Sungai Penuh – Komunitas Oase Hikmah Aksara (OHARA) menyelenggarakan Diskusi Literer-Filosofis bertajuk Saat Agama Bertemu Budaya: Siapa Membentuk Siapa? pada Kamis (9/7/2026) di Mini Teater Perpustakaan IAIN Kerinci. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan Habib Hidayatullah, Lc., Founder Kerinci Circle, sebagai pemateri utama.
Sekitar 55 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar SMA/sederajat, organisasi, komunitas, dan masyarakat umum mengikuti diskusi yang berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan yang muncul selama sesi diskusi.
Dalam pemaparannya, Habib Hidayatullah menjelaskan bahwa agama dan budaya merupakan dua unsur yang selalu hadir berdampingan dalam kehidupan manusia. Agama berfungsi sebagai pedoman hidup, sementara budaya menjadi wujud cara berpikir, bertindak, dan mengekspresikan kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengulas beragam perspektif mengenai hubungan agama dan budaya, termasuk pandangan yang menganggap agama dapat menggeser tradisi budaya maupun sebaliknya. Menurutnya, relasi keduanya merupakan persoalan yang kompleks dan multidimensional sehingga tidak dapat dipahami secara hitam putih.
Diskusi juga mengangkat sejumlah persoalan mendasar, seperti bagaimana hubungan agama dengan budaya, bagaimana Islam berinteraksi dengan budaya lokal, bagaimana nenek moyang memandang Islam, hingga bagaimana sikap masyarakat masa kini dalam menyikapi perjumpaan antara nilai-nilai agama dan tradisi budaya.
Melalui kegiatan ini, Komunitas OHARA berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang kritis, terbuka, dan berbasis literasi bagi generasi muda. Diskusi literer-filosofis tersebut menjadi wadah untuk memperluas wawasan sekaligus mendorong peserta agar mampu memahami hubungan agama dan budaya secara lebih arif, kontekstual,dan ilmiah




















