Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Dampak Konten Psikologi di Media Sosial: Membuat Self-Aware atau Overthinking?

Yulia harnisa by Yulia harnisa
27 May 2025
in Gaya Hidup
A A
1
marcel strauss nhUYyqi8yRE unsplash 1
871
SHARES
1.3k
VIEWS
Pada era digital ini, hampir semua orang dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gadget. Gadget bukan sekedar alat komunikasi, tapi juga menjadi sarana untuk mendapat berbagai informasi—termasuk konten psikologi yang kini sangat mudah ditemui di berbagai platform media sosial. Video singkat tentang gangguan mental, tips mengelola emosi, hingga tes kepribadian sering kali muncul di banyak media sosial.
Namun, seiring dengan meningkatnya konsumsi konten psikologi melalui gadget, muncul pertanyaan penting: apakah, konten tersebut membuat kita lebih sadar akan kondisi diri atau malah memicu kecemasan yang tak diperlukan?
Psikologi di Media Sosial: Edukasi atau Bahaya?
Berbagai konten psikologi di media sosial kerap dikemas secara menarik dan mudah dipahami, membuat banyak orang merasa mengalami kondisi mental tertentu saat menontonnya. Sayangnya, tidak semua konten bersumber dari ahli. Beberapa dibuat oleh influencer yang tidak memiliki latar belakang psikologi, hanya mengutip pengalaman pribadi atau sumber tanpa validasi ilmiah.
Fenomena ini dapat berisiko. Salah satunya adalah meningkatnya self-diagnosis. Artinya adalah perilaku memeriksa gejala-gejala diri kita sendiri. Kemudian memberikan label pada diri kita sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri. Kondisi ini tidak hanya menyesatkan, tapi juga berpotensi memperburuk kondisi mental seseorang jika dibiarkan. 
Suara Audiens: Kesadaran Diri atau Self-Diagnosis?
Menurut survei terhadap puluhan responden menunjukan bahwa mayoritas pernah menonton konten psikologi di media sosial. Beberapa dari mereka merasa konten tersebut dapat membantu untuk memahami diri, namun tidak sedikit pula yang merasa konten tersebut membuat mereka menerka-nerka kondisi mental mereka.

“Kebanyakan cukup membantu tapi ada yang menyesatkan juga karena tidak sesuai dengan fakta yang ada. Asalkan konten tersebut sesuai dengan kebenaran maka tidak masalah. Tapi melihat realita bahwa masyarakat lebih sering menelan mentah-mentah konten yang ada di media sosial tanpa memvalidasi kebenarannya, menurut saya ini juga bisa menjadi ancaman. Daripada melakukan cocoklogi lebih baik langsung datang ke psikiater yang jelas-jelas ahli dalam bidangnya. yang pasti-pasti aja.” – Yusuf (20)

Salah satu responden lainnya, RK (20), seorang mahasiswa, menyampaikan pandangan kritisnya:

“Konten psikologi di media sosial cenderung bersifat seperti placebo, memberi efek sementara yang membuat seseorang merasa “terbantu”, padahal bisa jadi justru membuat mereka semakin yakin bahwa dirinya mengalami gangguan tertentu tanpa diagnosis yang tepat.”

Menurutnya, konten – konten tersebut dapat menciptakan persepsi yang keliru tentang diri sendiri:

“Fenomena ini menciptakan efek placebo yang menenangkan sesaat, tetapi berpotensi menjebak individu dalam pola pikir salah kaprah tentang kondisi psikologis mereka sendiri.”

Ia juga menyoroti pentingnya sumber informasi:

“Jika kontennya berasal dari influencer yang hanya mengutip dari buku populer atau pengalaman pribadi, potensi penyebaran informasi yang keliru juga lebih besar.”

marcel strauss nhUYyqi8yRE unsplash 1

Kajian Ilmiah: Risiko Nyata di Balik Layar
Dikutip dari jurnal Psikoedukasi Self Diagnose: Kenali Gangguan Anda Sebelum Menjudge Diri Sendiri. PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, Vol. 3, No. 1. dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Mereka menjelaskan bahwa self-diagnosis dapat menimbulkan berbagai efek negatif.

“Self diagnosis bisa berpengaruh pada kesehatan mental karena dapat menimbulkan kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu. Dari kekhawatiran itu dapat memunculkan gangguan kecemasan karena terlalu mempercayai suatu informasi yang bukan didapat dari ahlinya.”

Penelitian ini juga menekankan bahwa informasi kesehatan mental di internet sering kali tidak jelas sumbernya, dan sulit dipilah antara yang berasal dari profesional dan mana yang tidak.
Penggunaan gadget dapat memberi kita akses tanpa batas terhadap informasi, termasuk konten psikologi. Tapi akses tanpa pemahaman bisa menyesatkan. Kesadaran diri itu penting, namun memahami diri sendiri dengan cara yang benar melalui panduan ahli jauh lebih sehat dan diagnosis yang benar hanya bisa diberikan oleh tenaga professional.
Bijaklah dalam mengonsumsi konten psikologi, karena kesehatan mentalmu layak ditangani dengan cara yang benar.

