Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Dampak Konten Psikologi di Media Sosial: Membuat Self-Aware atau Overthinking?

Yulia harnisa by Yulia harnisa
27 May 2025
in Gaya Hidup
A A
1
marcel strauss nhUYyqi8yRE unsplash 1
872
SHARES
1.3k
VIEWS
Pada era digital ini, hampir semua orang dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gadget. Gadget bukan sekedar alat komunikasi, tapi juga menjadi sarana untuk mendapat berbagai informasi—termasuk konten psikologi yang kini sangat mudah ditemui di berbagai platform media sosial. Video singkat tentang gangguan mental, tips mengelola emosi, hingga tes kepribadian sering kali muncul di banyak media sosial.
Namun, seiring dengan meningkatnya konsumsi konten psikologi melalui gadget, muncul pertanyaan penting: apakah, konten tersebut membuat kita lebih sadar akan kondisi diri atau malah memicu kecemasan yang tak diperlukan?
Psikologi di Media Sosial: Edukasi atau Bahaya?
Berbagai konten psikologi di media sosial kerap dikemas secara menarik dan mudah dipahami, membuat banyak orang merasa mengalami kondisi mental tertentu saat menontonnya. Sayangnya, tidak semua konten bersumber dari ahli. Beberapa dibuat oleh influencer yang tidak memiliki latar belakang psikologi, hanya mengutip pengalaman pribadi atau sumber tanpa validasi ilmiah.
Fenomena ini dapat berisiko. Salah satunya adalah meningkatnya self-diagnosis. Artinya adalah perilaku memeriksa gejala-gejala diri kita sendiri. Kemudian memberikan label pada diri kita sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri. Kondisi ini tidak hanya menyesatkan, tapi juga berpotensi memperburuk kondisi mental seseorang jika dibiarkan. 
Suara Audiens: Kesadaran Diri atau Self-Diagnosis?
Menurut survei terhadap puluhan responden menunjukan bahwa mayoritas pernah menonton konten psikologi di media sosial. Beberapa dari mereka merasa konten tersebut dapat membantu untuk memahami diri, namun tidak sedikit pula yang merasa konten tersebut membuat mereka menerka-nerka kondisi mental mereka.

“Kebanyakan cukup membantu tapi ada yang menyesatkan juga karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Asalkan konten tersebut sesuai dengan kebenaran maka tidak masalah. Tapi melihat realita bahwa masyarakat lebih sering menelan mentah-mentah konten yang ada di media sosial tanpa memvalidasi kebenarannya, menurut saya ini juga bisa menjadi ancaman. Daripada melakukan cocoklogi lebih baik langsung datang ke psikiater yang jelas-jelas ahli dalam bidangnya. yang pasti-pasti aja.” – Yusuf (20)

Salah satu responden lainnya, RK (20), seorang mahasiswa, menyampaikan pandangan kritisnya:

“Konten psikologi di media sosial cenderung bersifat seperti placebo, memberi efek sementara yang membuat seseorang merasa “terbantu”, padahal bisa jadi justru membuat mereka semakin yakin bahwa dirinya mengalami gangguan tertentu tanpa diagnosis yang tepat.”

Menurutnya, konten – konten tersebut dapat menciptakan persepsi yang keliru tentang diri sendiri:

“Fenomena ini menciptakan efek placebo yang menenangkan sesaat, tetapi berpotensi menjebak individu dalam pola pikir salah kaprah tentang kondisi psikologis mereka sendiri.”

Ia juga menyoroti pentingnya sumber informasi:

“Jika kontennya berasal dari influencer yang hanya mengutip dari buku populer atau pengalaman pribadi, potensi penyebaran informasi yang keliru juga lebih besar.”

marcel strauss nhUYyqi8yRE unsplash 1

Kajian Ilmiah: Risiko Nyata di Balik Layar
Dikutip dari jurnal Psikoedukasi Self Diagnose: Kenali Gangguan Anda Sebelum Menjudge Diri Sendiri. PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, Vol. 3, No. 1. dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Mereka menjelaskan bahwa self-diagnosis dapat menimbulkan berbagai efek negatif.

“Self diagnosis bisa berpengaruh pada kesehatan mental karena dapat menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu. Dari kekhawatiran itu dapat memunculkan gangguan kecemasan karena terlalu mempercayai suatu informasi yang bukan didapat dari ahlinya.”

Penelitian ini juga menekankan bahwa informasi kesehatan mental di internet sering kali tidak jelas sumbernya, dan sulit dipilah antara yang berasal dari profesional dan mana yang tidak.
Penggunaan gadget dapat memberi kita akses tanpa batas terhadap informasi, termasuk konten psikologi. Tapi akses tanpa pemahaman bisa menyesatkan. Kesadaran diri itu penting, namun memahami diri sendiri dengan cara yang benar melalui panduan ahli jauh lebih sehat dan diagnosis yang benar hanya bisa diberikan oleh tenaga professional.
Bijaklah dalam mengonsumsi konten psikologi, karena kesehatan mentalmu layak ditangani dengan cara yang benar.

