Bengkulu – Kerapian area parkir menjadi salah satu cerminan kedisiplinan dan kualitas pelayanan publik di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu. Melalui penataan kendaraan yang tertib dan teratur, Bapas Kelas I Bengkulu terus membangun lingkungan pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan pemasyarakatan.
Upaya tersebut tidak terlepas dari peran Saprintoni, yang akrab disapa Pak Asep, selaku JFU Pelaksana pada Bagian Tata Usaha. Ia turut memperhatikan kerapian area parkir agar kendaraan pegawai maupun pengunjung ditempatkan secara teratur, sehingga tidak mengganggu akses keluar masuk dan aktivitas pelayanan di lingkungan kantor.
Bagi Pak Asep, menjaga kerapian parkir bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kantor yang tertib. Hal sederhana seperti mengarahkan posisi kendaraan, menjaga akses tetap terbuka, dan mengingatkan pengunjung agar memarkirkan kendaraan pada tempatnya dapat memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan bersama.
“Bagi saya, kerapian parkir merupakan bagian dari kedisiplinan yang harus diterapkan setiap hari. Kami ingin memastikan kendaraan tertata dengan baik, akses pelayanan tetap lancar, dan masyarakat merasa nyaman sejak pertama kali datang ke Bapas,” ujar Pak Asep.
Menurutnya, lingkungan kantor yang tertib membutuhkan kesadaran bersama. Tidak hanya petugas, pegawai dan pengunjung juga diharapkan ikut menjaga keteraturan dengan mematuhi arahan serta menggunakan area parkir sesuai peruntukannya.
Kerapian parkir juga memberikan kesan pertama bagi masyarakat yang berkunjung. Area yang tertata memudahkan pengunjung menemukan tempat parkir, membantu menjaga kelancaran mobilitas, serta mendukung terciptanya lingkungan pelayanan yang lebih aman dan nyaman. Dengan demikian, perhatian terhadap fasilitas sederhana dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Salah seorang pengunjung, Andi, mengapresiasi perhatian petugas terhadap keteraturan area parkir di Bapas Kelas I Bengkulu. Menurutnya, lingkungan yang tertata membuat pengunjung merasa lebih nyaman ketika datang untuk mengurus keperluan pelayanan.
“Kalau parkirnya rapi, kami sebagai pengunjung merasa lebih nyaman dan mudah mengakses kantor. Hal seperti ini memang terlihat sederhana, tetapi sangat membantu masyarakat. Semoga kebiasaan tertib seperti ini terus dipertahankan,” ungkap Andi.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan penyelesaian administrasi, tetapi juga dari perhatian terhadap kenyamanan masyarakat selama berada di lingkungan kantor.
“Pelayanan prima dimulai sejak masyarakat tiba di kantor. Kerapian parkir, kebersihan lingkungan, keramahan petugas, hingga ketertiban proses pelayanan merupakan satu kesatuan yang mencerminkan kedisiplinan dan tanggung jawab kita. Saya mengapresiasi kepedulian petugas seperti Pak Asep yang turut menjaga lingkungan kerja tetap tertib dan nyaman,” ujar Aidil.
Ia menambahkan, seluruh jajaran Bapas Kelas I Bengkulu perlu terus menanamkan budaya disiplin dan kepedulian terhadap fasilitas pelayanan. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berintegritas.
Melalui penataan area parkir yang konsisten, Bapas Kelas I Bengkulu berharap dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Kedisiplinan yang dimulai dari hal kecil diharapkan tumbuh menjadi budaya kerja bersama, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemasyarakatan di Provinsi Bengkulu.
Parkiran tertib, lingkungan nyaman, pelayanan pun semakin prima.





















