Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Hidup Menjadi Konten

Dinda Fatimah Zahra by Dinda Fatimah Zahra
23 July 2026
in Opini
A A
0
Ilustrasi

Ilustrasi

858
SHARES
1.2k
VIEWS

Di sebuah konser, pemandangan yang sama hampir selalu terulang. Lampu dipadamkan. Musik mulai dimainkan. Ribuan telepon genggam terangkat bersamaan. Orang datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi refleks pertama yang muncul justru merekamnya.

Ironisnya, sebagian besar video itu mungkin tidak akan pernah diputar kembali.

Fenomena tersebut tampak sepele. Namun, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih besar. Sejak kapan pengalaman tidak lagi cukup untuk dialami? Mengapa kita merasa harus membuktikan bahwa kita pernah berada di sana?

Pertanyaan itu tidak hanya berlaku di konser. Ia hadir dalam hampir setiap sudut kehidupan. Makanan sering kali didokumentasikan sebelum disantap. Liburan disusun agar menghasilkan foto yang menarik. Wisuda dirancang layaknya sesi produksi. Aktivitas olahraga berubah menjadi tangkapan layar aplikasi kebugaran. Bahkan membaca buku pun sering diakhiri dengan unggahan kutipan di media sosial. Seolah-olah sebuah pengalaman baru memperoleh maknanya setelah dipublikasikan.

Tentu tidak ada yang salah dengan berbagi cerita. Media sosial telah memperluas ruang untuk belajar, saling menginspirasi, dan membangun jejaring. Masalahnya muncul ketika berbagi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan berubah menjadi kebutuhan. Pengalaman terasa kurang lengkap jika tidak memperoleh perhatian. Kehadiran terasa belum sah jika tidak meninggalkan jejak digital.

Di titik inilah kita sedang menyaksikan perubahan sosial yang menarik. Media sosial tidak sekadar mengubah cara manusia berkomunikasi. Ia mengubah cara masyarakat memberi nilai pada pengalaman.

Pada 1967, filsuf Prancis Guy Debord memperkenalkan konsep society of the spectacle, masyarakat tontonan. Jauh sebelum TikTok, Instagram, atau YouTube hadir, Debord telah mengingatkan bahwa masyarakat modern perlahan lebih menghargai citra daripada pengalaman itu sendiri. Yang dinilai bukan lagi kenyataan, melainkan bagaimana kenyataan itu ditampilkan.

Hari ini, gagasan tersebut terasa semakin relevan.

Algoritma tidak bekerja berdasarkan makna. Algoritma bekerja berdasarkan perhatian. Konten yang mengundang emosi, memancing rasa penasaran, atau membuat orang berhenti menggulir layar akan lebih mudah disebarkan. Dalam logika seperti ini, perhatian berubah menjadi komoditas. Semakin besar perhatian yang diperoleh, semakin tinggi pula nilai sebuah konten.

Lama-kelamaan, logika itu merembes ke kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya konten yang bersaing memperoleh perhatian. Manusianya juga.

Kita mulai memilih sudut foto terbaik, menyusun narasi yang paling menarik, dan menghapus bagian-bagian hidup yang dianggap tidak layak dipublikasikan. Bukan karena ingin berbohong, melainkan karena ruang digital memberi penghargaan kepada apa yang tampak sempurna.

Di sinilah persoalannya.

Media sosial tidak meminta kita menjadi orang lain. Ia hanya perlahan mengajari kita memilih bagian diri yang paling mungkin disukai.

Akibatnya, kehidupan yang tampil di layar sering kali berbeda dengan kehidupan yang benar-benar dijalani. Kita melihat foto wisuda, tetapi tidak melihat malam-malam penuh kecemasan sebelum skripsi selesai. Kita melihat perjalanan liburan, tetapi tidak melihat utang yang mungkin harus dibayar setelahnya. Kita melihat keberhasilan, tetapi jarang menyaksikan kegagalan yang mendahuluinya.

Potongan-potongan itulah yang kemudian menjadi standar baru dalam membandingkan hidup.

Tidak mengherankan jika semakin banyak orang merasa tertinggal. Bukan karena hidupnya buruk, melainkan karena ia terus membandingkan kenyataan dengan etalase terbaik kehidupan orang lain.

Sosiolog Erving Goffman pernah menjelaskan bahwa kehidupan sosial menyerupai panggung tempat manusia menampilkan dirinya di hadapan orang lain. Namun, panggung hari ini jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan Goffman. Penontonnya bukan lagi puluhan orang di sekitar kita, melainkan ribuan, bahkan jutaan akun yang tidak pernah benar-benar kita kenal.

Dalam situasi seperti itu, batas antara menjalani hidup dan mempertontonkan hidup menjadi semakin tipis.

Fenomena ini juga berkaitan dengan apa yang oleh filsuf Byung-Chul Han disebut sebagai masyarakat prestasi. Manusia modern terus terdorong untuk tampil produktif, aktif, dan menarik. Tidak cukup menjadi bahagia. Kebahagiaan harus terlihat. Tidak cukup belajar. Proses belajar harus dibagikan. Tidak cukup membantu orang lain. Kebaikan pun sering kali diukur dari seberapa luas ia mendapat perhatian.

Pelan-pelan, pengalaman berubah menjadi konten.

Yang hilang bukan sekadar privasi. Yang ikut hilang adalah ruang untuk mengalami sesuatu tanpa merasa perlu menjelaskannya kepada orang lain.

Padahal, tidak semua hal yang berharga membutuhkan penonton. Tidak semua percakapan harus direkam. Tidak semua matahari terbenam perlu diunggah. Tidak semua kebahagiaan memerlukan tombol “bagikan”.

Baca Juga

5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

21 October 2026
1792510183529

Stoikisme, Kejawen, Dan Islam: Menemukan Keteguhan Hati Dalam Menghadapi Cobaan Hidup

21 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 20 at 20.00.18

Ketika Harga Pangan Naik, Seberapa Kuat Daya Beli Masyarakat Indonesia?

20 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

20 October 2026

Bukan berarti kita harus meninggalkan media sosial. Platform digital telah menjadi bagian dari kehidupan modern dan membawa banyak manfaat. Yang perlu dipertanyakan justru cara kita memakainya. Apakah media sosial masih menjadi alat untuk berbagi pengalaman, atau jangan-jangan pengalaman kita mulai dibentuk oleh apa yang dianggap layak dibagikan?

Pertanyaan itu penting, sebab perubahan terbesar yang sedang terjadi mungkin bukan terletak pada teknologi, melainkan pada diri kita sendiri.

Barangkali media sosial tidak pernah benar-benar mengubah siapa kita.

Ia hanya perlahan mengubah apa yang kita anggap pantas untuk diperlihatkan.

Dan ketika hidup semakin sering dilihat dari sudut pandang penonton, barangkali yang paling kita rindukan bukan dunia tanpa media sosial, melainkan kemampuan menikmati sebuah momen tanpa merasa harus membuktikan bahwa momen itu pernah ada.

    Tags: Ketika Hidup Menjadi KontenKonten
    Share343Tweet215Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Lapas Arjasa Kobarkan Kepedulian Anak melalui Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026

    Next Post

    Rutan Bengkulu Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026

    Dinda Fatimah Zahra

    Dinda Fatimah Zahra

    Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan atau pemilik nama pena Faqod Faaz percaya bahwa setiap manusia menyimpan cerita yang layak didengar. Mahasiswa Sosiologi Unusia ini menulis tentang perempuan, keluarga, pendidikan, dan berbagai wajah kehidupan sosial yang sering luput diperhatikan. Aktif sebagai redaktur Katasulsel.com dan kontributor NU Online serta sejumlah media digital. Jejaknya dapat ditelusuri melalui Instagram @difaatimah_13 dan @faq_odfaaz.

    Related Posts

    5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

    Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    21 October 2026
    1792510183529

    Stoikisme, Kejawen, Dan Islam: Menemukan Keteguhan Hati Dalam Menghadapi Cobaan Hidup

    21 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 20.00.18

    Ketika Harga Pangan Naik, Seberapa Kuat Daya Beli Masyarakat Indonesia?

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 19.08.28

    Mengatasi Tingginya Turnover Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Tepat

    20 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 07 23 at 09.18.28 1

    Rutan Bengkulu Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026

    0d89230f 73a1 44e4 bd74 abfea613753a

    Penuhi Hak Komunikasi Warga Binaan, Rutan Bengkulu Optimalkan Layanan Wartelsuspas

    6ddb7f45 7eb4 4d5c 8ce9 50ab7547b002 1

    Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan, Rutan Bengkulu Lakukan Pembersihan Area Brandgang

    WhatsApp Image 2026 07 23 at 13.25.11

    Perangi Narkoba Bersama, Lapas Mojokerto Ikuti Puncak Peringatan HANI 2026

    WhatsApp Image 2026 07 23 at 14.58.542

    Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Mojokerto Intensifkan Razia, Pastikan Lingkungan Pemasyarakatan Tetap Aman

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 9131 2 11zon

    Kantor Pertanahan Kabupaten Enrekang melaksanakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Kamis, 15 Oktober 2026

    21 October 2026
    Screenshot 2026 10 21 103454

    Santri dan Masa Depan Peradaban Menjaga Tradisi Menjawab Zaman

    21 October 2026
    5d616b99 9a5c 4196 89b3 41254e7cbb38

    Booming Ekonomi Digital dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    21 October 2026
    Lapas Kelas IIA Bengkulu, Lapas Bengkulu, Warga Binaan Pemasyarakatan, WBP Lapas Bengkulu, senam rutin, senam pagi, senam sehat

    Lapas Bengkulu Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pembinaan Warga Binaan

    21 October 2026
    df9f7781 1183 4d39 a420 2536341c7739

    Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Hilirkan Program Re-Story Lewat Buku Saku

    21 October 2026
    de003dfc ebe4 4ae7 b56d 6e407024c0ff

    Selebgram Habib HDW Tersorot Jalani Internship di Pertamina Patra Niaga RU Dumai

    21 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita