JAKARTA – Perbedaan latar belakang, pengalaman, dan cara pandang tidak harus menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru melalui ruang perjumpaan, masyarakat dapat belajar mendengar, memahami, dan menemukan cara untuk tumbuh bersama. Pesan tersebut menjadi semangat utama dalam Bermuara 2026 yang digelar Ruang Damai di Dia.Lo.Gue Artspace, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “Menjaga Harapan, Menenun Perubahan, 5 Tahun Memahami Tanpa Menghakimi”, kegiatan ini mempertemukan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan beragam perspektif melalui diskusi, karya seni, permainan, hingga aktivitas reflektif. Bermuara 2026 menjadi bagian dari perjalanan lima tahun Ruang Damai dalam membangun ruang yang terbuka dan inklusif.
Pesan mengenai pentingnya memahami perbedaan salah satunya muncul dalam Dialog 1 bertajuk “Jadi Diri Sendiri Arungi Ragam Hidup”. Bhikkhu Sangha Antadhiro Thera mengajak peserta menjalani kehidupan dengan ketenangan, pikiran positif, dan kemampuan mengendalikan diri. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, Lukman Hakim Saifuddin menyoroti hubungan antarmanusia dalam kehidupan yang beragam. Menurutnya, manusia merupakan makhluk sosial yang saling terhubung. Keberagaman, kata dia, bukan sesuatu yang perlu direndahkan, melainkan menjadi bagian yang memungkinkan setiap individu saling melengkapi.
Gagasan mengenai kebermanfaatan kemudian dilanjutkan dalam Dialog 2 bertajuk “Semua Bisa Berdampak Bersama”. Rio Zakarias menyampaikan bahwa memberikan dampak positif tidak harus melalui tindakan besar. Kepedulian sederhana yang dilakukan dengan konsisten tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Handika Surbakti menambahkan bahwa manusia memiliki peran untuk saling memberdayakan. Sementara Fathimah Azzahra melihat kepedulian sebagai titik awal seseorang untuk bergerak dan memberikan dampak ketika hatinya merasa terpanggil.
Semangat perjumpaan juga dihadirkan melalui Gallery Walk – Time Capsule 5th Ruang Damai. Melalui karya dan pendekatan seni, peserta diajak melihat perjalanan Ruang Damai dari perspektif yang berbeda. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan peluncuran Annual Report sebagai refleksi atas perjalanan dan kontribusi Ruang Damai selama satu tahun terakhir.
Rangkaian Bermuara 2026 ditutup melalui River of Life – Creative Reflection. Peserta diajak merefleksikan perjalanan Ruang Damai melalui konsep sungai kehidupan yang dikemas dengan interaksi dan aktivitas kreatif.
Melalui Bermuara 2026, Ruang Damai menegaskan bahwa keberagaman membutuhkan ruang untuk saling bertemu. Lima tahun perjalanan menjadi pijakan untuk terus menghadirkan ruang yang mendorong masyarakat mendengar, memahami, dan tumbuh bersama tanpa menghakimi.
Pewarta; Akbar Trio Mashuri
























