Pelataran, Palembang, (14/8/2026) — Hubungan antara alumni dan almamater kembali diperkuat melalui audiensi alumni Rohis SMA Negeri 16 Palembang bersama Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., Jumat, 14 Agustus 2026. Pertemuan yang berlangsung di ruang kepala sekolah tersebut berjalan lancar dan menjadi ruang dialog untuk membicarakan perjalanan Rohis, perkembangan kegiatan organisasi, potensi jejaring alumni, hingga sejumlah rancangan program yang dapat dikembangkan bersama pada masa mendatang. Pertemuan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membuka kembali ruang kolaborasi antara alumni, pihak sekolah, pembina, dan Rohis dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus pengembangan keterampilan siswa.
Audiensi tersebut diisi dengan sejumlah pemaparan yang disampaikan oleh Muhammad Rifky Khorairoh selaku alumni Rohis SMA Negeri 16 Palembang. Dalam pemaparannya, Rifky menguraikan perjalanan Rohis dari sisi sejarah, kegiatan, hingga berbagai capaian yang pernah ditorehkan oleh organisasi. Pembahasan tersebut menjadi penting karena keberadaan Rohis di SMA Negeri 16 Palembang memiliki perjalanan yang cukup panjang dan telah menjadi bagian dari aktivitas siswa dalam bidang keagamaan. Sejarah yang dimiliki organisasi kemudian menjadi pijakan untuk melihat kembali potensi yang pernah berkembang sekaligus merumuskan gagasan yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan generasi Rohis saat ini.
Salah satu bagian yang turut disampaikan adalah perjalanan Rohis pada masa kejayaannya pada tahun 2016. Periode tersebut menjadi salah satu fase yang cukup menonjol dalam perjalanan organisasi karena Rohis SMA Negeri 16 Palembang mampu meraih prestasi, khususnya melalui bidang nasyid dan dakwah. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan Rohis memiliki potensi untuk berkembang menjadi wadah yang mampu menggabungkan pembinaan keagamaan dengan pengembangan bakat dan kemampuan siswa. Prestasi yang pernah diraih pada periode tersebut juga menjadi bagian dari sejarah yang dapat dikenang sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk kembali membangun semangat berprestasi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang ingin terus dihubungkan dengan perkembangan Rohis pada masa sekarang. Setiap generasi memiliki tantangan dan karakteristik yang berbeda, tetapi nilai-nilai positif yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya tetap dapat diwariskan. Masa kejayaan Rohis pada 2016 tidak hanya dipandang sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai bukti bahwa organisasi memiliki potensi yang dapat dikembangkan ketika kegiatan dikelola dengan baik dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari pemaparan alumni dalam audiensi bersama pihak sekolah.
Pembahasan kemudian berlanjut pada berbagai kegiatan Rohis SMA Negeri 16 Palembang serta pola agenda yang dapat dikembangkan dalam organisasi. Agenda tahunan, bulanan, hingga pekanan menjadi bagian yang turut dipaparkan sebagai gambaran mengenai keberlangsungan kegiatan Rohis. Pembagian agenda tersebut penting untuk memastikan organisasi memiliki kegiatan yang terencana dan tidak hanya bergerak ketika terdapat momentum tertentu. Kegiatan pekanan dapat menjadi ruang pembinaan rutin, agenda bulanan dapat diarahkan pada pengembangan kemampuan anggota, sedangkan kegiatan tahunan dapat menjadi ruang untuk menghadirkan program yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak.
Pola kegiatan yang berjenjang tersebut juga dapat memberikan pengalaman organisasi kepada siswa. Melalui keterlibatan dalam kegiatan, anggota Rohis dapat belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, pengelolaan acara, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dapat memperkaya pengalaman siswa. Rohis dengan demikian tidak hanya menjadi wadah aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan organisasi mereka.

Potensi alumni menjadi pembahasan lain yang mendapat perhatian dalam audiensi. Muhammad Rifky Khorairoh turut menyampaikan mengenai sejumlah alumni Rohis berprestasi yang masih memungkinkan untuk dijaring dan diajak berkolaborasi dalam berbagai kegiatan. Alumni tersebut dapat dilibatkan sesuai dengan pengalaman dan kompetensi masing-masing, baik sebagai pemateri, motivator, maupun undangan dalam kegiatan tertentu. Gagasan tersebut muncul dari adanya potensi bahwa alumni yang pernah tumbuh melalui Rohis memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada generasi siswa yang saat ini sedang menjalankan organisasi.
