Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengintensifkan pelaksanaan tes urine secara acak terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta mendukung Program Bersih dari Narkoba (Bersinar) di lingkungan pemasyarakatan.
Tes urine kali ini menyasar enam orang WBP yang berasal dari Blok A dan Blok C. Pemeriksaan dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Bengkulu dengan pengawasan langsung dari Staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) bersama staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Selasa (16/12).
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa tes urine acak merupakan komitmen nyata Lapas Bengkulu dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari narkoba.
“Pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk deteksi dini dan langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lapas, khususnya menjelang libur Nataru. Kami ingin memastikan Lapas Bengkulu tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” ujar Julianto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh WBP yang menjalani tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Hasil tersebut menunjukkan efektivitas pengawasan serta pembinaan yang terus dilakukan oleh jajaran Lapas Bengkulu.
Kalapas menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan insidentil sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan nasional pemasyarakatan yang berintegritas.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan, sehingga program Bersinar dapat berjalan optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan semakin kuat,” pungkasnya.





















