Bengkulu – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Getsmani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu pada Selasa (30/12) ketika Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani mengikuti Ibadah Natal secara virtual bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry. Meskipun dibatasi oleh tembok pemasyarakatan, nilai iman dan sukacita Natal tetap terasa nyata di tengah para peserta ibadah.
Ibadah Natal tersebut mengusung tema “Tuhan Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21-24. Tema ini menjadi pengingat bahwa kasih dan harapan selalu tersedia bagi setiap insan, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan di Lapas.
Dalam rangkaian kegiatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, turut menyampaikan sambutan resmi mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemulihan mental dan moral bagi warga binaan.
“Nilai-nilai iman menjadi fondasi untuk menata masa depan yang lebih baik. Melalui momentum Natal ini, kami berharap WBP semakin termotivasi memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Mashudi dalam sambutannya.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh haru, dengan harapan bahwa pesan Natal menjadi energi positif bagi warga binaan untuk terus tumbuh, berubah, dan memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan.
























