Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Pemira Unram: Pesta Aklamasi, Pencurian Demokrasi, dan Pembunuhan Karakter Mahasiswa!

kejanggalan & "pencurian demokrasi" di Pemira BEM Unram. Dari verifikasi kilat sampe protes mahasiswa gak digubris. Ada apa sebenernya?

Lalu Rosmawan by Lalu Rosmawan
11 May 2025
in Profil
A A
0
upload untuk web 1000 x 563 piksel 20250511 090959 0000
892
SHARES
1.3k
VIEWS

Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencerminkan esensi demokrasi dalam lingkup perguruan tinggi. Sebagai sebuah miniatur pemilu nasional, Pemira bukan hanya sekadar ajang formalitas pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), namun juga berfungsi sebagai sarana strategis untuk menanamkan dan membumikan nilai-nilai demokrasi di kalangan mahasiswa. Proses Pemira memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi untuk berkompetisi secara sehat, serta menjadi wadah untuk membentuk wacana kritis dan memperkuat kultur partisipatif di dalam komunitas akademik. Pemira yang ideal tidak hanya mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang baik, seperti langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL), namun juga bertujuan untuk menciptakan mekanisme regenerasi kepemimpinan yang berintegritas dan berbasis pada aspirasi mahasiswa. Melalui proses ini, diharapkan lahirnya pemimpin mahasiswa yang memiliki karakter tangguh, berkualitas, dan mampu merespons kebutuhan serta tantangan yang dihadapi oleh civitas akademika. Lebih jauh lagi, implementasi Pemira di perguruan tinggi menjadi indikator penting dalam menilai sejauh mana universitas dapat membina kultur demokratis di lingkup internalnya. Mengingat pentingnya peran kampus sebagai lembaga pendidikan, Pemira harus mampu menciptakan atmosfer yang dapat memfasilitasi diskusi terbuka, serta meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam pembuatan keputusan-keputusan penting. Di era keterbukaan informasi dan partisipasi publik yang semakin meningkat, universitas diharapkan dapat berfungsi sebagai laboratorium demokrasi yang sehat dan progresif, yang tidak hanya mengajarkan teori-teori demokrasi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam praktik yang nyata. Oleh karena itu, kualitas Pemira harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat, mulai dari pihak penyelenggara hingga mahasiswa itu sendiri, guna memastikan bahwa Pemira dapat mencerminkan semangat demokrasi yang sesungguhnya.

Namun, realitas yang ada di Universitas Mataram (Unram), salah satu kampus negeri terbesar di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan adanya gap yang signifikan antara idealisme dan praktik Pemira yang sesungguhnya. Meskipun Unram mencatatkan prestasi akademik yang gemilang, seperti menempati peringkat ke-23 dalam QS WUR Sustainability 2025 dan ke-22 dalam THE Impact Rankings 2024, kenyataannya di tingkat kemahasiswaan terdapat sejumlah permasalahan yang menggambarkan kegagalan dalam implementasi nilai-nilai demokrasi. Salah satu fenomena yang mencolok adalah pemilihan Ketua BEM yang sering berakhir dengan aklamasi, tanpa adanya proses kontestasi atau pilihan alternatif dari kalangan mahasiswa. Aklamasi ini meskipun sah secara administrasi, namun sesungguhnya mencerminkan lemahnya partisipasi mahasiswa, reduksi ruang untuk berdiskusi dan berdebat, serta minimnya dinamika politik dalam lingkungan kampus. Praktik seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak diberikan ruang untuk menyuarakan pandangan atau memilih calon pemimpin yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam konteks ini, aklamasi bukanlah hasil dari konsensus yang sehat, melainkan manifestasi dari proses yang tidak inklusif dan transparan. Ketika dinamika politik kampus tidak berjalan dengan semestinya, maka yang terjadi adalah stagnasi dalam perkembangan demokrasi dan kepemimpinan di tingkat mahasiswa. Sebagai hasilnya, kampus yang seharusnya menjadi ruang yang subur untuk ide-ide kritis dan progresif malah menjadi tempat yang kaku, di mana kesempatan bagi lahirnya pemimpin muda yang inovatif dan berani mengkritik sistem yang ada menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, kondisi ini sangat merugikan bagi pengembangan karakter mahasiswa dan demokrasi kampus secara keseluruhan.

Lebih lanjut, praktik demokrasi yang tercermin dalam Pemira di Universitas Mataram mengalami kemunduran yang cukup serius. Kasus yang paling menonjol dalam hal ini adalah pemilihan Ketua BEM Unram tahun 2025 yang penuh dengan pelanggaran terhadap petunjuk teknis dan asas keadilan yang seharusnya dipegang teguh oleh penyelenggara Pemira. Dalam pelaksanaannya, Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) telah melanggar sejumlah aturan internal, salah satunya dengan memanipulasi waktu pendaftaran dan verifikasi berkas calon Ketua BEM. Misalnya, meskipun hanya satu pasangan calon yang mendaftar, KPRM memutuskan untuk memperpanjang pendaftaran dan menerima pendaftar di luar jadwal yang telah ditentukan tanpa memberikan pemberitahuan yang layak kepada publik. Selain itu, proses verifikasi berkas dilakukan secara terburu-buru, di luar jam yang ditetapkan dalam pedoman teknis, dengan memberikan waktu yang sangat terbatas bagi calon untuk melengkapi berkas mereka. Praktik semacam ini menimbulkan kesan adanya upaya manipulasi sistematis yang bertujuan untuk menggugurkan salah satu calon demi memenangkan pihak tertentu. Fenomena ini menunjukkan bahwa Pemira Unram tidak hanya mengalami masalah prosedural, tetapi juga krisis substansial dalam implementasi demokrasi yang sesungguhnya. Aklamasi yang terjadi dalam konteks ini bukanlah hasil dari proses musyawarah yang sehat, melainkan hasil dari manipulasi yang mengabaikan prinsip inklusivitas dan transparansi. Lebih lanjut, pihak rektorat pun turut terlibat dalam menghalangi upaya mahasiswa untuk mengajukan gugatan atas pelanggaran yang terjadi, dengan menutup ruang diskusi dan penyelesaian sengketa tanpa alasan yang jelas. Keadaan ini mencerminkan ketidakseriusan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di kalangan mahasiswa, yang seharusnya menjadi perhatian utama bagi pihak universitas.

Baca Juga

Workshop copywriting dan AI bersama Ahmad Madani membahas strategi membuat konten yang menarik perhatian dan meningkatkan konversi

Siswa Labschool Belajar Mengubah Fitur Menjadi Manfaat

10 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 10 at 09.37.22

KUA Pangkalan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

10 September 2026
20260908 212839

Mempererat Ukhuwah dan Makmurkan Masjid, DPK BKPRMI Pangkalan Susu Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Sei Meran

