Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Internasional

Ambisi Geopolitik Tiongkok dalam Konflik Uyghur di Xinjiang

Keterkaitan antara Konflik Uyghur dengan Belt Road Initiative (BRI) Tiongkok

Athori Adlan by Athori Adlan
10 July 2025
in Internasional
A A
0
China-Europe Railways Express di Xinjiang HUB. Sumber: Xinhua, English.news

China-Europe Railways Express di Xinjiang HUB. Sumber: Xinhua, English.news

885
SHARES
1.3k
VIEWS

Etnis Uyghur merupakan etnis minoritas yang tinggal di wilayah barat laut Tiongkok, yakni Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang. Mayoritas etnis Uyghur memeluk agama islam, dan sangat taat kepada ajaran agama. Etnis Uyghur bersama dengan kelompok muslim di Tiongkok barat laut, sempat mendirikan negara merdeka tersendiri, yang diberi nama sebagai East Turkestan Republic.

Namun, negara tersebut runtuh karena adanya invasi dan aneksasi dua negara besar yakni China dan Uni Soviet, munculnya perbedaan pemikiran dan pendapat internal juga menjadi salah satu penyebab runtuhnya negara Republik Turkistan Timur. Pasca runtuhnya Republik Turkistan Timur, kegiatan etnis Uyghur dan komunitas muslim lokal lainnya diawasi dengan ketat oleh pemerintah Tiongkok hingga saat ini.

Pengawasan ketat yang telah dilakukan oleh pemerintah Tiongkok telah berlangsung sejak lama, kurang lebih puluhan tahun lamanya. Selain melakukan pengawasan, pemerintah Tiongkok juga melakukan tindakan represif terhadap etnis Uyghur di Xinjiang. Adapun tindakan represif yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok terhadap etnis Uyghur antara lain seperti diskriminasi, penahanan massal, penindasan budaya dan agama, serta kebijakan asimilasi paksa.

Adapun alasan pemerintah Tiongkok melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap etnis Uyghur, bertujuan untuk mencegah adanya penyebaran ideologi ataupun tindakan separatisme, ekstremisme, dan terorrisme yang terjadi terhadap etnis minoritas Uyghur di Xinjiang, pemerintah China mengatakan bahwa mereka ingin menjaga kedaulatan negara mereka, China melihat masa lalu dimana etnis Uyghur dan Komunitas Muslim lokal telah 2 kali melakukan pemisahan diri dari Tiongkok.

Hal ini, memicu ketakutan dan ketidakamanan pemerintah Tiongkok terhadap etnis Uyghur dan Komunitas Muslim Uyghur di Xinjiang, pemerintah melihat etnis minoritas tersebut sebagai ancaman kedaulatan bagi negara Tiongkok.

Kebijakan represif tersebut memicu respon internasional yang bervariatif, beberapa negara mendukung, seperti negara sekutu, dan beberapa negara juga mengecam keras tindakan represif tersebut seperti negara-negara barat, dan beberapa memilih diam seribu bahasa seperti negara-negara Asia Tenggara dan beberapa organisasi internasional lainnya.

Kekuatan Tiongkok dalam segi perekonomian dan militer yang melahirkan respon variatif dari masyarakat internasional, mereka cenderung memilih untuk menjaga hubungan baik dengan Tiongkok. Sebab, Tiongkok sering memberikan kontribusi yang penting dan signifikan dalam perekonomian beberapa negara di dunia, termasuk negara barat yang sering mengecam keras perlakuan Tiongkok terhadap etnis Uyghur.

Baca Juga

The U.S. military is strengthening its Navy presence near Venezuela

Ketika “Perang Narkoba” Berubah Menjadi Konflik Militer di Karibia

2 December 2025
perubahan iklim

Dampak Kekeringan dan Perubahan Iklim terhadap Kelaparan di Horn of Africa (2021–2023): Tantangan Ketahanan Pangan Global

27 November 2025
Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

25 November 2025
IMG 20251118 WA0011

Dubes Pakistan Sampaikan Salam dan Harapan kepada Presiden Prabowo, Janji Kerja Sama di Seluruh Aspek

19 November 2025

Tiongkok juga memiliki sebuah inisiatif yang menjadi strategi ekonomi utama milik Tiongkok, yang bernama Belt Road Initiative (BRI) Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan perdagangan Intenternasional Tiongkok ke negara-negara Asia dan Eropa. Proyek BRI ini dikabarkan melibatkan wilayah Xinjiang, wilayah yang diduduki oleh etnis minoritas Uyghur.

