Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menerima pemaparan inovasi bertajuk Wireless Pagging System yang diperkenalkan oleh Peserta Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan Batch 2 sebagai upaya optimalisasi pelayanan kunjungan bagi warga binaan dan keluarga di Aula Utama Lapas Mojokerto, Senin (25/5).
Inovasi Wireless Pagging System hadir sebagai solusi atas kendala pelayanan kunjungan yang selama ini masih dilakukan secara manual, khususnya dalam pengaturan durasi kunjungan. Dalam paparannya, peserta magang menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk membantu petugas mengatur waktu kunjungan secara otomatis melalui perangkat nirkabel yang akan berbunyi, bergetar, dan berkedip ketika waktu kunjungan telah berakhir. Dengan sistem tersebut, proses pergantian pengunjung diharapkan menjadi lebih tertib, efektif, dan efisien.
Pada kegiatan tersebut, peserta magang juga mempraktikkan langsung penggunaan alat di hadapan jajaran petugas Lapas Mojokerto. Simulasi dilakukan mulai dari proses pemberian perangkat kepada pengunjung, pengaturan durasi kunjungan, hingga notifikasi otomatis saat waktu kunjungan selesai. Praktik langsung ini memberikan gambaran nyata mengenai mekanisme kerja inovasi yang dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kunjungan di Lapas Mojokerto.
Selain pemaparan dan praktik penggunaan alat, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta magang dan petugas lapas. Dalam sesi tersebut, berbagai masukan dan tanggapan disampaikan terkait efektivitas penggunaan alat, penerapan di lapangan, hingga pengembangan sistem ke depannya agar semakin optimal dalam mendukung pelayanan publik yang modern dan responsif.
Berdasarkan hasil observasi yang dipaparkan dalam laporan inovasi, sistem pelayanan kunjungan sebelumnya dinilai kurang efektif karena petugas harus berpindah dari satu meja ke meja lainnya untuk mengingatkan batas waktu kunjungan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaktertiban, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat. Melalui penerapan Wireless Pagging System, pengaturan waktu kunjungan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan seragam sehingga menciptakan suasana kunjungan yang lebih nyaman dan kondusif.
Dalam pemaparannya, peserta magang juga menjelaskan bahwa inovasi ini telah melalui tahap uji coba dan memperoleh respons positif dari pengunjung. Mayoritas pengguna layanan menyatakan puas karena sistem dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan, memberikan kepastian waktu kunjungan, serta mengurangi potensi kesalahpahaman antara petugas dan pengunjung terkait batas waktu kunjungan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, mengapresiasi inovasi yang digagas oleh Peserta Magang Hub Kemnaker Batch 2 tersebut. Menurutnya, inovasi ini menjadi bentuk kontribusi positif generasi muda dalam mendukung transformasi pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Ia berharap inovasi Wireless Pagging System dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kunjungan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
