10 September 2026
Darurrohmah Art Show 2026

Darurrohmah Art Show 2026 Meriahkan Puncak Harlah ke-5

10 September 2026

IMG 20250414 WA0054

Sebagai respons terhadap pelanggaran yang terjadi dalam Pemira Unram 2025, salah satu mahasiswa aktif, Maulana, mengajukan surat gugatan kepada Rektor Universitas Mataram. Dalam surat tersebut, Maulana menyampaikan berbagai keberatan terkait dengan proses verifikasi berkas yang tidak transparan, terburu-buru, dan tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Ia mengungkapkan bahwa proses verifikasi yang hanya diberi waktu dua jam sangat merugikan salah satu pasangan calon, yakni pasangan Wira-Affan, karena tidak diberikan waktu yang cukup untuk melengkapi kekurangan berkas. Selain itu, Maulana juga menyoroti tindakan Wakil Rektor III yang seharusnya bertanggung jawab dalam mengawasi jalannya Pemira, namun justru memilih untuk menandatangani berita acara aklamasi tanpa menyelesaikan masalah-masalah teknis yang telah terbukti cacat. Bahkan setelah dilakukan audiensi, Wakil Rektor III memilih untuk tidak terlibat dalam penyelesaian sengketa ini, yang menunjukkan adanya pembiaran birokratis terhadap krisis demokrasi yang terjadi di dalam tubuh kemahasiswaan. Surat gugatan yang diajukan oleh Maulana menuntut pembatalan berita acara aklamasi, evaluasi terhadap kinerja panitia dan birokrasi, serta desakan agar pihak rektorat membawa masalah ini kepada tim hukum universitas untuk mendapatkan penyelesaian yang adil. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan secara transparan dan adil, maka bukan hanya legitimasi BEM yang akan dipertaruhkan, melainkan juga kredibilitas universitas sebagai institusi yang seharusnya menjadi pelopor dalam menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan atau kegagalan dalam menyelesaikan permasalahan ini akan sangat menentukan arah perkembangan demokrasi kampus di masa depan.

 

    Share357Tweet223Share62Pin80SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Implementasi Good Corporate Governance (GCG) Pada Bank Syariah & Dampaknya Terhadap Kepercayaan Nasabah

    Next Post

    Miras Ilegal Hebohkan Pangkep!

    Lalu Rosmawan

    Lalu Rosmawan

    Related Posts

    Workshop copywriting dan AI bersama Ahmad Madani membahas strategi membuat konten yang menarik perhatian dan meningkatkan konversi

    Siswa Labschool Belajar Mengubah Fitur Menjadi Manfaat

    10 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 10 at 09.37.22

    KUA Pangkalan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

    10 September 2026
    20260908 212839

    Mempererat Ukhuwah dan Makmurkan Masjid, DPK BKPRMI Pangkalan Susu Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Sei Meran

    10 September 2026
    Darurrohmah Art Show 2026

    Darurrohmah Art Show 2026 Meriahkan Puncak Harlah ke-5

    10 September 2026
    Next Post
    Screenshot 20250510 135144 Chrome

    Miras Ilegal Hebohkan Pangkep!

    Dejan Fadia7

    Dua Pasangan Ganda Campuran Indonesia Melangkah ke Babak Semifinal Yonex Chinese Taipei Open 2025

    TRADE 20250510 095202 0000

    Perang Dagang AS-China: Dampaknya Nyata, Peluangnya Terbuka

    Abel, pelajar unggulan asal Jakarta dalam acara Festival Pelajar Unggulan.

    Abel, Pemuda Jakarta dengan Kiprah Internasional di Bidang Kesehatan dan Mental Remaja

    Screenshot 20250510 044151 Gallery

    Resolusi Hapkido Jakarta Utara Usai Audiensi ke KONI Jakarta Utara

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 09 11 at 08.33.21 200kb

    Lapas Mojokerto Ikuti Bimtek dan Penguatan Jejaring Kesehatan se-Jawa Timur

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 11 at 09.47.17

    Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bersama

    13 September 2026
    350 1024x683 1

    Membaca Laba Rugi Bukan Sekadar Rutinitas, Melainkan Seni Membaca Masa Depan

    12 September 2026
    whatsapp image 2026 09 09 at 14 54 43 2 6aa1211034777c3ae24dc063 200kb

    Perkuat Keamanan dan Ketertiban, Lapas Mojokerto Gelar Pengecekan Senjata Serta Kelengkapan Administrasi

    12 September 2026
    IMG 20260911 WA0007

    Balik Nama Tanah Lebih Cepat, Program Perintis Kantah Tangsel Dapat Apresiasi PPAT

    12 September 2026
    whatsapp image 2026 09 09 at 14 36 13 300kb 6aa10cf7c925c433026f0e57

    Perkuat Mitigasi Bencana, Lapas Mojokerto Jalin Silahturahmi dan Sinergi dengan BPBD Kota Mojokerto

    12 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita