Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Mengapa Mama Papua Menyebut Hutan Adalah Mama? Sebuah Keterikatan Mendalam

mengenai mengapa Mama Papua menyebut hutan adalah mama

WOLOIN by WOLOIN
28 July 2025
in Opini
A A
0
Masyarakat adat knasaimos sumber : greenpeace indonesia

Masyarakat adat knasaimos sumber : greenpeace indonesia

869
SHARES
1.3k
VIEWS

Jayapura, Papua – Frasa “hutan adalah mama” seringkali terdengar di kalangan masyarakat adat Papua, khususnya dari para perempuan yang akrab disapa “Mama Papua”. Ungkapan ini bukan sekadar kiasan, melainkan cerminan dari hubungan yang sangat mendalam dan esensial antara masyarakat adat Papua dengan hutan. Bagi mereka, hutan bukan hanya sekadar kumpulan pohon, tetapi entitas hidup yang memberikan kehidupan dan identitas, layaknya seorang ibu kandung.

Sumber Kehidupan dan Mata Pencaharian

Bagi Mama Papua dan seluruh komunitas adat, hutan adalah penyedia utama segala kebutuhan hidup. Dari hutanlah mereka mendapatkan pangan berupa sagu, buah-buahan, umbi-umbian, hingga hasil buruan. Obat-obatan tradisional yang ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit juga ditemukan dari kekayaan flora dan fauna hutan.

“Hutan itu sumber air bersih, tempat kami berkebun, mencari makanan,” ujar Mama Elisabeth, seorang perempuan adat dari suku Dani di Wamena. “Kalau hutan sakit, kami juga sakit. Anak-anak kami mau makan apa?”

 

mama

Tak hanya itu, berbagai material untuk membangun rumah, membuat perahu, dan menghasilkan kerajinan tangan juga berasal dari hutan. Ketergantungan ini menjadikan hutan sebagai tulang punggung ekonomi dan keberlangsungan hidup mereka sehari-hari.

Pusat Pengetahuan dan Identitas Budaya

Lebih dari sekadar sumber daya alam, hutan adalah perpustakaan hidup bagi masyarakat adat Papua. Di dalamnya terkandung pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari cara berburu, meramu obat, hingga memahami siklus alam. Setiap pohon, sungai, dan bukit memiliki cerita serta nilai spiritual yang membentuk identitas budaya mereka. Ritual adat, upacara penting, dan tradisi luhur seringkali dilaksanakan di dalam hutan. Hutan adalah ruang sakral yang menghubungkan mereka dengan leluhur dan alam semesta. Hilangnya hutan berarti hilangnya bagian integral dari identitas dan warisan budaya mereka.

IMG 0768 scaled 1

Penjaga Ekologis dan Spiritual

Para Mama Papua memahami betul peran hutan sebagai penyeimbang ekosistem. Hutan yang lestari menjaga kualitas air, mencegah erosi, dan mengatur iklim mikro.

Baca Juga

IMG 6422

Smart Financial: Cara Anak Muda Menghadapi Gaya Hidup Modern

3 May 2026
IMG 7422 1

Strategi mengelola bisnis kecil di tengah perubahan pasar

2 May 2026
WhatsApp Image 2026 05 02 at 18.21.13

Strategi Pemasaran Digital melalui Media Sosial bagi UMKM

2 May 2026
download

Membuat Bisnis dari Barang dan Lingkungan yang Ada

2 May 2026

Mereka percaya bahwa ada roh-roh penjaga di dalam hutan yang harus dihormati. Oleh karena itu, praktik-praktik adat yang bijak, seperti tidak mengambil lebih dari yang dibutuhkan dan menjaga kebersihan hutan, telah menjadi bagian dari kearifan lokal mereka selama berabad-abad. “Hutan itu rumah kami, mama yang menjaga kami dari panas dan hujan,” kata Mama Agustina dari suku Asmat. “Kami harus menjaganya juga, karena kalau tidak, siapa yang akan menjaga kami?”

Melalui ungkapan “hutan adalah mama”, masyarakat Papua ingin menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya merawat dan melindungi lingkungan. Ini adalah seruan untuk mengakui bahwa keberlanjutan hidup manusia sangat bergantung pada kelestarian alam, dan bahwa menghormati alam sama dengan menghormati kehidupan itu sendiri.

    Share348Tweet217Share61Pin78SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Mahasiswa KKN Universitas Tidar Bekerja Sama dengan BKMK Laksanakan Sosialisasi UMKM dan Aksi Sosial di Kelurahan Panjer Kebumen

    Next Post

    Kebakaran Pasar Lolak Bolaang Mongondow pada 27 Juli 2025

    WOLOIN

    WOLOIN

    Penulis

    Related Posts

    IMG 6422

    Smart Financial: Cara Anak Muda Menghadapi Gaya Hidup Modern

    3 May 2026
    IMG 7422 1

    Strategi mengelola bisnis kecil di tengah perubahan pasar

    2 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 02 at 18.21.13

    Strategi Pemasaran Digital melalui Media Sosial bagi UMKM

    2 May 2026
    download

    Membuat Bisnis dari Barang dan Lingkungan yang Ada

    2 May 2026
    Next Post
    Kebakaran

    Kebakaran Pasar Lolak Bolaang Mongondow pada 27 Juli 2025

    Kebakaran

    Kebakaran Hebat Melanda Pasar Ngawen Gunungkidul pada Juli 2025

    Gempa Bumi

    Gempa Bumi Guncang Indonesia, Warga Diminta Tetap Waspada

    Workshop pemandu wisata & paket wisata yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Kebangsaan XIII

