Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Mengapa Gerakan Protes Sosial di Era Prabowo Gibran Marak?

Oleh : Radityo Satrio

Bergerak Berdampak by Bergerak Berdampak
16 April 2025
in Opini
A A
0
aa
860
SHARES
1.2k
VIEWS

Mengapa Gerakan Protes Sosial di Era Prabowo-Gibran Marak?

Sejak pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2024, Indonesia memasuki babak baru dalam dinamika politik dan sosialnya. Namun, dalam kurun waktu singkat, berbagai gerakan protes sosial bermunculan di berbagai daerah. Dari demonstrasi mahasiswa hingga aksi masyarakat sipil, gelombang protes ini mencerminkan keresahan publik terhadap sejumlah kebijakan dan dinamika pemerintahan baru. Artikel ini mengulas faktor-faktor utama yang memicu maraknya gerakan protes sosial di era Prabowo-Gibran.

1. Kebijakan Ekonomi yang Kontroversial

Salah satu pemicu utama protes adalah kebijakan ekonomi yang dianggap kurang berpihak pada rakyat. Pemerintahan Prabowo-Gibran menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan janji kampanye, seperti program makan bergizi gratis yang menelan anggaran besar. Namun, implementasi program ini menuai kritik karena dianggap kurang matang dan membebani anggaran negara. Selain itu, wacana pemotongan anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan untuk mendanai program prioritas memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa dan aktivis, yang melihatnya sebagai ancaman terhadap kesejahteraan sosial.

Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% juga menjadi sorotan. Ketidakjelasan komunikasi publik mengenai kebijakan ini memicu kekhawatiran akan kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat. Ekonom dan masyarakat sipil menilai bahwa kebijakan ini memperburuk ketimpangan ekonomi, terutama di tengah pemulihan pasca pandemi.

2. Kekecewaan terhadap Janji Politik

Prabowo-Gibran memenangkan pemilu dengan janji-janji populis, seperti peningkatan kesejahteraan, industrialisasi, dan pemberantasan korupsi. Namun, dalam 100 hari pertama pemerintahan, banyak pihak merasa bahwa janji-janji tersebut belum terwujud secara substansial. Program-program besar sering kali dianggap lebih mengedepankan pencitraan ketimbang dampak nyata. Hal ini memicu kekecewaan, terutama di kalangan pemilih muda yang sebelumnya mendukung pasangan ini karena citra “pragmatis” dan “modern” yang mereka usung.

Selain itu, isu ketimpangan sosial, khususnya terkait kesetaraan gender dan perlindungan kelompok rentan, juga menjadi sorotan. Beberapa kalangan menilai bahwa pemerintahan baru belum menunjukkan komitmen kuat untuk mengatasi isu-isu ini, sehingga memicu aksi dari organisasi masyarakat sipil dan kelompok advokasi.

3. Kontroversi Politik dan Dinasti Politik

Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden menuai kontroversi sejak awal, terutama karena perubahan aturan usia kandidat yang dianggap memihak. Banyak pihak melihat ini sebagai bentuk penguatan dinasti politik keluarga Joko Widodo, yang memicu ketidakpercayaan terhadap integritas demokrasi. Gerakan seperti “Adili Jokowi” yang muncul di berbagai daerah mencerminkan keresahan terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan pada pemilu 2024, termasuk penggunaan sumber daya negara untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

Protes ini tidak hanya menyasar Gibran, tetapi juga Prabowo, yang memiliki latar belakang militer dan pernah dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia. Bagi sebagian aktivis, kepemimpinan Prabowo membangkitkan kekhawatiran akan kembalinya gaya otoriter, meskipun pemerintahan baru berupaya menampilkan wajah yang inklusif.

4. Gaya Komunikasi Pemerintahan yang Kurang Efektif

Baca Juga

Komunikasi manusia dan mesin AI

Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

10 September 2026
Ilustrasi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan perusahaan. (Ilustrasi/AI)

Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

5 September 2026
IMG 2765

Perencanaan SDM di Era AI: Apakah Perusahaan Harus Mengurangi Karyawan atau Justru Meningkatkan Kompetensinya?

3 September 2026
1787323144748

“Pengabdian Sama Mulianya, Hak Harus Sama Adilnya”: Suara Hati Ribuan Pendidik Madrasah Swasta yang Selama Ini Diam Mengabdi

31 August 2026

Gaya komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran juga menjadi faktor pemicu protes. Pernyataan-pernyataan Prabowo yang dianggap tidak berdasar data, seperti terkait kebijakan ekonomi atau isu lingkungan, sering kali memicu kebingungan dan kritik. Sementara itu, “diamnya” Gibran dalam beberapa isu krusial dianggap sebagai ketidakmampuan untuk menjawab ekspektasi publik. Ketidaksinkronan antara janji dan realitas ini memicu persepsi bahwa pemerintahan kurang transparan dan responsif.