    Baca Juga

    Prameswari Nararya Iswandaru Putri Raih Gelar Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2026

    Prameswari Nararya Iswandaru Putri Raih Gelar Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2026

    17 June 2026
    Menampilkan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten, Shine and Sparkle Parade 2026 Sukses Digelar di Fame Hotel Gading Serpong

    Menampilkan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten, Shine and Sparkle Parade 2026 Sukses Digelar di Fame Hotel Gading Serpong

    24 May 2026
    Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten

    Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten Gelar Edukasi & Charity, Hadirkan Semangat Belajar dan Kebahagiaan untuk Anak-Anak Lapak Pemulung

    16 May 2026
    Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026

    Sinergi Pemerintah dan Generasi Muda, Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 Siap Menuju Nasional

    13 May 2026
    Share348Tweet218Share61Pin78SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Indonesia dan Ketergantungan Ekspor Komoditas: Antara Peluang dan Ancaman

    Next Post

    Lapas Tanjung dan Kemenag Tandatangani MoU Pembinaan Keagamaan untuk Warga Binaan

    Yulia harnisa

    Yulia harnisa

    Related Posts

    Prameswari Nararya Iswandaru Putri Raih Gelar Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2026

    Prameswari Nararya Iswandaru Putri Raih Gelar Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2026

    17 June 2026
    Menampilkan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten, Shine and Sparkle Parade 2026 Sukses Digelar di Fame Hotel Gading Serpong

    Menampilkan Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten, Shine and Sparkle Parade 2026 Sukses Digelar di Fame Hotel Gading Serpong

    24 May 2026
    Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten

    Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia Banten Gelar Edukasi & Charity, Hadirkan Semangat Belajar dan Kebahagiaan untuk Anak-Anak Lapak Pemulung

    16 May 2026
    Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026

    Sinergi Pemerintah dan Generasi Muda, Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 Siap Menuju Nasional

    13 May 2026
    Next Post
    Lapas Tanjung

    Lapas Tanjung dan Kemenag Tandatangani MoU Pembinaan Keagamaan untuk Warga Binaan

    Pembelajaran matematika di Indonesia mulai diperkenalkan sejak usia dini, namun seringkali terasa terpisah dari realitas budaya dan kehidupan sehari-hari (Pathuddin, 2021). Meskipun matematika memiliki akar kuat dalam berbagai aspek budaya, pendekatan pembelajaran di sekolah cenderung formal dan teoritis. Sebagian masyarakat mungkin tidak pernah mengikuti pembelajaran matematika secara formal, namun konsep-konsep matematika secara tidak langsung telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sayangnya, kompleksitas matematika dan pendekatan formal ini dapat menciptakan pandangan rumit dan persepsi negatif terhadap mata pelajaran tersebut. Pandangan rumit terhadap matematika tidak muncul tanpa alasan. Mempelajari matematika sejatinya berarti memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak (Herawaty, et. all., 2019). Banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika karena merasa takut dan cemas menghadapi soal-soal yang dianggap sulit (Theresia, et. all., 2018). Mereka berfikir bahwa matematika itu rumit dan sulit untuk dimengerti. Konsep pembelajaran matematika di sekolah, yang seringkali diajarkan secara formal dan teoritis, mempengaruhi minat siswa dan dapat menyebabkan kebosanan, terutama jika materi sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Umy, 2020). Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dirancang metode pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan terhubung dengan budaya setempat. Hubungan antara matematika dan budaya disebut dengan etnomatematika. Menurut Rachmawati (2012), etnomatematika dapat didefinisikan sebagai matematika yang berkembang dalam suatu budaya, mencerminkan perilaku khusus yang diterapkan oleh kelompok masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika. Integrasi etnomatematika melalui permainan tradisional menjadi alternatif menarik untuk meningkatkan minat siswa terhadap matematika. Karena permainan tradisional tidak hanya mengandung unsur kesenangan dan budaya, tetapi juga melatih keterampilan berpikir dan berhitung (Nurul, 2021). Salah satu pilihan permainan tradisional yang menarik adalah permainan tradisional gedrik. Permainan gedrik sangat popular di tahun 80 hingga 90-an. Meskipun demikian, permainan tradisional seperti gedrik semakin terlupakan dan penting untuk mendukung pemulihannya sebagai alat pembelajaran yang berharga. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penting untuk diadakan penelitian tentang kaitan matematika dengan permainan tradisional gedrik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional gedrik.

    Etnomatematika Permainan Tradisinal Gedrik Pada Pembelajaran Matematika Di MI Roudlotul Huda Terban

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 08.23.56

    MTsN 6 Bantul Gelar Rapat Asesmen Sumatif Akhir Tahun 2025

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 10.41.05

    Siswa VIIIA–VIIIF MTsN 6 Bantul Sukses Ikuti ASAT Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

    WhatsApp Image 2025 05 26 at 14.28.11

    Plh. Kepala MTsN 6 Bantul Hadiri Kick off Meeting Reformasi Birokrasi Kementerian Agama

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    921e4a8b 5890 4de5 8d36 e941b31427ed

    Rutan Bengkulu Lakukan Perawatan Area Tembok Luar

    20 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 19 at 09.04.33

    Belajar Langsung di Lapangan, Taruna Poltek Imipas Jalani PKL dan KKN di Rutan Bengkulu

    20 June 2026
    IMG 20260619 125947

    Pengajian Keagamaan WBP Lapas Arga Makmur Wujudkan Pembinaan Kerohanian yang Berkelanjutan

    20 June 2026
    IMG 20260619 131506

    Hakim Pengawas dan Pengamat Laksanakan Pengawasan dan Pengamatan di Lapas Arga Makmur

    20 June 2026
    dec3a46a c8c8 4be8 8582 dd0d1b5516be

    Perkuat Kerukunan di Lingkungan Pemasyarakatan, Rutan Bengkulu Gelar Pembinaan Rohani bagi WBP Nasrani

    20 June 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Hilmawan Indra Waskito, M Ghifari Alfurqan, Taruna Poltekimipas

    Empat Taruna Poltekimipas Mulai Pengabdian dan Praktik di Lapas Bengkulu

    20 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita