Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram 2026 Kelompok 29 menggelar sosialisasi antisipasi pernikahan dini bagi pelajar di SMK NW Al-Mahsun Khidir, Desa Dasan Tapen, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini merupakan program kerja yang diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masih tingginya potensi pernikahan usia dini di kalangan remaja, khususnya siswa yang akan segera menyelesaikan jenjang pendidikan menengah.
Sosialisasi menyasar siswa kelas 2 dan kelas 3 SMK, mengingat kelompok usia ini dinilai berada pada tahap krusial menjelang kelulusan dan rentan menghadapi tekanan maupun keputusan besar terkait pernikahan.
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah SMK NW Al-Mahsun Khidir, serta pemerintah dusun dan Desa Dasan Tapen, yang bersama-sama mendukung upaya pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari perlindungan generasi muda di wilayah tersebut.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UNW Mataram berupaya menekankan bahwa kesiapan dalam melaksanakan pernikahan tidak boleh hanya didasarkan pada kemauan sesaat, melainkan harus mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, ekonomi, maupun pendidikan.
Materi yang disampaikan mencakup dampak pernikahan dini dari berbagai aspek, mulai dari kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, hingga ekonomi rumah tangga, disertai sesi diskusi agar siswa dapat lebih memahami risiko yang mungkin timbul jika pernikahan dilakukan tanpa kesiapan yang matang. Perwakilan mahasiswa KKN, Ahmad Al-Farizi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah di usia muda.
“Kami ingin adik-adik siswa memahami bahwa menikah bukan sekadar soal kemauan atau perasaan sesaat, tetapi butuh kesiapan yang matang, baik secara mental, ekonomi, maupun pendidikan. Harapannya, mereka bisa lebih bijak dalam merencanakan masa depan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Kepala Sekolah SMK NW Al-Mahsun Khidir, M. Nazam, S.TP., dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa, tidak hanya di lingkungan SMK, tetapi juga menyasar berbagai lembaga pendidikan lain seperti MA, MTs, dan MI.
“Kami selalu mendukung kegiatan semacam ini dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilanjutkan, bukan hanya di SMK tetapi juga di berbagai lembaga yang ada seperti MA, MTs, dan MI. Juga perlu untuk menumbuhkan pengetahuan yang cukup melalui kegiatan kolaborasi yang bisa dilakukan,” ujar M. Nazam.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN, Alwis Nandar Adi Muslim, menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak dimaksudkan untuk melarang siswa melaksanakan ibadah pernikahan, melainkan untuk membekali mereka dengan pemahaman yang utuh mengenai dampak pernikahan dini.
“Kegiatan ini bukan untuk melarang adik-adik untuk melaksanakan ibadah pernikahan, melainkan pentingnya untuk mengetahui dampak pernikahan dini dan pentingnya peran orang tua, pendidikan, juga lingkungan untuk masa depan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan ke depannya,” tegasnya.
Selain sosialisasi, dalam kesempatan yang sama mahasiswa KKN UNW Mataram 2026 Kelompok 29 juga menggelar seremonial penyerahan obat-obatan dan perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) kepada pihak SMK dan MA NW Al-Mahsun Khidir. Penyerahan ini dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang selama ini kurang aktif di kedua satuan pendidikan tersebut.
Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai jenis obat-obatan ringan serta kelengkapan P3K dasar, yang diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan sederhana bagi siswa di lingkungan sekolah. Melalui langkah ini, mahasiswa KKN berharap UKS di SMK dan MA NW Al-Mahsun Khidir dapat kembali berfungsi optimal sebagai sarana penanganan kesehatan awal bagi peserta didik.
Pihak sekolah menyambut baik penyerahan bantuan tersebut dan berkomitmen untuk mengelola serta memanfaatkan fasilitas UKS secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh siswa meskipun program KKN telah berakhir.
Dukungan turut disampaikan oleh pemerintah dusun dan Desa Dasan Tapen yang hadir mendampingi jalannya kegiatan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN UNW Mataram 2026 Kelompok 29 berharap siswa SMK dan MA NW Al-Mahsun Khidir tidak hanya semakin memahami pentingnya menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan diri secara matang sebelum menikah, tetapi juga dapat merasakan manfaat dari layanan kesehatan sekolah yang lebih baik melalui aktifnya kembali UKS di lingkungan mereka.
