Media sosial memperkuat dinamika ini. Rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat memudahkan penyebaran misinformasi, yang kemudian memicu protes spontan. Di sisi lain, aktivis memanfaatkan platform daring untuk mengorganisasi aksi, seperti gerakan “Indonesia Gelap” yang menyoroti kebijakan yang dianggap merugikan.

5. Reaksi terhadap Ketimpangan Sosial dan Lingkungan

Isu lingkungan juga menjadi pemicu protes. Pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai belum menunjukkan ambisi kuat dalam menghadapi krisis iklim, meskipun ada janji untuk mempercepat target nol emisi. Kebijakan hilirisasi sumber daya alam, yang menjadi salah satu program unggulan, menuai kritik karena dianggap lebih menguntungkan korporasi ketimbang masyarakat lokal. Aksi protes dari kelompok lingkungan dan masyarakat adat pun meningkat, menuntut keadilan ekologis.

Selain itu, ketimpangan sosial, seperti kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan, serta kurangnya perlindungan terhadap kelompok marginal, memicu gerakan sosial yang menuntut perubahan sistemik. Gerakan ini sering kali melibatkan kaum muda, yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan yang lebih mengutamakan stabilitas ekonomi ketimbang keadilan sosial.

Kesimpulan

Maraknya gerakan protes sosial di era Prabowo-Gibran tidak terjadi dalam ruang hampa. Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi, kekecewaan atas janji politik, kontroversi dinasti politik, gaya komunikasi yang bermasalah, serta isu ketimpangan sosial dan lingkungan menjadi pemicu utama. Protes ini mencerminkan semangat masyarakat untuk menuntut akuntabilitas dan keadilan, sekaligus tantangan bagi pemerintahan baru untuk membuktikan komitmennya kepada rakyat.

Bagi Prabowo-Gibran, gelombang protes ini adalah ujian awal untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mendengar aspirasi publik dan mewujudkan perubahan yang dijanjikan. Tanpa langkah konkret untuk mengatasi akar masalah, gerakan sosial ini berpotensi terus berkembang, membentuk dinamika politik yang semakin kompleks di masa depan. (RS)

    Tags: Prabowo
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Mahasiswa Bispro UPNVJT Latih Etika Profesional di Hotel Platinum

    Next Post

    Lapas Blangpidie Laksanakan Bakti Sosial Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61

    Bergerak Berdampak

    Bergerak Berdampak

    Related Posts

    Komunikasi manusia dan mesin AI

    Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

    10 September 2026
    Ilustrasi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan perusahaan. (Ilustrasi/AI)

    Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

    5 September 2026
    IMG 2765

    Perencanaan SDM di Era AI: Apakah Perusahaan Harus Mengurangi Karyawan atau Justru Meningkatkan Kompetensinya?

    3 September 2026
    1787323144748

    “Pengabdian Sama Mulianya, Hak Harus Sama Adilnya”: Suara Hati Ribuan Pendidik Madrasah Swasta yang Selama Ini Diam Mengabdi

    31 August 2026
    Next Post
    cbb97530 7f14 4668 8f1e da20272fc11b

    Lapas Blangpidie Laksanakan Bakti Sosial Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61

    f0c751a2 8097 4107 b682 59c0a35d13e7

    Peringati HBP ke-61, Lapas Blangpidie Gelar Donor Darah Bersama PMI Abdya

    Foto Bersama Pihak BSDM Kemendukbangga, Dosen & Mahasiswa/i Pekom FKIP UHAMKA

    Mahasiswa/i Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA PKL di Kemendukbangga

    250415142227 943

    Gelar Doa Bersama di Masjid At-Ta'awun, Doa Terbaik untuk Seluruh Siswa MAN 2 Bantul

    WhatsApp Image 2025 04 16 at 12.46.26

    Terpasang, Kubah Masjid At Ta’awun MAN 2 Bantul

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Workshop copywriting dan AI bersama Ahmad Madani membahas strategi membuat konten yang menarik perhatian dan meningkatkan konversi

    Siswa Labschool Belajar Mengubah Fitur Menjadi Manfaat

    10 September 2026
    Alat NoodleTech berbasis IoT untuk proses pengacakan, pencetakan, penggulungan, dan pendataan produksi Mie Lethek

    Saat Tradisi Bertemu Otomasi: NoodLeTech Hadir untuk Menjawab Tantangan Produksi Mie Lethek

    10 September 2026
    Melihat secara langsung apartemen cacing sutra

    Apartemen Cacing Sutra Berbasis Energi Surya, Dorong Kemandirian Pakan di Desa Karangnanas

    10 September 2026
    Komunikasi manusia dan mesin AI

    Komunikasi Manusia dan Mesin Ketika Batas Itu Semakin Kabur

    10 September 2026
    pelataran 1

    PEDAL JUARA Dorong Anak Pemulung Bantargebang Berani Bermimpi dan Mengenali Potensi Diri

    10 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 10 at 09.37.22

    KUA Pangkalan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

    10 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita