10 Juni 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali melaksanakan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemeluk agama Nasrani melalui kegiatan ibadah daring yang diselenggarakan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Rabu (10/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan bekerja sama dengan gereja-gereja mitra guna memenuhi kebutuhan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Ibadah daring tersebut dipimpin langsung oleh pendeta dan pelayan gereja yang terhubung secara virtual. Meskipun dilaksanakan dari lokasi yang berbeda, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Warga binaan mengikuti setiap rangkaian ibadah mulai dari doa pembuka, pujian dan penyembahan, hingga penyampaian firman Tuhan yang menjadi sumber penguatan dan motivasi bagi para peserta.
Suasana ibadah terasa hangat dan menyentuh ketika lagu-lagu rohani diperdengarkan melalui perangkat audio yang tersedia di ruang kegiatan. Sejumlah warga binaan tampak mengikuti pujian dengan penuh penghayatan. Beberapa di antaranya terlihat menundukkan kepala dan larut dalam suasana refleksi diri saat mendengarkan pesan-pesan rohani yang disampaikan oleh pendeta.
Dalam khotbahnya, pendeta mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga iman, memiliki pengharapan, serta menjadikan setiap proses kehidupan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual agar warga binaan tetap memiliki semangat positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dalam rutan.
Petugas pembinaan Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui pembinaan kerohanian, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi media untuk memberikan ketenangan batin dan dukungan psikologis bagi warga binaan. Pembinaan keagamaan secara rutin dinilai mampu membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif serta mendorong warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih positif dan produktif.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan pembinaan yang memperhatikan kebutuhan seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama dan keyakinan. Menurutnya, pemenuhan hak beribadah merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Melalui pelaksanaan ibadah daring ini, Rutan Bengkulu berharap warga binaan Nasrani dapat terus memperkuat keimanan, menjaga semangat hidup, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalani proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik.





















