7 Mei 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko dan Penggunaan Aplikasi SIM-RISK yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (07/05). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran petugas Rutan Bengkulu sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan sistem pengendalian internal di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan berdasarkan Pedoman Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor MIP-OT.02.02-20 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Pedoman Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor MIP-OT.02.02-47 Tahun 2025 tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini juga merujuk pada Surat Sekretaris Jenderal Nomor SEK.1-PR.05.03-58 tanggal 05 Mei 2026 terkait Undangan Sosialisasi Manajemen Risiko dan Penggunaan Aplikasi SIM-RISK.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara efektif, terukur, dan terintegrasi. Selain penyampaian hasil evaluasi Manajemen Risiko Tahun 2025, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIM-RISK) yang akan digunakan sebagai instrumen pengelolaan risiko pada masing-masing satuan kerja.
Melalui aplikasi SIM-RISK, setiap unit kerja diharapkan mampu melakukan identifikasi, analisis, mitigasi, hingga pengendalian risiko secara sistematis, termasuk dalam pengelolaan Risiko Kecurangan (Fraud Risk). Hal tersebut dinilai penting guna meminimalisir potensi hambatan maupun penyimpangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Plh Kepala Rutan Bengkulu, Irman Jaya, menyampaikan bahwa keikutsertaan Rutan Bengkulu dalam kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan penguatan budaya sadar risiko di lingkungan kerja. Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen risiko sangat penting untuk meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Rutan Bengkulu akan mengoptimalkan peran administrator aplikasi SIM-RISK, melakukan penyusunan dokumen manajemen risiko secara berkala, serta melaksanakan diseminasi internal kepada seluruh jajaran petugas. Selain itu, pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan juga akan diperkuat guna memastikan implementasi manajemen risiko berjalan efektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, Rutan Bengkulu berharap seluruh jajaran mampu memahami dan menerapkan pengelolaan risiko secara optimal sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.




















