Jakarta – Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pelaku usaha dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut dapat dilihat pada Ramuraga Kombucha, produsen minuman probiotik alami yang memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan bisnis.
Menurut Nurramanda Eswin, karyawan Ramuraga Kombucha, bisnis ini berawal dari hobi sang pendiri yang membuat kombucha untuk dikonsumsi sendiri. Pada masa pandemi COVID-19, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan membuka peluang bagi produk kombucha untuk dikenal lebih luas. Berawal dari penjualan kepada teman-teman terdekat, Ramuraga kemudian berkembang menjadi bisnis yang berfokus pada penyediaan minuman probiotik alami.
Ramuraga memiliki visi untuk memperkenalkan kombucha sebagai minuman sehat, menyegarkan, dan alami kepada masyarakat Indonesia. Produk yang dihasilkan dibuat menggunakan kultur SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) serta bahan-bahan alami berkualitas. Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan menjalankan beberapa misi, yaitu menyediakan minuman probiotik yang sehat dan berkualitas, mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kombucha dan gaya hidup sehat, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, serta mendukung pemberdayaan perempuan. Seluruh anggota tim Ramuraga merupakan perempuan yang berperan aktif dalam pengembangan bisnis dan menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam dunia usaha.
Perjalanan bisnis Ramuraga tidak terlepas dari berbagai tantangan. Pada masa awal berdiri, perusahaan menghadapi kesulitan dalam membangun kepercayaan pelanggan karena kombucha masih belum banyak dikenal oleh masyarakat. Selain itu, perusahaan juga mengalami kendala dalam mencari pemasok bahan baku yang mampu menyediakan kualitas dan harga yang konsisten. Melalui proses evaluasi dan pencarian vendor yang berkelanjutan, perusahaan akhirnya berhasil menemukan pemasok yang dapat mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Ramuraga memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen untuk mengelola berbagai informasi penting perusahaan. Sistem tersebut digunakan untuk mengelola pesanan dari berbagai platform penjualan seperti Shopee dan Tokopedia, memantau stok produk, mencatat data penjualan, serta mengelola data pelanggan. Informasi yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan operasional.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan Ramuraga. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop membantu perusahaan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan akses pelanggan terhadap produk. Selain itu, layanan logistik digital seperti GoSend, GrabExpress, dan Paxel memungkinkan proses distribusi produk berlangsung lebih cepat dan efisien sehingga kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Data pelanggan juga memiliki peran penting dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Melalui data penjualan yang terkumpul, perusahaan dapat mengetahui varian rasa kombucha yang paling diminati maupun yang kurang diminati oleh konsumen. Selain itu, perusahaan juga dapat menganalisis ukuran kemasan yang paling banyak dibeli, baik ukuran 250 ml, 330 ml, maupun 1000 ml. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah produksi, pengelolaan stok, dan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Dalam pengelolaan produksi dan persediaan, Ramuraga menerapkan sistem yang disesuaikan dengan karakteristik pelanggan. Untuk penjualan reguler melalui platform e-commerce, stok produk selalu tersedia dan dilakukan pengisian ulang sebanyak dua kali dalam seminggu. Sementara itu, untuk pelanggan bisnis atau Business to Business (B2B), perusahaan menerapkan sistem pre-order dengan waktu pengerjaan maksimal tujuh hari kerja. Strategi ini membantu perusahaan mengurangi risiko kelebihan stok sekaligus menjaga efisiensi produksi.
Meski telah memanfaatkan berbagai teknologi digital, Ramuraga masih menghadapi tantangan dalam proses digitalisasi.
Perubahan algoritma dan fitur pada platform e-commerce maupun media sosial yang berlangsung secara cepat menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi. Selain itu, perusahaan juga perlu mengembangkan strategi pemasaran digital agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan mempertahankan daya saing di pasar minuman sehat yang semakin kompetitif.
Dari sisi keberlanjutan, Sistem Informasi Manajemen memberikan manfaat dalam mengurangi pemborosan bahan baku melalui pemantauan jumlah produksi dan persediaan secara lebih akurat. Penggunaan sistem pencatatan digital juga membantu mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas administrasi sehingga mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, Ramuraga berencana untuk terus meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, pengelolaan stok, serta analisis data penjualan. Meskipun proses produksi masih dilakukan secara handmade untuk menjaga kualitas produk, perusahaan berupaya mengembangkan sistem pencatatan dan pengelolaan informasi agar operasional bisnis menjadi semakin efektif dan efisien.
Berdasarkan perspektif Sistem Informasi Manajemen, penerapan SIM di Ramuraga dapat dilihat melalui tiga komponen utama, yaitu input, process, dan output. Input berupa data pesanan, data pelanggan, data stok, dan data penjualan yang diperoleh dari berbagai platform digital. Data tersebut kemudian diproses menjadi informasi yang berguna untuk mengetahui preferensi pelanggan, kebutuhan produksi, dan kondisi persediaan.
Hasil pengolahan informasi tersebut menjadi output yang digunakan manajemen dalam mengambil keputusan terkait produksi, pemasaran, dan pengelolaan bisnis.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Ramuraga Kombucha menunjukkan bahwa teknologi informasi tidak hanya penting bagi perusahaan besar, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi usaha kecil dan menengah. Dengan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di era digital.
Kesimpulan
Ramuraga Kombucha merupakan contoh usaha yang berhasil memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen dalam mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis. Penggunaan platform digital, pengelolaan data pelanggan, pencatatan penjualan, serta pengawasan persediaan membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat. Penerapan SIM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pengembangan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, Sistem Informasi Manajemen memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing usaha di era transformasi digital.
Nama narasumber: Nurramanda Eswin Perusahaan: Ramuraga Kombucha Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen
Penulis : Fildzah Fauziah, Erina



















