Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto kembali menambah sebanyak 200 bibit itik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas bersama warga binaan di area pembinaan kemandirian Lapas Mojokerto, Senin (10/8).
Penambahan bibit itik menjadi langkah berkelanjutan dalam mengembangkan kegiatan peternakan di Lapas Mojokerto. Selain mengoptimalkan lahan dan sarana yang tersedia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dengan memberikan pengalaman kepada warga binaan dalam mengelola peternakan secara produktif.
Petugas bimbingan kerja, Bayu Rizqi Putra, bersama warga binaan inisial PW terlibat langsung dalam proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memantau kondisi dan pertumbuhan bibit itik.”Keterlibatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab warga binaan pemasyarakatan,”ujar Bayu.
Terpisah, Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan itik merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Mojokerto dalam mendukung ketahanan pangan.”Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pembekalan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,”jelas Arifin.
Melalui penambahan 200 bibit itik ini, Lapas Mojokerto terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi wujud dukungan terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kemandirian warga binaan.























