Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pengembangan peternakan itik. Bibit itik yang sebelumnya berhasil ditetaskan menggunakan mesin inkubator kini secara bertahap dipindahkan ke kandang pembesaran oleh warga binaan bersama petugas sebagai bagian dari proses budidaya yang berkelanjutan, Rabu (15/7).
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa keberhasilan pembesaran bibit itik merupakan hasil dari konsistensi seluruh jajaran bersama warga binaan dalam menjalankan program ketahanan pangan. ”Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat sebagai bagian dari proses pembinaan,” jelas Arifin.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat, menyampaikan bahwa proses pemindahan dilakukan setelah bibit itik dinilai memiliki kondisi yang cukup baik untuk beradaptasi di kandang pembesaran. Warga binaan bersama petugas bekerja sama dalam setiap tahapan perawatan, mulai dari penetasan, pemeliharaan awal, hingga pemindahan ke kandang yang lebih luas. ”Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan kemandirian sekaligus implementasi program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di Lapas Mojokerto,” jelas Bambang.
Melalui pengembangan peternakan itik yang dilakukan secara berkesinambungan, Lapas Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sinergi antara petugas dan warga binaan diharapkan mampu menciptakan pembinaan yang produktif, meningkatkan kemandirian, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.q




















