Gunungrejo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 67 mendorong pemanfaatan teknologi digital dan media promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Mbiru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program yang dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2026 tersebut mencakup pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps, pembuatan QRIS, serta pembuatan spanduk bagi sejumlah pelaku UMKM. Kegiatan dilakukan melalui pendataan, koordinasi dengan pemilik usaha, pengumpulan informasi, pendampingan, hingga penyelesaian media promosi. Program ini menyasar pelaku UMKM yang menjalankan usaha kuliner, laundry, dan usaha lainnya di Dusun Mbiru.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan pembuatan dan pengelolaan profil usaha melalui Google Maps. Terdapat lima UMKM yang didampingi untuk tercantum di Google Maps, yaitu Warung Seblak Mbiru, Warung Rujak Buk Jum, Warung Ibu Siti Aminah, Ratna Laundry, dan Mbakyah Kue. Dalam proses tersebut, mahasiswa membantu memasukkan informasi usaha yang diperlukan, seperti nama usaha, lokasi, kategori usaha, kontak, jam operasional, serta foto usaha. Keberadaan informasi tersebut memungkinkan lokasi dan informasi dasar UMKM dapat ditemukan melalui layanan pencarian dan peta digital.
Selain Google Maps, KKN MAs Kelompok 67 memberikan pendampingan pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital. Dari pendampingan tersebut, satu UMKM, yaitu Ratna Laundry, memperoleh QRIS untuk mendukung transaksi pembayaran secara non-tunai. Pendampingan dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai penggunaan pembayaran digital serta membantu proses pendaftaran sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. QRIS dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pembayaran bagi konsumen yang menggunakan transaksi non-tunai.
Program lainnya berupa pembuatan spanduk sebagai media identitas dan promosi usaha. Sebanyak empat spanduk dibuat untuk pelaku UMKM, yaitu Warung Ibu Siti Aminah, Ratna Laundry, Mbakyah Kue, dan Warung Gotong Royong milik Pak Jupri. Spanduk memuat identitas usaha agar keberadaan tempat usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Setelah proses pembuatan, spanduk disiapkan untuk digunakan sebagai media informasi dan identitas pada lokasi masing-masing usaha.
Pelaksanaan program diawali dengan pendataan UMKM yang terdapat di Dusun Mbiru. Mahasiswa kemudian berkoordinasi dengan pemilik usaha untuk mengetahui kebutuhan masing-masing UMKM terkait media promosi dan pemanfaatan teknologi digital. Berdasarkan hasil pendataan tersebut, pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan, mulai dari pembuatan profil usaha di Google Maps, pendampingan QRIS, hingga pembuatan spanduk. Tahapan kegiatan dilakukan bersama pelaku usaha agar informasi yang digunakan sesuai dengan kondisi masing-masing UMKM.
Program digitalisasi dan promosi tersebut menghasilkan beberapa bentuk dukungan bagi pelaku UMKM di Dusun Mbiru. Lima UMKM memperoleh pendampingan Google Maps, satu UMKM memperoleh QRIS, dan empat UMKM memperoleh spanduk sebagai media identitas usaha. Data tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberikan media pendukung yang dapat digunakan pelaku usaha dalam memperkenalkan keberadaan usahanya kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 67 memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan sarana digital dan media promosi yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Google Maps digunakan untuk membantu keberadaan usaha tercantum pada peta digital, QRIS menjadi alternatif pembayaran non-tunai, sedangkan spanduk digunakan sebagai identitas sekaligus media informasi usaha. Program ini menjadi bagian dari kegiatan KKN MAs Kelompok 67 dalam mendampingi masyarakat Desa Gunungrejo, khususnya pelaku UMKM di Dusun Mbiru, dalam pemanfaatan teknologi dan media promosi untuk mendukung kegiatan usaha.
KKN MAs sendiri adalah program Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pada tahun 2026 ini, KKN MAs dipusatkan di wilayah Malang Raya dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah. Program ini diikuti oleh 59 kampus PTMA dari seluruh Indonesia.
Kelompok 67 KKN MAS terdiri dari 13 mahasiswa yang berasal dari 11 perguruan tinggi, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Gombong, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Universitas Muhammadiyah Buton.
Selain Program Digitalisasi dan Promosi UMKM, Kelompok 67 juga melaksanakan program padabidang kesehatan meliputi Edukasi Kepatuhan Pengobatan dan Terapi Komlementer Pada Pasien Hipertensi dan Stimulation System Sensory & Balance Playground. Pada bidang pendidikan meliputi Peningkatan Literasi dan Keterampilan TIK melalui Media Video Pembelajaran dan Game Interaktif, Sosialisasi Anti-Bullying dan pengembangan Kotak Aduan, dan Pikoedukasi Psychological Safety dan Penyediaan Kotak Aduan, serta pada bidang wisata yaitu Pembuatan Papan Informasi Sejarah Sumber Nagan.
























