BENGKULU SELATAN – Upaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih dekat, cepat, dan humanis kepada masyarakat terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Bengkulu melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.
Hal tersebut terlihat dalam agenda kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu, Toni Nainggolan, ke Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir. Susmanto, M.M, didampingi Asisten I Isran Kasiri, Asisten II, Inspektur Daerah, serta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem). Sementara dari jajaran Ditjen PAS Bengkulu turut hadir Kabag Tata Usaha dan Umum, Kepala Rutan Manna, serta Kasi Bimbingan Klien Anak (BKA).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kanwil Ditjen PAS Bengkulu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan atas dukungan terhadap berbagai program pemasyarakatan yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan di Rutan Manna.
Salah satu pembahasan penting dalam silaturahmi tersebut yakni terkait proses bantuan hibah dari Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan untuk pembangunan kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Manna yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi hibah.
Keberadaan Bapas Manna nantinya dinilai sangat strategis dalam mendukung pelayanan pemasyarakatan, khususnya pembimbingan klien pemasyarakatan, pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum, serta penguatan program reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu, Toni Nainggolan, mengatakan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pembinaan sosial masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan terhadap program-program pemasyarakatan, termasuk proses hibah pembangunan Kantor Bapas Manna. Kehadiran Bapas nantinya diharapkan mampu memperkuat pelayanan pembimbingan dan pendampingan masyarakat secara lebih optimal,” ujar Toni Nainggolan.
Menurutnya, pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam rutan atau lapas, tetapi juga bagaimana menghadirkan program pembinaan berkelanjutan agar warga binaan mampu kembali menjadi pribadi yang produktif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menyebut pembangunan Bapas Manna akan memberikan dampak positif yang besar terhadap efektivitas pelayanan hukum dan sosial bagi masyarakat Bengkulu Selatan.
“Dengan hadirnya Bapas Manna nantinya, pelayanan kepada masyarakat akan semakin mudah dijangkau. Proses pendampingan klien pemasyarakatan, anak berhadapan dengan hukum, hingga pembinaan reintegrasi sosial dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal,” jelas Aidil Jumidi.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Bapas sangat penting dalam membantu proses perubahan perilaku dan pemulihan sosial klien pemasyarakatan agar mampu diterima kembali oleh lingkungan masyarakat.
“Tujuan utama pemasyarakatan adalah membina dan mengembalikan warga binaan menjadi manusia yang lebih baik serta mampu hidup secara mandiri dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Kanwil Ditjen PAS Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, diharapkan pelayanan pemasyarakatan di wilayah Bengkulu semakin berkualitas, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

















