Bengkulu – Keterbatasan ruang gerak selama menjalani masa pidana bukan berarti harus membatasi kesempatan seseorang untuk terus berkembang. Melalui pendidikan, warga binaan tetap memiliki peluang untuk menata masa depan, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu melalui pelaksanaan pembelajaran pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Songo Langit, Sabtu (31/10/2026).
Program pendidikan yang dilaksanakan secara rutin ini memberikan kesempatan kepada warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk melanjutkan proses belajar sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Dengan pendampingan tenaga pendidik dari PKBM Songo Langit dan dukungan jajaran Lapas Bengkulu, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Bagi para peserta, kegiatan belajar ini bukan sekadar rutinitas mengisi waktu selama menjalani masa pidana. Lebih dari itu, pendidikan menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan baru, membangun kepercayaan diri, serta membuka kembali kesempatan yang sebelumnya mungkin terhenti karena berbagai keterbatasan.
Program Paket A, Paket B, dan Paket C masing-masing merupakan pendidikan kesetaraan setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui jalur pendidikan nonformal ini, peserta didik berkesempatan memperoleh pengakuan atas jenjang pendidikan yang diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menempatkan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia sebagai prinsip penyelenggaraan sistem pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga diarahkan untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik. Menurutnya, kesempatan untuk belajar harus tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan kesetaraan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta memiliki bekal yang bermanfaat ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Julianto.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan PKBM Songo Langit merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program pendidikan di dalam Lapas. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus memberikan akses pembelajaran yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bengkulu ingin menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berbicara tentang perubahan perilaku, tetapi juga tentang membuka kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan kapasitas diri, dan menumbuhkan harapan baru.
Sebab, masa depan seseorang tidak semestinya berhenti pada kesalahan masa lalu. Dengan akses pendidikan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk belajar, berbenah, dan mempersiapkan diri menjadi bagian masyarakat yang lebih baik, mandiri, serta bertanggung jawab.




















