yang Sering Diabaikan

    5 July 2026
    images 2

    Siswa Berprestasi Sumsel dengan Segudang Sertifikasi Siber, Temukan Puluhan Kerentanan di Web Kampus dan Pemerintah

    5 July 2026
    WhatsApp Image 2026 07 04 at 20.42.49

    Grow Leadership Training, DWP Lapas Mojokerto Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan dan Kebersamaan

    4 July 2026
    IMG 1427

    Langkah Nyata Rawat Bumi, Pemuda Disabilitas Sukoharjo Sukses Gelar Pameran Topeng Limbah Kertas dan Resmikan Unit Usaha

    4 July 2026
    Pemasyarakatan, Lapas, Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, Narkoba di Lapas, Penyelundupan Narkoba

    Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Ditjenpas Hadapi Penyelundupan Narkoba di Lapas

    4 July 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Pemasyarakatan, Ditjenpas, Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Andika Saputra

    Lapas Kelas IIA Bengkulu Tingkatkan Imunitas ASN Melalui Pembagian Multivitamin

    4 July 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita