Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Ganti Menteri, Ganti Kurikulum: Inovasi atau Ajang Coba-Coba?

Sekar Febriana by Sekar Febriana
30 June 2025
in Opini
A A
0
b27454f9 f3d4 48eb 90a6 188c3895bebd
874
SHARES
1.3k
VIEWS

Ganti Menteri, Ganti Kurikulum: Inovasi atau Ajang Coba-Coba?

Pendidikan merupakan dasar bagi masa depan suatu bangsa. Namun, di Indonesia, sistem pendidikan kita tampak terjebak dalam siklus yang tiada henti: pergantian menteri, pergantian kurikulum. Setiap kali posisi Menteri Pendidikan berganti, publik hampir bisa memprediksi satu hal yaitu, kurikulum akan berubah. Seolah menjadi sebuah tradisi yang tidak tertulis, perubahan pemimpin di Kementerian Pendidikan hampir selalu disertai dengan perubahan dalam sistem pengajaran, bahkan ketika kurikulum yang ada belum sepenuhnya dievaluasi.

Pertanyaannya, apakah pergeseran ini merupakan langkah inovatif yang berkelanjutan, atau sekadar eksperimen yang merugikan siswa sebagai korbannya? Ketidakpastian kurikulum di Indonesia telah menjadi isu yang mendalam dalam sistem pendidikan. Hal ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga menciptakan kebingungan bagi guru, siswa, dan orang tua. Ditengah dunia yang semakin rumit dan memerlukan penyesuaian cepat, sistem pendidikan kita justru berjalan tanpa arah yang jelas.

Ketidakkonsistenan Kurikulum = Sejarah yang Berulang

Sejarah pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa setiap pergantian menteri pendidikan sering kali diikuti oleh perubahan kurikulum yang signifikan. Seperti yang dikemukakan dalam jurnal IAIN Lhokseumawe, “Indonesia telah mengalami lebih dari 13 kali perubahan kurikulum” (https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/idarah/article/view/524?utm), dan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir saja, setidaknya empat kurikulum besar telah silih berganti, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Ironisnya, perubahan ini kerap terjadi tanpa masa transisi yang memadai.

Ketidakkonsistenan ini menjadi problem struktural yang terus berulang. Menurut pakar pendidikan Sunardi, perubahan kurikulum idealnya dilakukan setiap 10–15 tahun melalui proses evaluasi dan pengujian mendalam, bukan berdasarkan selera kepemimpinan. Namun sayangnya, sistem pendidikan kita justru cenderung responsif terhadap kebijakan politis sesaat dibandingkan berpijak pada kebutuhan riil pendidikan jangka panjang.

Bagaimana kita bisa mengharapkan hasil yang positif jika para pendidik tidak diberikan cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi? Kurangnya evaluasi dan persiapan sebelum penerapan kurikulum baru merupakan masalah besar. Banyak guru yang tidak mendapatkan pelatihan yang memadai untuk mengajarkan kurikulum baru, sehingga mereka terpaksa berjuang sendiri dalam memahami dan menyampaikan materi yang belum dikuasai. Akibatnya, proses belajar mengajar menjadi tidak efektif, dan siswa pun jadi terjebak dalam ketidakpastian ini.

Baca Juga

IMG 20260409 WA0054

Menjaga Keseimbangan di tengah Gemuruh Dunia Digital

10 April 2026
gambar pengusaha kartun

strategi meningkatkan omzet bisnis online di era digital

9 April 2026
IMG 20260409 WA0000

Strategi meningkatkan kinerja karyawan dalam perusahaan

9 April 2026
Kelola Bisnis di Era Digital

Manajemen di Era Scroll: Bagaimana Bisnis Bertahan di Tengah Distraksi Digital

9 April 2026

Bagaimana Nasib Pelajar yang Terombang-ambing?

Sebagai siswa dan generasi muda yang dibesarkan dalam sistem pendidikan Indonesia, saya menyaksikan bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering malah merugikan kami. Alih-alih menciptakan inovasi, keadaan ini membuat kami kesulitan untuk fokus dalam menguasai kompetensi dasar karena materi dan metode terus berubah. Pembelajaran menjadi tidak terarah, dan sering kali guru pun bingung menentukan pendekatan yang paling efektif. Ketika guru merasa ragu, siswa juga kehilangan arah. Ini memicu stres, kecemasan, bahkan menurunnya semangat belajar. Sekolah pun mengalami kesulitan dalam merancang program pembelajaran jangka panjang. Padahal, pendidikan seharusnya menciptakan suasana yang stabil dan mendukung bagi perkembangan siswa.

Belajar dari Negara Maju: Stabilitas adalah Kunci

Jika dibandingkan dengan negara seperti Australia atau Singapura, yang kurikulumnya tidak mengalami perubahan drastis setiap kali ada pergantian kepemimpinan. Di Australia, mereka memiliki sistem pendidikan yang stabil dan berkelanjutan. Perubahan kurikulum di negara-negara tersebut dilakukan dengan rencana yang matang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, serta ahli pendidikan. Mereka memberikan masa transisi yang cukup untuk memastikan semua pihak dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Singapura juga memiliki pendekatan serupa. Setiap perubahan signifikan dilakukan melalui proyek percontohan dan percobaan yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum diterapkan secara luas di seluruh negeri.

Pemerintahnya menjamin bahwa masa transisi berlangsung cukup lama agar para guru dan siswa dapat beradaptasi secara bertahap. Hasilnya,kestabilan dalam sistem pendidikan ini mendukung peningkatan kualitas lulusan serta daya saing di tingkat global. Menurut laporan World Competitiveness Ranking 2023 dari IMD, sistem pendidikan di Singapura berada pada urutan ketiga di dunia, unggul jauh dibandingkan Indonesia.

Di Indonesia, siswa adalah kelompok yang paling merasakan dampak dari ketidakstabilan kurikulum ini. Bayangkan mereka belajar dengan sistem yang belum sepenuhnya dipahami oleh para guru, materi yang tidak terstruktur dengan baik, dan penilaian yang kerap berubah. Banyak siswa yang merasa tertekan karena harus menyesuaikan diri dengan standar baru yang tidak jelas arahnya. Berdasarkan survei UNICEF Indonesia pada tahun 2022, lebih dari 30% siswa merasa stres akibat meningkatnya beban akademis saat beralih ke Kurikulum Merdeka. Mereka juga merasakan kurangnya bimbingan dan informasi yang memadai. Pengaruh jangka panjang dari situasi ini adalah berkurangnya rasa percaya diri siswa dan ketidaksiapan menghadapi tingkat pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.

Pendidikan merupakan landasan bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, sistem pendidikan seharusnya tidak ditentukan oleh kepentingan individu atau kebijakan politik semata. Diperlukan pendekatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berdasarkan evaluasi nyata di lapangan. Kurikulum yang baik adalah yang dibuat secara partisipatif, terencana, dan memiliki masa transisi yang memadai. Pemerintah dan para pemangku kebijakan seharusnya tidak bersaing dalam membuat perubahan hanya untuk citra dan reputasi. Prioritas utama haruslah menciptakan sistem yang konsisten dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Konsistensi dalam kurikulum tidak berarti stagnasi, melainkan membangun fondasi yang kuat agar siswa dapat berkembang dengan arah yang jelas.

Mari kita berhenti menjadikan pendidikan sebagai tempat untuk menguji kebijakan politik. Saatnya untuk membangun sistem yang stabil, adil, dan berorientasi pada masa depan. Karena sejatinya, konsistensi sistem pendidikan bukan soal mempertahankan status quo, melainkan memberikan ruang aman bagi pelajar untuk berkembang dan mempersiapkan diri menjadi warga bangsa yang siap bersaing secara global.

Share350Tweet219Share61Pin79SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

Buku KIA, Teman Setia Orang Tua: Langkah Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

Next Post

Menanti Ketegasan Final dalam Polemik 16 Pulau: Saatnya Negara Hadir dengan Kepastian

Sekar Febriana

Sekar Febriana

Public Relations and Digital Communication and passionate about Content Writing & Public Relation(building strong relationships) with the public. Possesses strong communication and analytical skills.

Related Posts

IMG 20260409 WA0054

Menjaga Keseimbangan di tengah Gemuruh Dunia Digital

10 April 2026
gambar pengusaha kartun

strategi meningkatkan omzet bisnis online di era digital

9 April 2026
IMG 20260409 WA0000

Strategi meningkatkan kinerja karyawan dalam perusahaan

9 April 2026
Kelola Bisnis di Era Digital

Manajemen di Era Scroll: Bagaimana Bisnis Bertahan di Tengah Distraksi Digital

9 April 2026
Next Post
Pulau

Menanti Ketegasan Final dalam Polemik 16 Pulau: Saatnya Negara Hadir dengan Kepastian

Sumber: Greenpeace

Papua Kaya, Tapi Luka: Antara Tambang, Alam, dan Harapan Warga

Pengabdian Kepada Masyarakat Trisakti Multimedia di SMK PGRI 1 Jakarta

Trisakti School of Multimedia Hadir di SMK PGRI 1 Jakarta: Latih Adobe Illustrator dan Pengaplikasiannya dalam Dunia Kerja

IMG 3533

Api Gejolak Timur Tengah: Di Balik Bayang Konflik Iran–Israel, Nasib WNI Tergantung pada Seutas Harapan

Screenshot 2025 06 30 13 13 24 65

Alam Kushariadi adalah Musisi/band yang berasal dari Cepu Blora Jawa Tengah

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

Menteri IMIPAS

Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

11 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 09 at 20.37.23

Kalapas Arga Makmur Hadiri Undangan Wali Kota Bengkulu dalam Penyambutan Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI

11 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 10 at 09.03.56 1

Perkuat Pengawasan Internal, Lapas Arga Makmur Ikuti Sosialisasi Kepatuhan Internal Secara Virtual

11 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 10 at 19.59.10 1

Pastikan Hak WBP Terpenuhi, Lapas Arga Makmur Fasilitasi Penelitian Kemasyarakatan Bersama Bapas Bengkulu

11 April 2026
WhatsApp Image produk

Produk Warga Binaan Lapas Bandanaira Laris Manis di Bazar UMKM Pemasyarakatan Maluku

11 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 10 at 17.58.39

LPP Bengkulu Iringi Kepulangan Komisi XIII DPR RI Usai Kunjungan Kerja

11 April 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan Banner Ucapan Selamat

Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

Iklan MC DSA Square
  • Privacy Policy
  • Panduan Komunitas Pelataran
  • Syarat dan Ketentuan Pelataran
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita