Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira gelar program Calistung (Baca, Tulis, dan Hitung) sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, Rabu (6/5). Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan literasi dasar bagi Warga Binaan.
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut diikuti oleh Warga Binaan yang masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Dengan metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan menyesuaikan latar belakang Warga Binaan, program ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif dan efektif.
Pelaksana Harian Kepala Bandanaira, Amier Azan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek mental, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dasar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
”Melalui program Calistung ini, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal dasar literasi yang memadai. Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi mereka untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,”
Pelaksanaan program melibatkan petugas Lapas sebagai fasilitator pembelajaran serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang berperan sebagai tenaga pengajar. Kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana pembelajaran sederhana dan pendekatan bertahap agar materi dapat dipahami dengan baik oleh Warga Binaan.
Salah satu peserta magang yang terlibat sebagai tenaga pengajar, Denada Rifka Netiara, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga membuka pehamanan tentang kondisi dan kebutuhan Warga Binaan.
”Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Kami juga melihat secara langsung semangat belajar Warga Binaan yang menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ungkap Denada.
Antusiasme juga disampaikan salah satu Warga Binaan, Topan, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, namun kini mulai mengalami peningkatan kemampuan.
”Saya sangat terbantu dengan kegiatan ini karena sekarang lebih percaya diri untuk membaca dan menulis,” katanya.
Program Calistung di Lapas Bandanaira diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan Warga Binaan yang lebih mandiri, percaya diri, dan siap berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pembinaan. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak Warga Binaan untuk memperoleh pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 9 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. (Humas/LT)




















