TARAKAN, NNC – Pembangunan sumber daya manusia di wilayah luar Pulau Jawa terus menunjukkan tren yang positif dan membanggakan. Hal ini dibuktikan oleh Riskiaji, seorang pemuda berbakat asal Tarakan, Kalimantan Utara, yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang keahlian teknis pengelasan (welding). Tidak hanya diakui di tingkat nasional, kemampuannya kini telah memenuhi kualifikasi standar industri global.
Dalam dunia industri berat seperti pertambangan, minyak dan gas (migas), serta konstruksi infrastruktur, keahlian pengelasan bukanlah sekadar menyambung besi. Profesi ini menuntut tingkat presisi, keamanan, dan sertifikasi yang sangat ketat. Menyadari hal tersebut, Riskiaji mendedikasikan waktunya untuk terus mengasah keterampilan hingga berhasil meraih berbagai pencapaian prestisius.
Puncak pembuktian kompetensinya di tingkat nasional terjadi pada tahun 2023. Ia sukses meraih predikat Juara 1 dalam ajang Lomba Kompetensi Indonesia (LKI) Batam Welding Competition 2023. Kompetisi bergengsi yang turut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara ini menjadi wujud nyata pengakuan atas keahlian pengelasan tingkat tinggi yang dimiliki oleh talenta muda daerah.
Tidak berpuas diri dengan gelar juara nasional, pemuda asal Tarakan ini melebarkan sayapnya untuk meraih pengakuan dunia. Ia kini memegang gelar resmi International Plate Welder 135/Carbon Steel yang diterbitkan oleh International Institute of Welding (IIW), sebuah lembaga otoritas pengelasan yang diakui secara global. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Anggota Resmi (Student Member) dari American Welding Society (AWS), yang menghubungkannya dengan jaringan ilmuwan dan praktisi pengelasan terkemuka di dunia.
Di ranah domestik, Riskiaji telah melengkapi dirinya dengan legalitas profesi yang mumpuni. Ia mengantongi dua sertifikat keahlian resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kualifikasi tersebut meliputi Juru Las SMAW Posisi 3G, serta kualifikasi tingkat lanjut untuk SMAW Posisi 6GR Pipa. Keahlian posisi 6GR merupakan salah satu tingkatan paling sulit karena menuntut kemampuan menyambung pipa dari berbagai arah dan sudut, sebuah keahlian yang sangat vital dalam proyek-proyek energi dan konstruksi lepas pantai.
Seiring dengan perkembangan teknologi industri, kompetensi teknis juga harus terus diperbarui. Pada Maret 2025, Riskiaji berhasil menyelesaikan pelatihan Pengelasan FCAW/136 Posisi 3G/PF di Kampuh Welding Indonesia. Melalui pelatihan ini, ia menguasai proses las menggunakan kawat berinti-fluks (flux-cored) yang sangat dibutuhkan untuk pekerjaan perbaikan alat-alat berat dan struktur luar ruang yang rentan terhadap tekanan cuaca.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, aspek keselamatan kerja adalah harga mati di sektor industri berat. Untuk memenuhi kriteria tersebut, Riskiaji juga telah mengantongi sertifikat Basic HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) Learning yang diselenggarakan oleh SKK Migas dan Pertamina EP. Sertifikasi ini memastikan bahwa dirinya telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan sesuai dengan persyaratan ketat perusahaan tambang dan kilang minyak.
Kisah perjalanan Riskiaji dari Tarakan menjadi ahli las bersertifikat internasional memberikan pesan yang kuat. Melalui ketekunan dalam berlatih berbagai posisi dan jenis pengelasan, ia kini tumbuh menjadi tenaga ahli yang sangat siap diterjunkan di sektor pertambangan, perminyakan, maupun perbaikan alat berat. Prestasinya sekaligus menjadi bukti nyata bahwa bakat muda dari Kalimantan Utara memiliki daya saing yang tinggi dan mampu sejajar dengan tenaga kerja profesional di kancah dunia.
Tag/Kata Kunci: #PemudaBerprestasi #Tarakan #KalimantanUtara #Pengelasan #SertifikasiInternasional #Humaniora #KisahInspiratif #IndustriBerat






