    Baca Juga

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    5 September 2026
    Chelsi Chiapinsky Heryadi Raih Medali Emas dan Special Award di WICO 2026

    Chelsi Chiapinsky Heryadi Raih Medali Emas dan Special Award di WICO 2026

    22 July 2026
    Cut Bianca Shaleeta, Puteri Anak Indonesia 2024, Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA untuk Anak Indonesia

    Cut Bianca Shaleeta, Puteri Anak Indonesia 2024, Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA untuk Anak Indonesia

    9 July 2026
    Bravo! Inilah Pemenang Ajang Pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten 2026

    Pendaftaran Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027 Resmi Dibuka

    9 July 2026
    Share349Tweet218Share61Pin78SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Indonesia dan Ketergantungan Ekspor Komoditas: Antara Peluang dan Ancaman

    Next Post

    Lapas Tanjung dan Kemenag Tandatangani MoU Pembinaan Keagamaan untuk Warga Binaan

    Yulia harnisa

    Yulia harnisa

    Related Posts

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    Dari Sains Hingga Panggung Budaya: Muhammad Afif Al Ahza Siap Banggakan DKI Jakarta di Mister Cultural 2026

    5 September 2026
    Chelsi Chiapinsky Heryadi Raih Medali Emas dan Special Award di WICO 2026

    Chelsi Chiapinsky Heryadi Raih Medali Emas dan Special Award di WICO 2026

    22 July 2026
    Cut Bianca Shaleeta, Puteri Anak Indonesia 2024, Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA untuk Anak Indonesia

    Cut Bianca Shaleeta, Puteri Anak Indonesia 2024, Hadirkan Ruang Harapan Bersama KIKA untuk Anak Indonesia

    9 July 2026
    Bravo! Inilah Pemenang Ajang Pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten 2026

    Pendaftaran Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027 Resmi Dibuka

    9 July 2026
    Next Post
    Lapas Tanjung

    Lapas Tanjung dan Kemenag Tandatangani MoU Pembinaan Keagamaan untuk Warga Binaan

    Pembelajaran matematika di Indonesia mulai diperkenalkan sejak usia dini, namun seringkali terasa terpisah dari realitas budaya dan kehidupan sehari-hari (Pathuddin, 2021). Meskipun matematika memiliki akar kuat dalam berbagai aspek budaya, pendekatan pembelajaran di sekolah cenderung formal dan teoritis. Sebagian masyarakat mungkin tidak pernah mengikuti pembelajaran matematika secara formal, namun konsep-konsep matematika secara tidak langsung telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sayangnya, kompleksitas matematika dan pendekatan formal ini dapat menciptakan pandangan rumit dan persepsi negatif terhadap mata pelajaran tersebut. Pandangan rumit terhadap matematika tidak muncul tanpa alasan. Mempelajari matematika sejatinya berarti memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak (Herawaty, et. all., 2019). Banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika karena merasa takut dan cemas menghadapi soal-soal yang dianggap sulit (Theresia, et. all., 2018). Mereka berfikir bahwa matematika itu rumit dan sulit untuk dimengerti. Konsep pembelajaran matematika di sekolah, yang seringkali diajarkan secara formal dan teoritis, mempengaruhi minat siswa dan dapat menyebabkan kebosanan, terutama jika materi sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Umy, 2020). Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dirancang metode pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan terhubung dengan budaya setempat. Hubungan antara matematika dan budaya disebut dengan etnomatematika. Menurut Rachmawati (2012), etnomatematika dapat didefinisikan sebagai matematika yang berkembang dalam suatu budaya, mencerminkan perilaku khusus yang diterapkan oleh kelompok masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika. Integrasi etnomatematika melalui permainan tradisional menjadi alternatif menarik untuk meningkatkan minat siswa terhadap matematika. Karena permainan tradisional tidak hanya mengandung unsur kesenangan dan budaya, tetapi juga melatih keterampilan berpikir dan berhitung (Nurul, 2021). Salah satu pilihan permainan tradisional yang menarik adalah permainan tradisional gedrik. Permainan gedrik sangat popular di tahun 80 hingga 90-an. Meskipun demikian, permainan tradisional seperti gedrik semakin terlupakan dan penting untuk mendukung pemulihannya sebagai alat pembelajaran yang berharga. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penting untuk diadakan penelitian tentang kaitan matematika dengan permainan tradisional gedrik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional gedrik.

    Etnomatematika Permainan Tradisinal Gedrik Pada Pembelajaran Matematika Di MI Roudlotul Huda Terban

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 08.23.56

    MTsN 6 Bantul Gelar Rapat Asesmen Sumatif Akhir Tahun 2025

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 10.41.05

    Siswa VIIIA–VIIIF MTsN 6 Bantul Sukses Ikuti ASAT Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 14.28.11

    Plh. Kepala MTsN 6 Bantul Hadiri Kick off Meeting Reformasi Birokrasi Kementerian Agama

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Screenshot 2026 09 18 145946 300kb

    Lapas Mojokerto Bagikan Kolak, Hadirkan Kehangatan bagi Warga Binaan

    18 September 2026
    Guru dan siswa SMK di Kabupaten Pacitan membangun ekosistem Bisnis Digital melalui kurikulum, Teaching Factory, proyek nyata, dan persiapan LKS

    Guru dan Siswa Pacitan Didorong Menghasilkan Karya Nyata

    18 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 18 at 14.16.25 200kb

    Lapas Mojokerto Ikuti APIP SIAGA, Perkuat Pengelolaan Konflik Kepentingan

    18 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 18 at 09.08.27

    13 Peserta Ditetapkan Ikuti Program Magang Nasional di Kantah Kota Bandar Lampung

    18 September 2026
    s

    Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Program Perintis Pada PPAT Se-Bandar Lampung

    18 September 2026
    Mengenal lebih dekat sosok Awal Miracle, mahasiswa Teknik Keselamatan yang berhasil membangun karier profesional sebagai pesulap panggung sekaligus kreator konten edukasi dengan puluhan ribu pengikut.

    Awal Miracle: Perjalanan Pesulap Muda Makassar di Panggung Hiburan dan Era Digital

    18 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita