Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Product Review

Produksi Dan Penjualan Boneka Rajut (Amigurumi) Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

Jeni Sianipar by Jeni Sianipar
11 October 2026
in Product Review
A A
0
IMG 20261010 082318
853
SHARES
1.2k
VIEWS

Boneka rajut atau yang sering disebut amigurumi merupakan salah satu produk kerajinan tangan yang dibuat menggunakan teknik merajut dengan benang. Amigurumi umumnya dibuat dalam bentuk boneka atau karakter tiga dimensi, seperti hewan, manusia, tumbuhan, makanan, maupun berbagai karakter lainnya. Produk ini memiliki daya tarik karena dibuat secara manual sehingga dapat menghasilkan bentuk dan desain yang beragam. Selain digunakan sebagai mainan, boneka rajut juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan kamar, dekorasi meja, koleksi, gantungan, maupun hadiah untuk orang lain.

Perkembangan minat terhadap produk handmade memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha boneka rajut. Konsumen tidak hanya mencari produk berdasarkan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan keunikan, bentuk, warna, kualitas, dan nilai kreativitas yang terdapat pada produk tersebut. Salah satu keunggulan boneka rajut adalah adanya pilihan untuk membuat produk sesuai dengan permintaan konsumen atau custom. Konsumen dapat menentukan karakter, warna, ukuran, bahkan aksesori yang ingin ditambahkan. Kondisi tersebut membuat boneka rajut memiliki nilai jual yang tidak hanya berasal dari bahan yang digunakan, tetapi juga dari keterampilan dan kreativitas pembuatnya.

IMG 20261010 080438

Gambar 1. Contoh produk boneka rajut (amigurumi)

Kegiatan produksi dan penjualan boneka rajut dapat dilihat dari perspektif ekonomi mikro karena di dalamnya terdapat proses pengambilan keputusan oleh produsen dan konsumen. Produsen harus menentukan bagaimana menggunakan sumber daya yang terbatas untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai bagi konsumen. Sementara itu, konsumen harus menentukan pilihan barang yang akan dibeli berdasarkan kebutuhan, keinginan, harga, kualitas, dan kemampuan daya beli. Menurut Johannes (2002), ekonomi mikro membahas perilaku pelaku ekonomi dalam menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan produksi dan penjualan boneka rajut karena produsen harus mempertimbangkan penggunaan modal, bahan baku, tenaga kerja, waktu, serta kemampuan produksi agar kegiatan usaha dapat memberikan keuntungan

Proses produksi boneka rajut diawali dengan menentukan desain atau karakter yang akan dibuat. Setelah desain ditentukan, produsen memilih warna dan jenis benang yang sesuai. Selanjutnya, benang dirajut menggunakan hakpen mengikuti pola yang telah dibuat. Bagian-bagian boneka seperti kepala, badan, tangan, kaki, telinga, dan bagian lainnya dibuat secara terpisah. Setelah bagian tersebut selesai, bagian dalam boneka diisi dengan dakron agar memiliki bentuk yang lebih padat. Kemudian seluruh bagian disatukan dan ditambahkan mata boneka, hidung, mulut, pita, pakaian, atau aksesori lain sesuai desain. Setelah selesai, dilakukan pemeriksaan terhadap kerapian rajutan dan kekuatan setiap bagian sebelum produk dikemas dan siap dijual.

Dalam kegiatan produksi tersebut terdapat beberapa faktor produksi yang digunakan. Bahan baku utama berupa benang rajut dengan berbagai warna. Selain itu, diperlukan dakron sebagai bahan pengisi, mata boneka, benang jahit, pita, aksesori, serta bahan kemasan. Tenaga kerja juga menjadi faktor yang sangat penting karena proses pembuatan amigurumi dilakukan secara manual. Keterampilan merajut sangat menentukan kualitas produk, terutama dalam menghasilkan bentuk yang rapi dan sesuai dengan pola. Modal diperlukan untuk membeli bahan baku, peralatan, kemasan, dan membiayai kegiatan operasional. Peralatan yang digunakan antara lain hakpen, jarum, gunting, dan peralatan pendukung lainnya.

Selain faktor produksi tersebut, waktu juga menjadi hal yang penting dalam usaha boneka rajut. Produk yang memiliki ukuran kecil dan desain sederhana dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan produk berukuran besar dan memiliki banyak detail. Semakin rumit desain yang dibuat, semakin banyak waktu dan keterampilan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, waktu pengerjaan dapat memengaruhi biaya produksi dan harga jual produk. Produsen perlu mengatur waktu dengan baik agar pesanan dapat diselesaikan sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan.

