Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto terus memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban melalui kegiatan inventarisasi permasalahan warga binaan sebagai langkah deteksi dini gangguan kamtib, Selasa (12/5).
Kegiatan yang mengusung semangat “Wujudkan Lapas Kondusif” tersebut dilaksanakan oleh jajaran petugas Lapas Mojokerto melalui pendekatan humanis dan komunikasi aktif kepada warga binaan. Petugas melakukan pendataan serta menggali berbagai informasi terkait kondisi, keluhan, hingga potensi persoalan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa inventarisasi masalah warga binaan menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan gangguan kamtib melalui deteksi dini. “Melalui inventarisasi ini, kami dapat mengetahui berbagai potensi persoalan sejak awal sehingga dapat segera dilakukan langkah penyelesaian. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga situasi lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Arifin.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Selain memetakan persoalan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepercayaan dan menciptakan suasana pembinaan yang humanis.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Mojokerto berharap seluruh potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dicegah sejak dini sehingga proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan optimal serta tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman dan nyaman.


















