Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto menggelar skrining penyakit Tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan. Kegiatan yang dilaksanakan di area Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Mojokerto tersebut menggunakan kendaraan skrining kesehatan dan diikuti sebanyak 100 warga binaan, Jumat (24/7).
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas Mojokerto dalam menjaga kesehatan dan memenuhi hak kesehatan warga binaan. “Kami berterima kasih atas sinergi dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Skrining ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini, sehingga apabila ditemukan adanya indikasi dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai prosedur,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Achmad Rezha menyatakan skrinning ini merupakan langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit TBC sekaligus upaya pencegahan penularan di lingkungan Lapas.”Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan dukungan tenaga kesehatan dari Dinkes Kota Mojokerto, sehingga warga binaan dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara mudah dan terarah,”Jelas Rezha.
Salah satu warga binaan mengaku terbantu dengan adanya kegiatan skrining tersebut. Pemeriksaan yang dilaksanakan langsung di lingkungan Lapas membuat warga binaan lebih mudah mendapatkan akses layanan kesehatan. “Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan ini. Selain mudah diakses, kami juga bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal,” ujarnya.
Melalui sinergi bersama Dinkes Kota Mojokerto, Lapas Mojokerto terus berupaya memperkuat layanan kesehatan bagi warga binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung deteksi dini, pencegahan, serta penanganan penyakit TBC secara cepat dan tepat guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman.