Sebagai gambaran penerapan konsep biaya produksi dalam usaha boneka rajut, dapat dibuat suatu simulasi produksi sebanyak 20 boneka rajut ukuran sedang. Biaya yang dikeluarkan meliputi bahan baku, tenaga kerja, kemasan, serta biaya operasional. Perkiraan biaya produksinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Estimasi Biaya Produksi 20 Boneka Rajut

Komponen Biaya

Estimasi Biaya

Benang rajut berbagai warna

Rp240.000

Dakron

Rp100.000

Mata boneka dan aksesori

Rp80.000

Benang jahit dan bahan pendukung

Rp30.000

Kemasan

Rp40.000

Tenaga kerja

Rp40.000

Listrik dan biaya operasional

Rp60.000

Total biaya produksi

Baca Juga

IMG 20261008 221101

Harga Beras di Jakarta Mengalami Perubahan Sepanjang 2025–2026

9 October 2026
FGD KBK Manajemen Pelayanan Publik

KBK Manajemen Pelayanan Publik FISIP Undip Gelar FGD Desa Antikorupsi: Dorong Penguatan Integritas dan Tata Kelola dari Bawah

9 October 2026
sumber Instragram : greenova_id

Salad Sayuran dan Strategi Produksi dalam Perspektif Ekonomi Mikro

9 October 2026
Screenshot 2026 10 07 085259

Mengenal Treasury Connect: Solusi Praktis Mengakses Layanan KPPN

7 October 2026

Rp850.000

 

Berdasarkan tabel tersebut, total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan 20 boneka rajut adalah Rp850.000. Dari jumlah tersebut dapat diketahui biaya produksi rata-rata untuk satu boneka dengan membagi total biaya produksi dengan jumlah produk yang dihasilkan.

Biaya produksi per unit = Rp850.000 ÷ 20 = Rp42.500.

Artinya, biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu boneka rajut dalam simulasi tersebut adalah sebesar Rp42.500. Perhitungan ini dapat menjadi dasar bagi produsen dalam menentukan harga jual. Namun, dalam kondisi sebenarnya biaya produksi dapat berubah karena adanya perubahan harga bahan baku, ukuran boneka, tingkat kesulitan desain, serta waktu pengerjaan.

Penentuan harga jual menjadi salah satu keputusan penting dalam kegiatan produksi. Produsen tidak dapat menentukan harga hanya berdasarkan keinginan memperoleh keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan biaya produksi dan kondisi pasar. Jika harga terlalu tinggi, konsumen dapat memilih produk lain yang dianggap lebih sesuai dengan kemampuan mereka. Sebaliknya, jika harga terlalu rendah, pendapatan yang diperoleh mungkin tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya produksi.

Berdasarkan biaya produksi sebesar Rp42.500 per unit, misalnya produsen menginginkan keuntungan sebesar Rp27.500 untuk setiap boneka. Maka harga jual dapat ditentukan sebesar Rp70.000 per unit. Harga tersebut merupakan contoh simulasi dan dapat berubah sesuai dengan ukuran, desain, tingkat kesulitan, serta nilai produk yang ditawarkan. Boneka dengan ukuran lebih besar atau desain yang lebih rumit tentu membutuhkan bahan dan waktu pengerjaan yang lebih banyak sehingga harga jualnya dapat lebih tinggi.

Dari sisi konsumen, permintaan terhadap boneka rajut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Harga merupakan salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan pembelian. Selera konsumen, desain, kualitas, ukuran, warna, dan manfaat produk juga dapat memengaruhi permintaan. Misalnya, seseorang yang membutuhkan hadiah mungkin lebih tertarik pada boneka custom dengan karakter tertentu meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan boneka biasa. Hal ini terjadi karena konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga manfaat dan kepuasan yang diperoleh dari produk tersebut.

Permintaan juga dapat meningkat pada kondisi tertentu, seperti menjelang ulang tahun, kelulusan, hari kasih sayang, atau acara khusus lainnya. Boneka rajut dapat menjadi salah satu pilihan hadiah karena dapat dibuat sesuai dengan karakter atau warna yang disukai penerima. Oleh karena itu, produsen perlu memperhatikan perubahan selera dan kebutuhan konsumen agar produk yang ditawarkan tetap memiliki daya tarik.

