Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. EduRescue Mannequin, startup mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, berhasil melangkah dari sebuah gagasan inovatif menjadi startup berbasis kesehatan yang memperoleh pendanaan nasional melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Tak hanya berhasil menembus pendanaan nasional, EduRescue Mannequin juga mencatatkan sejumlah prestasi dalam berbagai ajang kewirausahaan dan inovasi mahasiswa tingkat nasional. Startup ini menghadirkan inovasi media pembelajaran dan layanan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dirancang lebih interaktif, praktis, dan mudah dipahami masyarakat.
Kehadiran EduRescue Mannequin berangkat dari kepedulian tim terhadap masih perlunya peningkatan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya ketika menghadapi kondisi henti jantung. Dalam situasi kegawatdaruratan, kemampuan memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa UMP mengembangkan EduRescue Mannequin sebagai media pendukung pelatihan BHD yang memungkinkan peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Peserta dapat berlatih teknik resusitasi jantung paru (RJP) melalui pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif dan interaktif.
Konsep pembelajaran berbasis praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, kepercayaan diri, sekaligus kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar.
“Kami percaya bahwa keterampilan Bantuan Hidup Dasar merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki setiap orang. Melalui EduRescue Mannequin, kami ingin menghadirkan layanan pelatihan yang inovatif, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesiapan untuk menjadi penolong pertama dalam situasi darurat,” ungkap Hanif Prasetya, dosen pendamping Tim EduRescue Mannequin.
Tembus Pendanaan P2MW dan Raih Prestasi Nasional

Perjalanan EduRescue Mannequin tidak berhenti pada tahap pengembangan inovasi. Produk tersebut mulai diarahkan menjadi startup berbasis solusi kesehatan dengan model usaha yang berkelanjutan.
Keseriusan dalam mengembangkan inovasi dan bisnis membawa EduRescue Mannequin berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan memperoleh pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha mahasiswa. Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam membawa inovasi mahasiswa UMP dari lingkungan akademik menuju dunia kewirausahaan yang lebih luas.
Prestasi EduRescue Mannequin juga terlihat dalam Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN) Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, EduRescue Mannequin berhasil meraih Juara 3 Kategori Teknologi. Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan tim dalam memadukan inovasi di bidang kesehatan dengan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
Kiprah EduRescue Mannequin kembali berlanjut dalam Kompetisi dan Pameran Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa UAD FAIR 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan. Dalam kompetisi tersebut, tim berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu Juara 2 Video Kreatif, Harapan 1 Inovasi Produk, dan Harapan 1 Stand Terunik.
Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa UMP tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Empat Mahasiswa di Balik EduRescue Mannequin
EduRescue Mannequin dikembangkan oleh empat mahasiswa UMP, yaitu Fata Nur Almaidah, Rendra Aji Syaputra, Cindy Febriani, dan Dwi Apriliana. Dalam proses pengembangan usaha, tim mendapatkan pendampingan dari Ns. M. Hanif Prasetya Adhi, S.Kep., M.Kep., yang juga terlibat dalam Startup Incubator ISBI UMP sekalidus dosen pendamping.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan EduRescue Mannequin. Proses pengembangan tidak hanya berfokus pada penyempurnaan produk, tetapi juga mencakup penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan model bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga upaya memperluas jangkauan pasar.
Melalui proses tersebut, EduRescue Mannequin terus diarahkan agar mampu berkembang dari sebuah inovasi mahasiswa menjadi startup healthtech yang memiliki keberlanjutan usaha sekaligus memberikan dampak sosial.
Keberhasilan EduRescue Mannequin juga menjadi gambaran nyata bagaimana ekosistem inovasi dan kewirausahaan di UMP terus mendorong mahasiswa untuk memiliki orientasi lebih luas. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga didorong untuk mampu menciptakan inovasi, membangun usaha, serta menghadirkan solusi berdasarkan kompetensi dan bidang keilmuan yang dimiliki.
Perluas Edukasi BHD dan Hadirkan Dampak Sosial

Ke depan, EduRescue Mannequin diarahkan untuk memperluas layanan pelatihan Bantuan Hidup Dasar ke berbagai segmen pengguna, mulai dari sekolah, institusi kesehatan, organisasi, hingga masyarakat umum.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadikan EduRescue Mannequin bukan sekadar inovasi yang tampil dalam kompetisi, tetapi berkembang menjadi startup yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Melalui startup berbasis kesehatan ini, mahasiswa UMP berupaya mengambil bagian dalam memperluas edukasi Bantuan Hidup Dasar sekaligus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Kehadiran EduRescue Mannequin menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan, inovasi, kewirausahaan, dan kebermanfaatan sosial dapat berjalan secara beriringan. Berawal dari ruang perkuliahan dan kepedulian terhadap persoalan kesehatan di masyarakat, mahasiswa UMP mampu mengembangkan sebuah gagasan menjadi inovasi, meraih prestasi nasional, menembus pendanaan P2MW, hingga diarahkan menjadi startup healthtech berkemajuan.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dapat menghasilkan karya untuk memenangkan kompetisi, tetapi juga mampu membangun solusi yang memiliki nilai ekonomi, nilai inovasi, serta dampak nyata bagi masyarakat.
























