10 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) terkait rencana Pelatihan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (9/1). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu sebagai bagian dari penguatan program pembinaan di awal Tahun 2026.
Kegiatan koordinasi ini didasari oleh penguatan yang disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait 15 Aksi Tahun 2026 sebagai tindak lanjut program akselerasi, salah satunya yaitu rancangan pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rutan Bengkulu berkomitmen mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui pengembangan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan produktif.
Koordinasi dilaksanakan oleh jajaran Rutan Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi, bersama petugas Rutan Bengkulu serta Peserta Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Rombongan disambut oleh pihak Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu dan melaksanakan diskusi terkait peluang kerja sama pembinaan kemandirian.
Pada pembukaan kegiatan, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Bengkulu, Rafi Rizaldi, menyampaikan maksud dan tujuan koordinasi, yaitu memaparkan rancangan Program Akselerasi Kemenimipas Tahun 2026, khususnya dalam pengembangan pembinaan kemandirian WBP yang terintegrasi dengan konsep UMKM dan pemasaran produk hasil karya warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu dari tiga dosen pengajar Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu menjelaskan sejumlah program yang dinilai dapat mendukung kegiatan pembinaan kemandirian bagi WBP Rutan Kelas IIB Bengkulu. Program yang ditawarkan berfokus pada pelatihan penciptaan produk berbasis keterampilan pertanian dan pengolahan hasil, yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi serta menunjang rencana penguatan UMKM warga binaan.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bengkulu, Rafi Rizaldi, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian berbasis pelatihan produktif menjadi salah satu prioritas Rutan Bengkulu dalam mendukung kesiapan WBP menghadapi reintegrasi sosial. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan mampu menjadi bekal usaha dan sumber penghidupan yang mandiri setelah WBP kembali ke masyarakat.
Kegiatan koordinasi berlangsung dalam suasana terbuka, komunikatif, dan konstruktif. Selain membahas konsep pelatihan, pertemuan ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan dalam merancang program pembinaan yang inovatif, berkelanjutan, serta selaras dengan kebijakan strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui koordinasi ini, Rutan Bengkulu berharap rencana Pelatihan Kemandirian bagi WBP dapat segera direalisasikan secara optimal. Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus memperluas sinergi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya guna menghadirkan pembinaan yang produktif, berdaya guna, serta mendukung pengembangan UMKM dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.




















