Ternate – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, mengikuti kegiatan Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Kegiatan dipusatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate dan diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Ternate, serta jajaran pemasyarakatan melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Selasa (21/7).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang menghadirkan kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan hak anak binaan sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan pembinaan yang ramah anak dan berorientasi pada masa depan.
“Anak binaan adalah generasi penerus yang memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, pembinaan harus mampu menghadirkan lingkungan yang mendidik, memberikan motivasi, serta membentuk karakter agar mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Bagus Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak anak binaan tetap terpenuhi melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memberikan pembinaan yang humanis, menjamin terpenuhinya hak-hak anak binaan, serta membangun optimisme agar mereka mampu menatap masa depan dengan penuh harapan,” kata Bagus Kurniawan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Lapas Ternate menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan hak anak, penguatan pendidikan karakter, serta pembinaan yang humanis sebagai bekal bagi anak binaan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.





















