25 Juni 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai pelatihan keterampilan yang bersifat aplikatif dan berorientasi pada kesiapan kerja. Salah satu program yang masih terus berjalan hingga saat ini adalah pelatihan keterampilan potong rambut melalui Rubero Barbershop yang berada di lingkungan Rutan Bengkulu, Kamis (25/6).
Kegiatan pembinaan tersebut menjadi salah satu sarana bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan di bidang jasa tata rambut sekaligus memberikan pengalaman praktik secara langsung. Dalam pelaksanaannya, Rubero Barbershop tidak hanya difungsikan sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai media pembelajaran usaha yang dapat menjadi bekal setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian seperti Rubero Barbershop merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat. Oleh karena itu, Rutan Bengkulu terus berupaya mengoptimalkan berbagai program pelatihan agar dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
“Melalui Rubero Barbershop ini, warga binaan tidak hanya belajar teknik dasar potong rambut, tetapi juga dilatih untuk memahami etika kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan. Harapan kami, keterampilan ini dapat menjadi modal mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujar Tomy.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelatihan di Rubero Barbershop dilakukan secara terjadwal dengan pendampingan petugas yang berkompeten di bidangnya. Warga binaan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang telah dipelajari dengan tetap berada dalam pengawasan ketat guna menjaga ketertiban dan keamanan.
Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta motivasi warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti. Melalui kegiatan ini, mereka didorong untuk memiliki semangat berwirausaha dan kemampuan kerja yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Rutan Bengkulu juga terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap program pembinaan kemandirian agar dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu fokus dalam meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan kepada warga binaan.
Dengan adanya program Rubero Barbershop ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat, produktif, dan mampu menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial, sehingga setelah bebas nanti mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, terampil, dan berdaya guna.





















