MAJALENGKA – Ketika sebagian warga masih kesulitan mendapatkan air bersih, distribusi air menggunakan truk tangki kembali menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. PDAM Majalengka bersama Polres Majalengka mengerahkan bantuan air bersih ke delapan kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jumat (16/10/2026).
Sebanyak 20 unit truk tangki air bersih dilepas dari Markas Polres Majalengka sekitar pukul 10.00 WIB. Langkah ini menjadi bentuk kolaborasi lintas instansi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Pelepasan armada dipimpin langsung Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Ngadiman, S.Kom. Hadir pula Kasubag Informasi dan Pemasaran PDAM Majalengka, Hj. Cucu Ratnasari, S.E., jajaran pejabat utama Polres, serta para kapolsek penerima bantuan.
Kapolres menegaskan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari program sosial kepolisian yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan PDAM.
“Hari ini alhamdulillah kita kembali melepas 20 unit truk tangki air bersih secara serentak menuju kantong-kantong permukiman warga. Ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan kami untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap terpenuhi,” ujar Aldy.
Delapan Kecamatan Menjadi Sasaran
Distribusi air bersih diarahkan ke Kecamatan Ligung, Kasokandel, Majalengka, Palasah, Kertajati, Maja, Cigasong, dan Kadipaten. Penyaluran ini diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
Keterlibatan PDAM Majalengka menjadi bagian penting dalam upaya membantu masyarakat memperoleh akses air bersih. Namun, bantuan melalui truk tangki juga menyisakan pertanyaan mendasar: sejauh mana ketersediaan air bersih dapat dijamin secara berkelanjutan agar warga tidak terus bergantung pada distribusi darurat?
Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar bantuan sosial, melainkan kebutuhan dasar yang harus tersedia. Karena itu, selain distribusi langsung, kepastian pasokan dan pemerataan layanan air bersih perlu menjadi perhatian bersama.
Polres Majalengka menyatakan kehadiran kepolisian tidak hanya berfokus pada keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga merespons persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi dengan PDAM dan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Langkah berikutnya adalah memastikan persoalan akses air bersih ditangani secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan lebih baik. ** (Agit)






