Dari sisi penawaran, produsen harus mempertimbangkan kemampuan dalam menghasilkan boneka. Karena amigurumi dibuat secara manual, jumlah produk yang dapat dihasilkan dalam satu waktu memiliki keterbatasan. Produsen tidak dapat langsung meningkatkan jumlah produksi secara besar apabila keterampilan, tenaga kerja, waktu, dan bahan baku yang tersedia terbatas. Apabila permintaan meningkat, produsen dapat menambah jumlah produksi selama masih mampu menjaga kualitas dan memenuhi pesanan sesuai waktu yang disepakati.

Ketersediaan bahan baku juga memengaruhi penawaran. Apabila harga benang atau bahan pendukung meningkat, biaya produksi akan ikut meningkat. Produsen dapat melakukan penghematan penggunaan bahan, mencari pemasok dengan harga yang lebih sesuai, atau menyesuaikan harga jual. Namun, penghematan tetap harus dilakukan dengan mempertahankan kualitas agar konsumen tidak merasa dirugikan.

Penjualan boneka rajut dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media digital. Penjualan secara langsung dapat dilakukan melalui bazar, pameran kerajinan, lingkungan kampus, atau kegiatan tertentu. Sementara itu, pemasaran digital dapat dilakukan melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, marketplace, dan media sosial lainnya. Produk dapat ditampilkan melalui foto yang jelas sehingga konsumen dapat melihat bentuk, warna, ukuran, dan detail rajutan.

Pemasaran melalui media sosial juga memberikan keuntungan karena produsen dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik. Produsen dapat menampilkan berbagai hasil karya sebagai katalog, memberikan informasi mengenai harga, menerima pesanan custom, dan berkomunikasi secara langsung dengan calon pembeli. Testimoni dari konsumen juga dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap produk.

Dalam persaingan usaha, produsen boneka rajut tidak hanya bersaing berdasarkan harga. Kualitas, kreativitas, keunikan desain, kerapian, pelayanan, dan kemampuan menerima pesanan custom dapat menjadi nilai tambah. Produk yang memiliki desain berbeda dan kualitas yang baik dapat memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen. Dengan demikian, produsen perlu menciptakan ciri khas agar produknya tidak mudah dibandingkan hanya berdasarkan harga.

Sebagai contoh, apabila 20 boneka rajut yang diproduksi dapat terjual seluruhnya dengan harga Rp70.000 per unit, maka hasil penjualan dapat dihitung dengan mengalikan jumlah produk dengan harga jual. Perhitungannya adalah 20 × Rp70.000 sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp1.400.000. Setelah dikurangi dengan total biaya produksi sebesar Rp850.000, maka keuntungan yang diperoleh adalah Rp550.000.

Tabel 2. Perhitungan Pendapatan dan Keuntungan

Keterangan

Jumlah

Jumlah produk terjual

20 unit

Harga jual per unit

Rp70.000

Total pendapatan

Rp1.400.000

Total biaya produksi

Rp850.000

Keuntungan

Rp550.000

 

Berdasarkan perhitungan tersebut, usaha memperoleh keuntungan sebesar Rp550.000 apabila seluruh produk terjual. Namun, keuntungan dalam kegiatan usaha sebenarnya tidak selalu sama karena jumlah produk yang terjual dapat berubah. Apabila hanya sebagian produk yang terjual, pendapatan yang diperoleh akan lebih rendah. Oleh karena itu, produsen harus memperkirakan permintaan sebelum menentukan jumlah produksi agar modal tidak terlalu banyak tertahan dalam produk yang belum terjual.

Kegiatan produksi dan penjualan boneka rajut juga menunjukkan adanya konsep kelangkaan dan pilihan dalam ekonomi mikro. Sumber daya yang dimiliki produsen terbatas, seperti modal, bahan baku, waktu, dan tenaga kerja. Produsen harus menentukan bagaimana sumber daya tersebut digunakan untuk menghasilkan produk yang memberikan manfaat dan keuntungan. Jika modal terbatas, produsen harus memilih bahan yang benar-benar diperlukan. Jika waktu terbatas, produsen harus menentukan jumlah pesanan yang dapat diselesaikan tanpa mengurangi kualitas.

Konsep biaya juga sangat penting karena setiap keputusan produksi memiliki konsekuensi ekonomi. Ketika produsen menambah jumlah produksi, diperlukan tambahan bahan, tenaga kerja, dan waktu. Sebaliknya, jika produksi dikurangi, biaya yang dikeluarkan juga dapat berkurang, tetapi produsen mungkin kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari permintaan konsumen. Oleh karena itu, keputusan produksi harus mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan usaha.

