Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto kembali menggelar kegiatan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kristiani yang dilaksanakan di Aula Utama Lapas Mojokerto, Minggu (19/4).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak beribadah bagi WBP sekaligus bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin diselenggarakan di dalam lapas.
Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Para WBP Kristiani mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pujian, doa, hingga penyampaian firman Tuhan dengan tertib serta penuh penghayatan.
Selama kegiatan berlangsung, petugas lapas turut melakukan pengawasan dan pendampingan guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui pembinaan kerohanian ini, diharapkan para WBP dapat memperoleh ketenangan batin, memperkuat iman, serta meningkatkan kesadaran diri untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. “Kami terus berupaya memberikan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual seluruh warga binaan sesuai keyakinannya, sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan, Lapas Mojokerto berkomitmen menciptakan lingkungan yang harmonis, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mendukung proses pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan bagi seluruh WBP.




















