BANTUL, YOGYAKARTA – Jauh dari kampung halaman bukan berarti jauh dari dunsanak. Hal tersebut terlihat dalam acara Makan Basamo para perantau Minang Yogyakarta asal Pesisir Selatan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat hubungan sesama perantau. Kegiatan makan basamo ini dilaksanakan di halaman Masjid Jannatul Ma’wa dan Rumah Makan Padang Murah, Ringinharjo, Bantul. Dalam suasana penuh keakraban, para dunsanak duduk bersama menikmati hidangan sambil berbagi cerita dan pengalaman selama berada di rantau.
Yang semakin menambah kehangatan suasana adalah hadirnya menu spesial Gulai Ikan Kepala Kakap. Hidangan khas dengan cita rasa Minang ini menjadi pelengkap kebersamaan sekaligus menghadirkan sedikit rasa kampung halaman di tengah kehidupan rantau.
Makan basamo bukan sekedar kegiatan menikmati hidangan bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kekompakan, kepedulian, dan rasa persaudaraan antar perantau. Di tengah kesibukan kehidupan di Yogyakarta, kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa hubungan dunsanak tetap terjaga meski berada jauh dari kampung halaman.
Semangat “saciok bak ayam, sadanciang bak basi” terasa dalam kebersamaan tersebut. Duduk satu meja, menikmati hidangan yang sama, dan berbagi cerita menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya ikatan para perantau Minang.
Bagi para perantau asal Negeri Sejuta Pesona ini, berkumpul di rantau bukan hanya tentang melepaskan rindu ke kampung halaman, tetapi juga tentang membangun kekuatan dan menjaga persaudaraan bersama.
