Selain itu, Xinjiang juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah seperti minyak dan gas alam. Xinjiang juga dikenal sebagai jalur perdagangan dan pertukaran budaya Internasional, tepatnya wilayah ini meghubungi Kawasan Eropa dan Asia. Oleh karena itu, tujuan essay ini ialah untuk menganalisis lebih dalam mengenai konflik Uyghur yang terjadi di Xinjiang dan keterkaitannya terhadap proyek Belt Road Initiative (BRI) yang diinisiasikan pemerintah Tiongkok.

Keterkaitan antara Konflik Uyghur dengan Belt Road Initiative (BRI) Tiongkok

Xinjiang merupakan sebuah provinsi besar yang terletak di wilayah barat laut Tiongkok, Xinjiang wilayah strategis yang menghubungi Tiongkok dengan Asia dan Eropa. Oleh karena itu, Xinjiang memainkan peran penting dalam perdagangan Tiongkok, wilayah ini juga memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti minyak, gas, hasil tambang, dan sumber daya alam lainnya.

Selain itu, Daerah Otonomi Xinjiang juga merupakan rumah bagi pangkalan udara milik Tiongkok yakni Hotan, Kashgar, dan Ngari Gunsa. Xinjiang dinilai sebagai negara yang berkontribusi cukup besar bagi perekonomian Tiongkok. Oleh karena itu, China sangat protektif dengan wilayah ini, dan terus berupaya menjaga kedaulatan wilayah ini untuk mencegah adanya separatisme kembali yang dilakukan oleh etnis minoritas Uyghur.

Xinjiang memegang peran kunci dalam proyek BRI milik Tiongkok, khususnya pada jalur darat (Silk Road Economic Belt). Dengan letak wilayah yang strategis, Xinjiang menghubungkan China dengan Asia Tengah, Timur Tengah, Rusia, dan Eropa. Kota-kota di Xinjiang seperti Kashgar dan Urumqi menjadi kunci penting dalam proyek BRI. Pada wilayah Kashgar, Tiongkok membangun konektivitas untuk memperkuat perdagangan dan aktifitas ekonomi lainnya dengan Asia Tengah dan Eropa melalui kereta api lintas negara, dan jalur darat.

Sedangkan di Urumqi, Tiongkok memiliki International Land Port yang dikenal sebagai salah satu terminal angkutan darat terbesar di Tiongkok. Kashgar juga dinobatkan seagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tiongkok, Kawasan ini menjadi Kawasan Perdangan Bebas, aktifitas ekonomi ekspor impor diwilayah ini menyumbang 20 persen volume perdagangan negara. Selain itu, Urumqi juga tidak kalah penting, wilayah ini memiliki kereta api ekspress China-Eropa (China-Europe Railway Express) yang bertujuan untuk melancarkan jalur perdagangan antara Tiongkok dengan Eropa, khususnya ke kota-kota besar di Eropa seperti Hamburg, Rotterdam, dan Duisburg. Selain itu, wilayah Xinjiang juga menjadi wilayah yang memproduksi kapas, Xinjiang menjadi wilayah penghasil kapas utama di Tiongkok.

China-Europe Railways Express di Xinjiang HUB. Sumber: Xinhua, English.news

Wilayah-wilayah penting tersebut merupakan wilayah yang diduduki oleh etnis minoritas Uyghur, yang memiliki budaya dan agama yang berbeda dengan orang-orang asli Tiongkok. Selain itu, orang-orang Uyghur dikenal sebagai orang-orang yang taat kepada agama dan sangat menjaga budayanya. Hal ini, membuat Tiongkok terus mengontrol etnis Uyghur dengan ketat. Tiongkok terus melakukan berbagai tindakan represif terhadap etnis Uyghur dan komunitas muslim minoritas lainnya yang berada di Xinjiang, menjadi salah satu strategi pemerintah Tiongkok untuk mempertahankan wilayah kunci tersebut. Sebab, Xinjiang memainkan peran penting dalam proyek BRI milik Tiongkok.

Xinjiang menjadi pusat logistik BRI Tiongkok, menjadi tuan rumah untuk tiga dari enam koridor BRI, wilayah ini telah mendapatkan investasi sebanyak miliaran dollar, Xinjiang menyumbang lebih dari 80% perdagangan dengan negara-negara BRI pada tahun 2019. Tiongkok selalu berada dibayang-bayang ketakutan bahwa Xinjiang akan terpisah dari Tiongkok, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Tiongkok melihat, bahwa etnis Uyghur akan melakukan pemberontakan kembali, seperti sebelumnya mereka mendirikan Republik Turkistan Timur. Jika hal itu terjadi kembali, Tiongkok akan kehilangan hampir setengah pendapatan negara tersebut. Hal ini, tentu akan sangat merugikan Tiongkok dan kemungkinan akan menurunkan eksistensi Tiongkok sebagai negara super power di panggung internasional. Oleh karena itu, Tiongkok selalu melihat etnis Uyghur sebagai ancaman bagi Tiongkok. Sejarah perjalanan separatisme yang dilakukan oleh etnis Uyghur di masa lalu, menjadi kartu penting Tiongkok dalam melakukan tindakan represif terhadap etnis Uyghur.

Etnis Uyghur tidak diberikan untuk memainkan peran yang strategis, mereka hanya menjadi pekerja paksa untuk kebun kapas, ataupun menjadi buruh pabrik dengan bayaran yang rendah. Bahkan, pemerintah Tiongkok dituduh melakukan pengusiran atau pembersihan etnis dengan cara melakukan imigrasi besar-besaran terhadap etnis Han ke wilayah Xinjiang, agar etnis asli Tiongkok tersebut dapat memegang kontol atas wilayah kunci.

Selain itu, kamp-kamp penahanan massal, yang dibangun oleh pemerintah Tiongkok untuk menahan etnis Uyghur dengan alasan untuk diberikan pendidikan ulang tersebut, merupakan tempat penahanan dan penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok terhadap etnis Uyghur. Tahanan kamp-kamp tersebut sering merasakan siksaan secara fisik ataupun mental hingga tewas, bahkan tahanan perempuan menjadi alat pemuas nafsu bagi oknum-oknum pemerintah yang menjaga kamp tersebut.

Perempuan Uyghur juga dipaksa untuk memasang alat kontrasepsi, sebagai upaya untuk membatasi semakin banyaknya Etnis Uyghur di Xinjiang. Selain itu, Etnis Uyghur dipaksa untuk menikah dengan etnis lain, dan dipaksa untuk meninggalkan praktik agama dan kebudayaan yang telah lama mereka jalani, dengan tujuan untuk mereset ulang pemikiran-pemikaran etnis Uyghur di Xinjiang.

Dengan memiliki kekayaan alam yang berlimpah, serta letak geografis yang strategis. Xinjiang menjadi kunci utama dalam proyek Belt Road Initiative (BRI) yang dibentuk oleh Tiongkok, untuk memperkuat eksistensi nya sebagai negara yang memegang perekonomian dunia. Wilayah yang menjadi rumah bagi etnis Uyghur dan komunitas muslim minoritas Tiongkok, telah dibentuk menjadi wilayah tempat berjalannya aktifitas ekonomi global, yang menghubungkan antara Tiongkok dengan Kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Etnis Uyghur tidak pernah diberikan peran yang strategis, dan dilarang untuk melakukan aktifitas keagamaan dan budaya dengan tujuan untuk menjaga kedaulatan negara. Tiongkok tidak ingin melihat wilayah strategis tersebut terpisah dari negara tersebut atau bahkan dikuasai oleh etnis yang berbeda dari mereka, sebab wilayah ini memegang kunci atas kekuatan ekonomi Tiongkok.

Oleh karena itu, Tiongkok ingin tetap memegang kontrol penuh terhadap wilayah Xinjiang, dan menghapus etnis minoritas seperti Uyghur dari wilayah kunci tersebut. Sebab, Uyghur dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah Tiongkok, dengan melihat masa lalu Uyghur yang telah dua kali berhasil memisahkan diri dari Tiongkok, meskipun Tiongkok telah mendapatkan wilayah Xinjiang kembali.

 

    Share354Tweet221Share62Pin80SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Rubi, Sekum KONI Palembang Angkat Bicara Soal Surat Edaran Pengkot TI Kota Palembang

    Next Post

    Husnul Khatimah Cunnul: Menyuarakan Perubahan Lewat Aksi dan Narasi Menuju Indonesia Emas 2045

    Athori Adlan

    Athori Adlan

    Related Posts

    The U.S. military is strengthening its Navy presence near Venezuela

    Ketika “Perang Narkoba” Berubah Menjadi Konflik Militer di Karibia

    2 December 2025
    perubahan iklim

    Dampak Kekeringan dan Perubahan Iklim terhadap Kelaparan di Horn of Africa (2021–2023): Tantangan Ketahanan Pangan Global

    27 November 2025
    Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

    Kemiskinan, Kelaparan, dan Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Sudan

    25 November 2025
    IMG 20251118 WA0011

    Dubes Pakistan Sampaikan Salam dan Harapan kepada Presiden Prabowo, Janji Kerja Sama di Seluruh Aspek

    19 November 2025
    Next Post
    IMG 20250710 WA0042

    Husnul Khatimah Cunnul: Menyuarakan Perubahan Lewat Aksi dan Narasi Menuju Indonesia Emas 2045

    MTs N 6 Bantul

    MTs N 6 Bantul Ikuti Bimtek Gugus Depan Ramah Lingkungan

    MTsN 6 Bantul

    Mafrudah Kepala MTsN 6 Bantul Berikan Kesan dan Pesan Sebelum Pindah Tugas

    WhatsApp Image 2025 07 10 at 14.44.36

    Serahkan 160 Sertipikat Tanah kepada Pemda dan Masyarakat Sulteng, Wamen Ossy Tekankan Bentuk Komitmen Negara Hadirkan Kepastian Hukum

    WhatsApp Image 2025 07 10 at 15.42.20 08ac3a94

    Pelatihan Digital UMKM Bangunharjo : Fokus Branding dan Marketing Online

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 04 29 at 15.18.29

    Sinergi Lapas Perempuan Bengkulu dan Dukcapil Hadirkan Layanan e-KTP

    29 April 2026
    Lapas Bengkulu, Ditjenpas Bengkulu, Tonny Nainggolan, Kakanwil Ditjenpas, Pelayanan Publik, Pemasyarakatan, Kunjungan Lapas, Warga Binaan, Klinik Lapas, Dapur Sehat

    Lawatan Perdana Kakanwil Ditjenpas Bengkulu, Tinjau Layanan Lapas Bengkulu

    29 April 2026
    Lapas Bengkulu, Kakanwil Ditjenpas Bengkulu, Tonny Nainggolan, Penguatan Tugas, ASN Pemasyarakatan, Integritas ASN, Citra Pemasyarakatan, UPT Pemasyarakatan, Kemenimipas

    Tonny Nainggolan Beri Penguatan Tugas bagi Pegawai Lapas Bengkulu

    29 April 2026
    Lapas Bengkulu, Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Ditjenpas Bengkulu, Imigrasi Bengkulu, Latihan Menembak, Mako Brimob Bengkulu, Sinergi Antarinstansi, Keamanan, Aparatur Negara

    Sinergi Pengamanan, Kalapas Bengkulu Ikuti Latihan Menembak Bersama Kanwil Ditjenim di Mako Brimob

    29 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 29 at 13.08.48

    Kalapas Perempuan Bengkulu Pimpin Langsung Kontrol Sarana dan Prasarana Lapas

    29 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 29 at 13.07.26

    Warga Binaan LPP Bengkulu Ikuti Penyuluhan Anemia

    29 April 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Haposan
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Account
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita