Mojokerto – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, meninjau langsung progres pembangunan kandang itik di area Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Mojokerto, sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle), Jumat (25/6).
Pembangunan kandang itik tersebut menjadi salah satu langkah nyata Lapas Mojokerto dalam mengoptimalkan lahan yang ada agar lebih produktif dan bernilai guna. Program ini diharapkan mampu mendukung upaya pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam peninjauan tersebut, Kalapas memastikan langsung progres pembangunan kandang yang dikerjakan di area Bimker. Ia juga melihat kesiapan sarana yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pengembangan peternakan itik, sebagai bagian dari program pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan warga binaan.
Arifin Akhmad menegaskan bahwa pengembangan sektor peternakan ini bukan hanya sekadar pemanfaatan lahan kosong, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana. Dengan demikian, pembinaan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada aktivitas di dalam lapas, tetapi juga pada bekal nyata untuk reintegrasi sosial.
Menariknya, proses pembangunan kandang itik tersebut juga melibatkan warga binaan. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, di mana warga binaan diberi ruang untuk belajar, bekerja, dan terlibat langsung dalam kegiatan produktif yang memiliki manfaat jangka panjang.
Selain meninjau pembangunan kandang itik, Kalapas Mojokerto juga meninjau hasil karya warga binaan di area Bimker, di antaranya proses pembuatan lukisan serta patung Gajah Mada. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas Mojokerto tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, tetapi juga menyentuh bidang seni dan kreativitas sebagai wadah pengembangan bakat warga binaan.
Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Mojokerto terus berkomitmen mendukung pelaksanaan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Diharapkan, seluruh kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif.






















