Semarang — Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pembuatan sabun cuci piring berbahan daun pandan bersama ibu-ibu PKK RT 02 Dusun Krajan, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara sederhana memanfaatkan daun pandan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sabun cuci piring.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahan-bahan yang diperlukan, yaitu daun pandan, air, Texafon sebagai bahan dasar sabun, garam, serta jeruk nipis. Proses pembuatannya diawali dengan mencuci daun pandan hingga bersih, kemudian daun pandan diblender dengan tambahan air hingga halus. Hasil blenderan tersebut selanjutnya dicampurkan dengan Texafon sebagai bahan dasar sabun.
Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa garam dapat ditambahkan secara bertahap untuk membantu mendapatkan kekentalan yang sesuai. Selain itu, perasan jeruk nipis ditambahkan sebagai bahan pendukung untuk memberikan aroma segar pada sabun cuci piring.
Bu Nurhayati selaku Bu Kadus Dusun Krajan turut hadir dan menunjukkan antusiasmenya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia mengapresiasi sosialisasi tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini karena ibu-ibu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Bahannya juga mudah ditemukan, sehingga bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk dicoba di rumah,” ujar Bu Nurhayati.
Antusiasme juga terlihat dari ibu-ibu PKK RT 02 Dusun Krajan yang tampak penasaran dengan sabun cuci piring berbahan daun pandan yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Mereka aktif menyimak penjelasan dan tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai bahan, proses pembuatan, hingga peluang pemanfaatannya.
Selain dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sosialisasi ini juga membuka wawasan ibu-ibu PKK mengenai peluang menjadikan pembuatan sabun sebagai ladang usaha sederhana. Dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh, keterampilan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang berharap sosialisasi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.























