Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), salah satunya melalui penguatan program ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan dengan kegiatan penanaman benih cabai yang dilakukan oleh pegawai bersama peserta Program Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (18/8).
Petugas kegiatan kerja, Bayu Rizqi, mengatakan bahwa kegiatan penanaman dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas Mojokerto.”Pegawai dan peserta magang secara bersama-sama menyiapkan media tanam, menanam benih cabai, serta melakukan perawatan awal sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan untuk kegiatan produktif.”jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta magang, Isnaini Ainun, yang merupakan lulusan teknologi pertanian mengimplementasikan tata cara penanaman benih cabai. ”Cara menanam benih cabe dimulai dengan merendam benih dalam air hangat selama 3 jam dan memilih biji yang tenggelam. Setelah itu, semai benih pada media campur tanah dan sekam, tutup wadah agar lembab selama beberapa hari, rawat bibit hingga berumur 4 minggu, lalu pindahkan ke pot atau lahan.”jelasnya.
Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan sekaligus sarana membangun budaya kerja produktif di lingkungan Lapas. “Penanaman cabai ini menjadi salah satu langkah sederhana namun nyata dalam mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas. Kami berharap tanaman yang dikembangkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Mojokerto berkomitmen untuk terus mengembangkan pemanfaatan lahan secara produktif serta melibatkan berbagai unsur dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pembinaan yang berkelanjutan.





















