Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto melaksanakan kegiatan pembersihan Area SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) di beranggang lapas bersama warga binaan dengan pengawasan langsung petugas. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pemeliharaan lahan sekaligus optimalisasi area pembinaan kemandirian yang dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Selasa (19/5).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan membersihkan rumput liar, merapikan area tanam, serta menata kembali lahan yang akan digunakan untuk kegiatan pertanian. Seluruh aktivitas berlangsung dengan tertib di bawah pengawasan petugas guna memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan pembinaan. Area SAE sendiri menjadi salah satu sarana pembinaan produktif yang terus dikembangkan oleh Lapas Mojokerto untuk memberikan keterampilan positif bagi warga binaan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin Kemandirian Pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle). Melalui pemanfaatan lahan tersebut, Lapas Mojokerto berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan dan penataan Area SAE merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berorientasi pada kemandirian warga binaan. Ia menegaskan bahwa program pembinaan berbasis ketahanan pangan tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat produktif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.






















