Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Generasi Gadget : Maju Tak Gentar, Membela yang Bayar!

“Maju tak gentar, membela yang benar. Maju tak gentar, hak kita diserang. Maju tak serentak, mengusir penyerang. Maju serentak, tentu kita menang.”

Rahatyadi Puspa Asri by Rahatyadi Puspa Asri
22 July 2025
in Opini
A A
0
gambar artikel
858
SHARES
1.2k
VIEWS

Penggalan lagu wajib yang begitu menggugah ini tentu tak asing bagi generasi X hingga milenial. Lagu Maju Tak Gentar karya Cornel Simanjuntak yang diciptakan pada tahun 1944, mengusung semangat patriotisme yang kuat dan menanamkan nilai bela negara pada generasi awal Indonesia merdeka. Namun, ironi terjadi ketika lagu ini kini diplesetkan oleh sebagian Gen-Z dan Gen Alpha menjadi “Maju Tak Gentar Membela yang Bayar.” Hilang sudah semangat juang. Rasa kebangsaan pun mulai luntur. Lantas, di mana letak kesalahannya?

Pada hakikatnya, bela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional mendefinisikan bela negara sebagai tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara—baik secara individu maupun kolektif—dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara, yang dilandasi oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Wawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta tanah air seharusnya ditanamkan sejak dini—di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun kini, realitas berkata lain. Sekolah seolah hanya menjadi tempat meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ), sementara masyarakat tampak abai terhadap pembentukan karakter generasi muda. Upacara bendera yang seharusnya menjadi bentuk penghormatan atas jasa pahlawan, justru dianggap sebagai beban “berpanas-panasan.” Perayaan Hari Kemerdekaan yang semestinya menjadi momen refleksi dan syukur, kini terasa hanya sebagai rutinitas tanpa makna.

Pemahaman sempit tentang bela negara yang hanya dikaitkan dengan tugas TNI dan Polri dalam menghadapi ancaman fisik eksternal menunjukkan perubahan paradigma akibat kurikulum pendidikan yang kurang mengakomodasi nilai-nilai kebangsaan secara utuh. Padahal, di era digital seperti sekarang—di tengah pesatnya perkembangan Internet of Things, big data, dan kecerdasan buatan (AI)—ancaman terhadap bangsa tidak lagi semata berbentuk fisik, tetapi juga bersifat masif melalui dunia maya.

Baca Juga

Quiet Quitting

Fenomena “Quiet Quitting” di Kalangan Gen Z: Tantangan Baru Dunia Kerja

7 May 2026
IMG 20260503 210051 902 2

mengelola uang dengan bijak

4 May 2026
IMG 3417

Analisis Keterkaitan Perkembangan Ekonomi Di Indonesia

4 May 2026
Manajemen Operasional

Strategi Manajemen Operasional untuk Mencapai Efisiensi Produksi

4 May 2026

Ancaman itu datang dari maraknya penyalahgunaan teknologi, seperti minimnya literasi digital, penyebaran hoaks, judi online, pencurian data pribadi, pornografi, hingga radikalisme digital. Semua ini diperparah oleh kurangnya regulasi ketat serta minimnya edukasi bijak dalam menggunakan media sosial. Akibatnya, timbul konflik vertikal dan horizontal, kebencian antarsuku, agama, ras, serta peningkatan kasus perundungan siber, diskriminasi gender, dan kriminalitas.

Lebih jauh, degradasi karakter bangsa tampak jelas melalui perilaku egois, pelanggaran hukum, minimnya etika dan disiplin, korupsi, perusakan lingkungan, serta vandalisme terhadap fasilitas umum. Hal ini menunjukkan urgensi pembentukan karakter di sekolah melalui pendidikan budi pekerti yang integratif. Sayangnya, masih banyak tenaga pendidik yang belum kompeten dalam menerapkan nilai moral dan akhlak dalam pembelajaran. Maka, guru sebagai agen perubahan harus dibekali dengan kemampuan menanamkan wawasan kebangsaan, toleransi, persatuan, kebhinekaan, dan semangat patriotisme.

Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan konsep Tri Pusat Pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Artinya, keluarga juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak. Maka, setelah membahas peran pemerintah dan pendidikan, mari kita soroti peran keluarga. Beberapa langkah sederhana, murah, dan efektif yang dapat dilakukan keluarga dalam menumbuhkan cinta tanah air di era teknologi antara lain: mengajarkan pola hidup sehat, mendukung hobi anak dengan teknologi bermanfaat seperti game edukatif atau e-sport yang diperlombakan, mengajarkan keterampilan multimedia, desain digital, hingga ekonomi kreatif berbasis daring.

Dengan perencanaan dan kolaborasi dari tingkat keluarga hingga pemerintah, kita bisa membangun benteng karakter bangsa yang tangguh. Setiap warga negara harus terus disegarkan dengan kesadaran akan pentingnya bela negara. Ingatan kolektif yang menyatukan Sabang hingga Merauke harus didekatkan kembali kepada generasi muda, agar cita-cita bangsa seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dapat terwujud di masa depan.

    Share343Tweet215Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Edukasi Usaha Lokal Melalui TTG Infografis dan Videografis Berbasis KBLI 2020 di Kelurahan Mergosono oleh Mahasiswa PKM-T Kelurahan CANTIK Departemen Statistika FMIPA Universitas Brawijaya

    Next Post

    Menteri Nusron Dampingi Presiden Prabowo Resmikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih

    Rahatyadi Puspa Asri

    Rahatyadi Puspa Asri

    Pemuja Fantasi!

    Related Posts

    Quiet Quitting

    Fenomena “Quiet Quitting” di Kalangan Gen Z: Tantangan Baru Dunia Kerja

    7 May 2026
    IMG 20260503 210051 902 2

    mengelola uang dengan bijak

    4 May 2026
    IMG 3417

    Analisis Keterkaitan Perkembangan Ekonomi Di Indonesia

    4 May 2026
    Manajemen Operasional

    Strategi Manajemen Operasional untuk Mencapai Efisiensi Produksi

    4 May 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2025 07 22 at 07.59.05

    Menteri Nusron Dampingi Presiden Prabowo Resmikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih

    Budaya

    Budaya Lokal yang Terlupakan: Krisis Identitas di Kalangan Generasi Muda

    IMG 3517

    Makan Bergizi Gratis yang Berujung Petaka: Refleksi Kritis atas Kasus Keracunan Makanan di NTT

    1 1

    Matrikulasi: Membangun Fondasi untuk Belajar Lebih Cepat di El Haqqa Qur'anic School

    sIIs8qcw

    Erwin Aksa Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan
    Berita Utama

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    by Redaksi
    6 May 2026
    0

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan...

    Read moreDetails
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 05 07 at 14.57.45

    LPP Bengkulu Gelar Razia Rutin Area Kantin

    7 May 2026
    Quiet Quitting

    Fenomena “Quiet Quitting” di Kalangan Gen Z: Tantangan Baru Dunia Kerja

    7 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 07 at 13.44.44

    Seni Tetap Tumbuh Di Balik Tembok, Warga Binaan Lapas Mojokerto Ciptakan Patung Gajah Mada

    7 May 2026
    67689a13 8eca 4d80 a633 5147095daf2c

    Perkuat Keamanan dan Ketertiban, Rutan Bengkulu Laksanakan Razia Rutin Blok Hunian

    7 May 2026
    IMG 20260507 WA0052

    DWP Lapas Bandanaira Perkuat Kebersamaan Melalui Pertemuan Rutin dan Arisan

    7 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 07 at 13.08.33

    Perkuat Sinergi Pengamanan, Rutan Bengkulu Koordinasi dengan Sahabat IMIPAS

    7 May 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita