JAKARTA – Perkembangan ruang digital membuat generasi Z memiliki peran semakin besar dalam menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Bincang Damai bertema “Menjadi Indonesia: Merdeka, Berbeda dan Tetap Bersama” yang digelar Ruang Damai secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Showcase Ruang Damai Exhibition 2026 yang merefleksikan perjalanan lima tahun Ruang Damai. Diskusi menghadirkan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dan Ketua Umum Pengurus Pusat Mahasiswa Buddhis Indonesia periode 2026–2028, Apt. Agustina, S.Farm.
Direktur Eksekutif Ruang Damai, Zainal Abidin, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana masyarakat Indonesia dapat merawat kebersamaan tanpa harus menghilangkan identitas dan perbedaan yang dimiliki.
“Merdeka tidak hanya dimaknai tentang bebas saja, tetapi kita merdeka berpikir, merdeka menjadi diri sendiri,” ujar Zainal.
Pembahasan mengenai keberagaman kemudian dikaitkan dengan perjalanan terbentuknya identitas Indonesia. Prof. Semiarto Aji Purwanto menjelaskan bahwa Indonesia terus mengalami perubahan sejak 1928 hingga 1998. Perkembangan teknologi, budaya, aturan, dan sistem sosial turut membentuk cara masyarakat memahami identitas kebangsaan.
“Kemerdekaan harus berarti ruang untuk menjadi diri sendiri. Tentu untuk mewujudkan toleransi dengan hadir secara penuh dalam interaksi, perjumpaan dan kerja bersama lintas identitas,” jelas Prof. Aji.
Sementara itu, Apt. Agustina menyoroti posisi generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, anak muda perlu mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat serta tidak mudah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah.
Ia juga mengajak generasi muda mempelajari nilai Brahmavihara dalam ajaran Buddha sebagai salah satu landasan membangun toleransi. Nilai tersebut meliputi Metta atau cinta kasih, Karuna atau welas asih, Mudita atau turut bersukacita atas keberhasilan orang lain, dan Upekkha atau keseimbangan batin.
Melalui Bincang Damai edisi kemerdekaan, Ruang Damai mendorong generasi muda untuk menjadikan ruang digital sebagai tempat memperkuat perjumpaan dan penghargaan terhadap perbedaan, sehingga semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam kehidupan bersama.
Pewarta: Akbar Trio Mashuri
