Jejaring alumni dapat menjadi kekuatan tersendiri apabila dikelola secara baik. Alumni memiliki pengalaman yang diperoleh selama berada di sekolah, tetapi setelah lulus mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di lingkungan yang lebih luas. Pengalaman tersebut dapat kembali dibawa ke sekolah dalam bentuk pengetahuan, motivasi, maupun keterampilan praktis. Siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai perjalanan setelah sekolah melalui interaksi langsung dengan alumni, sementara alumni dapat tetap memberikan kontribusi kepada organisasi yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Pemaparan mengenai sejarah, kegiatan, agenda, dan potensi alumni tersebut mendapat sambutan baik dari Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M. Beliau menyambut positif rancangan yang disampaikan dan memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga karakter keagamaan Rohis sekaligus mengembangkan kegiatan yang lebih luas. Menurutnya, Rohis tetap memiliki tanggung jawab untuk bergerak dalam koridor keagamaan, tetapi organisasi juga perlu menghadirkan kegiatan umum yang dapat menjadi daya tarik bagi siswa lainnya.
“Rohis sudah semestinya bergerak pada koridor keagamaan, namun kita juga harus bergerak pada hal-hal umum yang nantinya bisa menjadi daya tarik siswa lain untuk bergabung ke Rohis,” ujar H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M.
Pandangan tersebut memberikan penegasan bahwa pengembangan kegiatan Rohis tidak harus dipertentangkan dengan identitas keagamaannya. Kegiatan umum yang positif justru dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan organisasi. Siswa yang mungkin belum memiliki ketertarikan kuat terhadap kegiatan keagamaan dapat mengenal Rohis melalui program pengembangan keterampilan. Setelah bergabung, mereka dapat memperoleh pengalaman organisasi dan pembinaan keagamaan secara bersamaan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu peluang untuk membuat Rohis lebih inklusif terhadap minat dan potensi siswa tanpa menghilangkan karakter utama organisasi.
Salah satu program yang dirancang dalam kaitan tersebut adalah pelatihan MC dan public speaking. Program ini diharapkan dapat memberikan kemampuan kepada anggota Rohis untuk tampil dan berkomunikasi secara lebih percaya diri. Keterampilan menjadi pembawa acara dan berbicara di depan umum memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas organisasi karena berbagai kegiatan Rohis membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Siswa dapat memanfaatkan keterampilan tersebut ketika menjadi MC, menyampaikan materi, berdakwah, memberikan sambutan, maupun menjalankan kegiatan lain yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan banyak orang.
Pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk membangun keberanian dan kemampuan menyampaikan gagasan. Public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang mengatur penyampaian pesan, memahami audiens, menjaga kepercayaan diri, dan menyampaikan informasi secara jelas. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal yang berguna bagi siswa dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kehidupan mereka di masa mendatang.
Selain komunikasi, alumni turut menawarkan pelatihan kepenulisan dan penerbitan berita sebagai bagian dari rancangan kegiatan. Program tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan kepada anggota Rohis dalam mengolah informasi dan menyusun berita mengenai kegiatan organisasi. Kemampuan tersebut dapat membantu Rohis dalam mendokumentasikan setiap kegiatan secara lebih baik. Berbagai agenda yang selama ini berlangsung dapat diolah menjadi tulisan yang informatif sehingga perjalanan organisasi memiliki rekam dokumentasi yang dapat dibaca dan dimanfaatkan pada masa mendatang.
Keterampilan kepenulisan juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat publikasi Rohis. Informasi mengenai kegiatan, prestasi, agenda, maupun aktivitas anggota dapat disampaikan secara lebih terstruktur melalui tulisan. Siswa yang memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik juga memperoleh ruang untuk mengembangkan minatnya. Dengan demikian, pelatihan kepenulisan dan penerbitan berita tidak hanya mendukung kebutuhan organisasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal keterampilan yang dapat berguna di luar lingkungan sekolah.
Rancangan berikutnya adalah pelatihan desain grafis. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan kemampuan kepada anggota Rohis dalam mengolah informasi menjadi materi visual yang menarik dan komunikatif. Kebutuhan terhadap desain cukup dekat dengan aktivitas organisasi karena berbagai agenda membutuhkan poster, publikasi, materi informasi, serta konten media sosial. Kemampuan desain grafis memungkinkan anggota Rohis mengembangkan kreativitas sekaligus membantu organisasi mengelola kebutuhan visual secara lebih mandiri.
Ketiga program tersebut direncanakan untuk dilaksanakan secara bulanan. Pelaksanaan secara rutin diharapkan dapat membuat program pengembangan keterampilan menjadi bagian dari agenda Rohis yang berkelanjutan. Siswa tidak hanya memperoleh materi dalam satu kali pertemuan, tetapi memiliki kesempatan untuk terus belajar, berlatih, dan menerapkan kemampuan yang telah diperoleh. Agenda bulanan juga membuka peluang untuk menghadirkan alumni secara bergantian sesuai bidang yang dikuasai sehingga jejaring alumni dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi anggota Rohis.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keterlibatan alumni dapat diarahkan secara lebih konkret. Alumni tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat berkontribusi langsung melalui transfer pengetahuan dan pengalaman. Alumni dengan kemampuan komunikasi dapat berbagi dalam pelatihan public speaking, alumni dengan pengalaman menulis dapat mendampingi kegiatan kepenulisan dan penerbitan berita, sedangkan alumni yang memiliki kemampuan desain dapat memberikan pelatihan desain grafis. Pola tersebut dapat menjadi awal terbentuknya sistem kolaborasi yang saling memberikan manfaat.
Keberadaan pembina juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Audiensi turut didampingi oleh pembina Rohis SMA Negeri 16 Palembang, Ariyati, S.Pd.I dan Dzulfikri Ashari, S.Pd., Gr. Pendampingan pembina memberikan ruang koordinasi agar gagasan yang disampaikan alumni dapat dibicarakan bersama dengan pihak yang selama ini mendampingi kegiatan Rohis di sekolah. Kehadiran pembina juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa rencana kegiatan tetap dapat berjalan sesuai dengan kondisi organisasi dan kebutuhan siswa.
Bagi pihak sekolah, keterlibatan alumni dalam pengembangan Rohis dapat menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan antara sekolah dan lulusan. Alumni yang pernah aktif dalam organisasi memiliki pengalaman yang dapat menjadi sumber pembelajaran tambahan bagi siswa. Sementara itu, pihak sekolah tetap memiliki peran dalam memberikan ruang dan arah agar kegiatan yang dikembangkan sesuai dengan lingkungan pendidikan. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa ruang kerja sama semacam itu mulai terbuka dan dapat dikembangkan melalui komunikasi yang lebih berkelanjutan.
Bagi anggota Rohis, keberadaan alumni juga dapat memberikan motivasi tersendiri. Alumni yang pernah berada di posisi mereka dapat menjadi contoh bahwa pengalaman organisasi dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri. Kisah dan pengalaman para alumni berprestasi dapat memberikan gambaran mengenai berbagai kemungkinan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Kehadiran mereka sebagai pemateri maupun motivator diharapkan dapat membuat siswa memperoleh perspektif baru mengenai manfaat berorganisasi dan pentingnya mengembangkan kemampuan sejak berada di bangku sekolah.
Pertemuan tersebut juga memperlihatkan adanya kebutuhan untuk menjadikan Rohis sebagai organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Identitas keagamaan tetap menjadi dasar utama, tetapi cara menyampaikan kegiatan dan mengembangkan kemampuan anggota dapat terus diperbarui. Public speaking, kepenulisan, penerbitan berita, dan desain grafis merupakan contoh keterampilan yang dekat dengan kehidupan siswa saat ini. Ketika keterampilan tersebut dipadukan dengan aktivitas keagamaan, Rohis dapat menjadi ruang yang memberikan pengalaman lebih beragam kepada anggotanya.

Pada saat yang sama, pengembangan kegiatan umum sebagaimana disampaikan Kepala SMA Negeri 16 Palembang dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas daya tarik Rohis. Organisasi siswa akan lebih mudah berkembang apabila mampu menyediakan ruang bagi berbagai minat dan bakat. Siswa yang tertarik pada komunikasi dapat mengambil peran sebagai MC atau pembicara, siswa yang menyukai tulisan dapat berkontribusi dalam publikasi berita, sementara siswa yang memiliki minat kreatif dapat terlibat dalam desain grafis. Seluruhnya dapat berjalan dalam satu lingkungan organisasi yang tetap memiliki fondasi nilai keagamaan.
Audiensi pada 14 Agustus 2026 tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan antara alumni dengan kepala sekolah. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan kembali sejarah, pengalaman, gagasan, dan kebutuhan pengembangan Rohis. Masa kejayaan pada 2016 menjadi pengingat mengenai potensi organisasi yang pernah berkembang melalui prestasi nasyid dan dakwah. Agenda tahunan, bulanan, dan pekanan menjadi gambaran mengenai keberlanjutan aktivitas organisasi, sedangkan jejaring alumni menjadi peluang untuk menghadirkan sumber daya baru bagi pengembangan siswa.
Harapan terhadap kolaborasi yang lebih erat pun mulai terbuka melalui pertemuan tersebut. Alumni diharapkan dapat terus berkomunikasi dengan pihak sekolah dan Rohis dalam membahas berbagai agenda yang telah dirancang. Alumni berprestasi yang masih dapat dijaring dapat dilibatkan sesuai kebutuhan, baik sebagai pemateri, motivator, maupun kolaborator dalam kegiatan tertentu. Sementara itu, program pelatihan yang direncanakan secara bulanan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan bentuk kolaborasi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh siswa.
Pertemuan perdana tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesinambungan antara generasi Rohis terdahulu dan generasi yang sedang menjalankan organisasi saat ini. Alumni membawa pengalaman dari masa lalu, termasuk pengalaman pada masa kejayaan 2016, sementara generasi sekarang memiliki kesempatan untuk mengembangkan Rohis dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekolah dan pembina menjadi penghubung yang membantu menjaga kesinambungan tersebut agar proses regenerasi tetap berjalan dengan baik.
Dengan dukungan Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., serta pendampingan pembina Rohis Ariyati, S.Pd.I dan Dzulfikri Ashari, S.Pd., Gr., audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat. Gagasan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai pembahasan, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi agenda nyata yang memberikan manfaat bagi siswa dan organisasi. Pelatihan MC dan public speaking, kepenulisan dan penerbitan berita, serta desain grafis menjadi rancangan awal yang dapat dikembangkan secara bertahap melalui keterlibatan alumni dan pihak sekolah.
Kekuatan Rohis tidak hanya terletak pada kegiatan yang dilaksanakan hari ini, tetapi juga pada kemampuan organisasi menjaga kesinambungan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sejarah yang telah terbentuk, prestasi yang pernah diraih, pengalaman alumni, dukungan sekolah, pendampingan pembina, serta kreativitas anggota menjadi unsur yang dapat saling melengkapi. Audiensi pada 14 Agustus 2026 menjadi salah satu langkah awal untuk mempertemukan seluruh potensi tersebut dalam sebuah arah kolaborasi yang lebih terencana.
Melalui pertemuan tersebut, Rohis SMA Negeri 16 Palembang diharapkan mampu terus berkembang sebagai organisasi yang memiliki fondasi keagamaan kuat sekaligus terbuka terhadap pengembangan keterampilan. Semangat dakwah dan nasyid yang pernah mengantarkan Rohis pada masa kejayaan 2016 dapat terus menjadi inspirasi, sementara program-program baru seperti public speaking, kepenulisan, penerbitan berita, dan desain grafis dapat menjadi bentuk adaptasi terhadap kebutuhan generasi saat ini. Dengan sinergi antara sekolah, pembina, Rohis, dan alumni, langkah yang dimulai melalui audiensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya menjaga sejarah Rohis, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya prestasi dan pengalaman baru bagi generasi berikutnya.





