    Gagas Workshop Pemandu Wisata, Mahasiswa KKN Kebangsaan Ajak Muda-Mudi Leang Leang Gali 'Harta Karun' Pariwisata Lokal

    Koked

    Dukung SDGs 12: Dosen FP UB dan Mahasiswa KKN Adakan Pelatihan Kokedama Bersama Sekolah Ebok-Ebok di Desa Sumbersalak, Jember

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 6422

    Smart Financial: Cara Anak Muda Menghadapi Gaya Hidup Modern

    3 May 2026
    IMG 7422 1

    Strategi mengelola bisnis kecil di tengah perubahan pasar

    2 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 02 at 18.21.13

    Strategi Pemasaran Digital melalui Media Sosial bagi UMKM

    2 May 2026
    download

    Membuat Bisnis dari Barang dan Lingkungan yang Ada

    2 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 01 at 19.00.53

    Kepala Lapas Mojokerto Ikuti Asesmen Pemetaan Kompetensi Jabatan Ditjenpas

    2 May 2026
    Kesehatan mental karyawan bukan lagi isu pribadi semata; ia telah menjadi faktor penentu produktivitas, retensi tenaga kerja, dan reputasi perusahaan. Perusahaan yang mengabaikannya berisiko menghadapi biaya tersembunyi: presentisme, absensi berulang, konflik antarpegawai, dan penurunan kualitas keputusan. Sebaliknya, organisasi yang memprioritaskan kesejahteraan jiwa sering melihat peningkatan motivasi, kreativitas, dan loyalitas. Mengapa penting bagi bisnis? 1. Kinerja dan inovasi: Karyawan yang merasa didukung secara psikologis cenderung lebih terlibat dan berani mengambil inisiatif. 2. Pengurangan biaya jangka panjang: Intervensi dini—seperti dukungan konseling atau program manajemen stres—mengurangi kebutuhan cuti panjang dan penggantian pegawai. 3. Citra perusahaan: Budaya yang peduli pada kesejahteraan menambah daya tarik bagi calon talenta dan pelanggan yang semakin sensitif pada nilai-nilai etis. Tantangan nyata di lapangan Lingkungan kerja modern membawa tekanan: target ketat, beban kerja berlebihan, dan batas kerja–hidup yang kabur karena teknologi. Selain itu, perisakan antarpegawai dan manajemen yang tidak komunikatif bisa memicu isu mental lebih cepat daripada yang terlihat. Dalam beberapa kasus, stigma terhadap kesehatan mental membuat karyawan enggan meminta bantuan, sehingga masalah berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Strategi praktis untuk pengelolaan Kebijakan yang jelas dan berjangka panjang Buat kebijakan kesehatan mental terintegrasi dalam kebijakan SDM—dari rekrutmen sampai manajemen krisis. Kebijakan ini harus konkret: ketersediaan konseling, prosedur pelaporan, hingga penanganan perisakan. Pendidikan dan pelatihan untuk semua tingkatan Latih manajer untuk mengenali tanda-tanda stres berlebih dan cara melakukan percakapan sensitif. Program literasi mental untuk seluruh staf membantu mengurangi stigma dan meningkatkan empati. Sistem deteksi dini dan intervensi Sediakan akses ke layanan konseling, baik internal maupun mitra eksternal, dan sediakan jalur anonim untuk melapor. Screening berkala—tanpa stigma—dapat menangkap masalah sebelum meningkat. Desain kerja yang manusiawi Evaluasi beban kerja, atur target yang realistis, dan berikan fleksibilitas kerja bila memungkinkan. Fasilitas seperti ruang istirahat, cuti yang dipromosikan, dan kebijakan kerja jarak jauh yang sehat juga membantu. Budaya terbuka dan suportif Kepemimpinan harus menunjukkan contoh: berbicara tentang keseimbangan hidup, mengakui keterbatasan, dan merayakan waktu istirahat. Budaya ini mendorong karyawan untuk merawat diri tanpa takut kehilangan posisi. Melihat dari berbagai perspektif Beberapa pengusaha khawatir investasi dalam program mental akan memakan biaya tanpa hasil nyata. Namun bukti praktis di banyak organisasi menunjukkan ROI lewat penurunan turnover dan peningkatan produktivitas. Di sisi lain, pendekatan yang sekadar formal tanpa komitmen budaya cenderung gagal—program yang dipaksakan atau bersifat kosmetik justru menimbulkan kecurigaan. Kesimpulan Kesehatan mental di tempat kerja bukan sekadar tanggung jawab individu, melainkan investasi strategis perusahaan. Dengan kebijakan yang jelas, pelatihan, dukungan nyata, dan budaya yang humanis, bisnis tidak hanya menjaga kesejahteraan karyawan, tetapi juga memperkuat daya saing jangka panjang. Menjadikan kesehatan mental prioritas adalah langkah cerdas: baik untuk manusia, maupun untuk angka di laporan keuangan.

    menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari strategi bisnis yang sukses

    2 May 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita