Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus tunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Pada Senin (22/6), petugas bersama Warga Binaan Kristen melaksanakan Ibadah Buka Usbu yang berlangsung khidmat di Gereja Ebenhaezer Lapas Bandanaira.
Ibadah dipimpin oleh petugas Lapas Bandanaira, Hans Krisna Sagala, dan diikuti dengan penuh penghayatan oleh seluruh jamaah. Kegiatan ini merupakan ibadah rutin yang dilaksanakan setiap awal pekan sebagai bagian dari program pembinaan rohani.
Dalam kesempatan tersebut, pembacaan Alkitab diambil dari 1 Korintus 12:12-31 yang mengisahkan tentang tubuh Kristus yang terdiri dari banyak anggota namun tetap menjadi satu kesatuan. Melalui firman tersebut, Warga Binaan diajak untuk memahami pentingnya persatuan, saling menghargai perbedaan, serta menyadari bahwa setiap individu memiliki peran dan nilai yang berharga dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan rohani yang disampaikan menekankan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang dan masa lalu, memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai kasih, kebersamaan, dan pelayanan menjadi bekal penting bagi Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan ibadah merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. “Melalui kegiatan rohani seperti ini, kami berharap Warga Binaan membangun nilai-nilai spiritual, moral, dan etika yang menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” harapnya.
Senada, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu program penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Melalui kegiatan ibadah yang rutin dilaksanakan, diharapkan Warga Binaan dapat semakin meningkatkan kualitas spiritual, memiliki sikap yang lebih positif, serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh harapan dan tanggung jawab.
“Ibadah bukan hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kekuatan dan motivasi bagi Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, Gio, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan ibadah tersebut. “Kami merasa dikuatkan dan diingatkan tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Ibadah ini memberi kami pengharapan dan semangat untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan terlaksananya Ibadah Buka Usbu, Lapas Bandanaira berharap seluruh Warga Binaan makin mantap dalam menjalani masa pembinaan serta mampu menumbuhkan keimanan, kedisiplinan, dan semangat untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan. (Humas/LT)