Dari sisi konsumen, pembelian boneka rajut juga merupakan bentuk pilihan ekonomi. Konsumen memiliki pendapatan yang terbatas sehingga harus menentukan barang mana yang ingin dibeli. Konsumen akan membandingkan harga dengan manfaat yang diperoleh. Apabila konsumen merasa bahwa desain, kualitas, dan manfaat boneka sesuai dengan harga yang ditawarkan, maka kemungkinan untuk membeli akan semakin besar.

Dengan demikian, produksi dan penjualan boneka rajut dapat menjadi contoh sederhana mengenai penerapan ekonomi mikro dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut melibatkan keputusan mengenai penggunaan faktor produksi, biaya produksi, jumlah barang yang diproduksi, harga jual, permintaan, penawaran, pemasaran, hingga keuntungan. Produsen harus mampu menggunakan sumber daya yang terbatas secara efisien agar dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Usaha boneka rajut memiliki peluang untuk dikembangkan karena produk handmade mempunyai keunikan yang sulit sepenuhnya digantikan oleh produk yang dibuat secara massal. Kreativitas dalam membuat desain, kemampuan menerima pesanan sesuai keinginan konsumen, kualitas rajutan, serta pemasaran yang tepat dapat menjadi faktor pendukung perkembangan usaha. Namun, produsen juga harus mampu menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu produksi, perubahan harga bahan baku, perubahan tren, dan persaingan dengan produk sejenis.

Melalui pengelolaan biaya dan sumber daya yang baik, produsen dapat menentukan harga jual yang sesuai sekaligus memperoleh keuntungan. Pemahaman terhadap permintaan dan penawaran juga membantu produsen dalam menentukan jumlah produksi dan strategi penjualan. Oleh karena itu, konsep ekonomi mikro dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan usaha, termasuk pada usaha sederhana seperti produksi dan penjualan boneka rajut.

Oleh: Jenyfer Sianipar / Mahasiswa Program Sarjana Manajemen
Universitas Pamulang

Dosen Pengampu: Novia Susanti, S.E., M.M

Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro

———

Johannes. (2002). Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Diktat Kuliah, FE Unja.

Mankiw, N. G. (2018). Principles of Economics (8th ed.). Boston: Cengage Learning.

Sukirno, S. (2002). Pengantar Teori Mikroekonomi (Edisi Ketiga). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

    Tags: AmigurumiBoneka RajutEkonomi Mikro
    Share341Tweet213Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap Ikuti Musycab XX IPM Sukodadi, Nur Callysta: Momen Mengenal Organisasi dan Menentukan Kepemimpinan

    Jeni Sianipar

    Jeni Sianipar

    UPLOAD ARTIKEL EKONOMI MIKRO

    Related Posts

    IMG 20261008 221101

    Harga Beras di Jakarta Mengalami Perubahan Sepanjang 2025–2026

    9 October 2026
    FGD KBK Manajemen Pelayanan Publik

    KBK Manajemen Pelayanan Publik FISIP Undip Gelar FGD Desa Antikorupsi: Dorong Penguatan Integritas dan Tata Kelola dari Bawah

    9 October 2026
    sumber Instragram : greenova_id

    Salad Sayuran dan Strategi Produksi dalam Perspektif Ekonomi Mikro

    9 October 2026
    Screenshot 2026 10 07 085259

    Mengenal Treasury Connect: Solusi Praktis Mengakses Layanan KPPN

    7 October 2026
    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 20261010 082318

    Produksi Dan Penjualan Boneka Rajut (Amigurumi) Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

    11 October 2026
    IMG 20261009 WA0031

    IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap Ikuti Musycab XX IPM Sukodadi, Nur Callysta: Momen Mengenal Organisasi dan Menentukan Kepemimpinan

    11 October 2026
    Lapas Bengkulu, pendidikan warga binaan, pendidikan kesetaraan, Paket A Paket B Paket C, PKBM Songo Langit, pembinaan warga binaan, program pembinaan Lapas,

    Dukung Reintegrasi Sosial, Lapas Bengkulu Perkuat Pembinaan melalui Pendidikan Kesetaraan

    10 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 10 at 09.04.45qq

    Budidaya Kangkung di Lahan SAE, Lapas Bandanaira Perkaya Keterampilan Warga Binaan

    10 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 10 at 09.04.39

    Perkuat Iman dan Bangun Perubahan Positif, Warga Binaan Lapas Bandanaira Ikuti Ibadah Tutup Usbu

    10 October 2026
    D06683FA 8678 4AA6 9088 963FCF452A4E

    Gabsi Deli Serdang Mulai Langkah Strategis Membangun Sinergi Dengan Dunia Pendidikan

    10 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita