Bengkulu – Sebanyak 8 (delapan) orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu menghadiri kegiatan pembukaan Pelatihan Keterampilan Montir Sepeda Motor Program Kerja dan Produktivitas Kerja di lingkungan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu Tahun 2026 yang dilaksanakan di LPK BMTC (Bengkulu Motor Training Center), Selasa (19/05).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Lapas Bengkulu dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu dalam meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, Sutapa.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Bengkulu, Iskandar Muda, bersama Kasubsi Sarana Kerja, Yudi Chandra, serta pengawalan oleh dua orang petugas Lapas Bengkulu guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib sesuai prosedur yang berlaku.
Kasi Giatja Lapas Bengkulu, Iskandar Muda, menyampaikan bahwa keikutsertaan warga binaan dalam pelatihan di luar lingkungan lapas telah melalui mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Seluruh WBP yang mengikuti kegiatan telah memenuhi persyaratan administratif maupun penilaian keamanan sehingga layak diberikan kesempatan mengikuti pelatihan eksternal.
Menurutnya, program pelatihan keterampilan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sekaligus reintegrasi sosial bagi warga binaan agar mampu kembali beradaptasi di masyarakat dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi.
“Pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Dengan keterampilan montir sepeda motor, diharapkan mereka memiliki kemampuan kerja mandiri dan peluang usaha setelah bebas nantinya,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, Sutapa, menyambut baik kolaborasi pembinaan tersebut. Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal kerja yang bermanfaat di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.






















