Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keuangan bertema “Solusi Bijak Mengelola Keuangan Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan”, Rabu (13/5). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh staf tata usaha, Triviani Agustina Ngoranmele.
Triviani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kementerian, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga secara bijak, sehat, dan berkelanjutan.
”Melalui kegiatan ini, kami diharapkan mampu membangun perencanaan keuangan yang baik, memahami pentingnya literasi keuangan, serta meningkatkan kesadaran dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan secara aman dan produktif,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, pihak OJK menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pentingnya menabung dan berinvestasi, serta penggunaan layanan pinjaman secara bertanggung jawab. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi terkait berbagai bentuk kejahatan keuangan digital yang marak terjadi, seperti phishing, skimming, pinjaman online ilegal, hingga judi online.
Pada kesempatan yang sama, pihak BSI memaparkan materi bertajuk “Langkah Emas Sinergi BSI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam Layanan Perbankan Syariah”. Materi tersebut menyoroti pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang serta kemudahan layanan perbankan syariah berbasis digital.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, literasi keuangan merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki setiap pegawai agar mampu mengelola pendapatan secara sehat dan terhindar dari permasalahan finansial.
”Harapannya, seluruh pegawai memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pengelolaan keuangan yang aman, sehat, dan terencana sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi maupun keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi seperti ini sangat penting di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan keuangan yang semakin pesat. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Humas/LT)


















